Pintuberita.com — Portal Berita Bandung Raya & Jawa Barat

Terungkap! Kondisi PJU Bandung Terkini, Ini Rencana Perbaikan Farhan

Bandung · Oleh Raka Permana · · Diperbarui 2 Maret 2026

Penjabat Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, memastikan perbaikan menyeluruh terhadap Penerangan Jalan Umum (PJU) yang tidak berfungsi. Keputusan ini diambil menyusul banyaknya laporan warga terkait kondisi PJU yang gelap di berbagai titik, memicu kekhawatiran akan keamanan.

Terungkap! Kondisi PJU Bandung Terkini, Ini Rencana Perbaikan Farhan

PJU Bandung Memprihatinkan, Wali Kota Tegaskan Perbaikan Menyeluruh

Bandung, [Tanggal Publikasi] – Kondisi Penerangan Jalan Umum (PJU) di Kota Bandung menjadi sorotan setelah banyak laporan mengenai fasilitas yang tidak berfungsi. Menanggapi keluhan masyarakat, Penjabat Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, memastikan bahwa pemerintah kota telah memulai upaya perbaikan secara menyeluruh di berbagai ruas jalan.

Pelacakan dan Perbaikan Tanpa Pandang Bulu

Farhan menegaskan komitmen pemerintah kota untuk menindaklanjuti setiap laporan terkait PJU yang mati atau terhalang pepohonan. "Dalam kerangka prakarsa kami, kami sedang melacak semua wilayah yang PJU-nya mati, termasuk PJU dan lampu jalan yang terhalang pepohonan," ujarnya di Pendopo Kota Bandung, Kamis (11/12).

Yang menarik, Farhan menekankan bahwa perbaikan ini tidak akan membedakan status jalan. Baik jalan kota, provinsi, maupun jalan nasional yang melintas di wilayah Bandung akan menjadi fokus penanganan. Hal ini menunjukkan keseriusan pemerintah kota dalam menciptakan lingkungan yang lebih aman dan nyaman bagi warganya.

"Mau itu ada di jalan kota, jalan provinsi, jalan nasional kita langsung perbaiki sebisa mungkin. PJU adalah fasilitas publik esensial yang harus berfungsi optimal untuk keselamatan semua," kata Farhan, usai menghadiri acara Siskamling Siaga Bencana di Kantor Kelurahan Pasanggrahan, Kecamatan Ujungberung, Rabu (7/1).

Keluhan Warga dan Dampaknya Terhadap Keamanan

Sebelumnya, warga RW 10 Kelurahan Cisaranten Bina Harapan, Kecamatan Arcamanik, mengeluhkan minimnya penerangan jalan di beberapa ruas vital. Kondisi gelap ini telah menimbulkan kekhawatiran serius terkait potensi peningkatan tindak kejahatan.

Aam (58) dan Joko (54), perwakilan warga, mengungkapkan bahwa meskipun lampu penerangan telah terpasang, banyak area yang masih gelap gulita. "Sebetulnya penerangan sudah ada dari lama, tapi gelapnya juga sudah lama. Kita sudah coba sampaikan ke pengurus, dan pengurus juga sudah berupaya." ujar Aam.

Titik Jalan yang Jadi Prioritas

Ruas jalan yang menjadi perhatian utama warga antara lain:

Ketiga jalan ini merupakan jalur padat yang sering dilalui pengguna jalan, terutama mereka yang beraktivitas pulang-pergi kerja. Minimnya penerangan di jalur-jalur ini telah dipercaya menjadi pemicu berbagai insiden kriminal.

"Kalau ada penerangan, itu secara tidak langsung bisa mencegah kejahatan. Karena di area sana beberapa kali sering terjadi begal atau perampokan. Mungkin karena jalannya gelap, tapi tidak di dua sisi, hanya sebelah saja," jelas Aam, menyoroti dampak langsung dari kurangnya PJU.

Menurut Aam, saat ini baru sekitar 30 persen dari keseluruhan ruas jalan di wilayah tersebut yang memiliki penerangan yang memadai. "Masih ada sebagian yang gelap, belum sepenuhnya terang. Kira-kira baru 30 persen. Padahal kalau terang itu enak, kita bisa melihat orang yang lewat, itu warga atau orang lain. Jadi tidak curigaan," tambahnya.

Harapan dan Aspirasi Masyarakat

Dengan adanya tanggapan dari Penjabat Wali Kota, masyarakat berharap pemerintah segera menindaklanjuti keluhan ini dengan perbaikan dan penambahan PJU yang lebih merata. Peningkatan kualitas penerangan jalan tidak hanya menjadi faktor keamanan, tetapi juga kenyamanan bagi seluruh pengguna jalan dan warga sekitar.

Upaya perbaikan PJU ini menjadi salah satu fokus kebijakan strategis oleh pemerintah kota untuk meningkatkan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat. Hal ini terutama penting di area-area yang memiliki risiko tinggi terhadap tindak kejahatan dan kecelakaan lalu lintas.