Terminal Cicaheum Bandung: Masih Ada Bus AKAP dan AKDP Meski Sudah Dikosongkan
Terminal Cicaheum Bandung masih dipadati bus AKAP dan AKDP meski seharusnya dikosongkan sejak 26 Mei 2026. Hanya 80% armada yang pindah ke Leuwipanjang, sisanya beroperasi karena kurang sosialisasi penumpang.

Bandung, 29 Mei 2026 — Sebagian layanan bus antar kota antar provinsi (AKAP) dan antar kota dalam provinsi (AKDP) di Terminal Cicaheum, Bandung, masih beroperasi meski jadwal pemindahan ke Terminal Leuwipanjang sudah berlangsung sejak 26 Mei 2026. Pantauan di lokasi pada sore hari Jumat (29/5/2026) menunjukkan masih banyak bus yang mangkal dan aktif keluar masuk untuk menaikkan dan menurunkan penumpang.
Kondisi Terkini Terminal Cicaheum
Dari 110 unit bus AKAP dan AKDP yang awalnya beroperasi di Terminal Cicaheum, hanya sekitar 80 persen atau 60 unit yang sudah pindah ke Terminal Leuwipanjang. Sisanya sekitar 20 persen masih tetap beroperasi di Terminal Cicaheum. Meskipun sudah memasuki hari ketiga sejak jadwal pemindahan, keramaian dan aktivitas bus masih terlihat jelas di terminal yang akan diubah menjadi depo Bus Rapid Transit (BRT) ini.
Alasan Keterlambatan Pemindahan Armada
Kepala Terminal Cicaheum, Asep Supriadi, menegaskan bahwa seluruh armada bus AKAP dan AKDP harus pindah ke Terminal Leuwipanjang sejak 26 Mei 2026 sesuai rapat koordinasi dengan operator bus dan pengurus terminal. Ia menyatakan:
"Untuk armada bus yang dipindahkan, baik bus AKAP maupun AKDP, itu mulai di tanggal 26 Mei 2026. Seluruh armada yang berada di Terminal Cicaheum harusnya sudah dipindahkan ke Terminal Leuwipanjang,"
Asep menjelaskan bahwa keterlambatan pemindahan armada disebabkan oleh kurangnya sosialisasi kepada penumpang, terutama mereka yang membeli tiket secara online. Ia menambahkan:
"Jadi untuk penumpang tiket online sebagian ada yang masih di sini. Emang baru 80 persen dan 20 persen masih di Terminal Cicaheum,"
Saat ditemui di Terminal Leuwipanjang, Jumat (29/5/2026).
Tujuan Pemindahan Layanan
Pemindahan layanan bus ini dilakukan sebagai bagian dari persiapan pengubahan Terminal Cicaheum menjadi depo BRT, proyek pemerintah pusat yang bertujuan meningkatkan sistem transportasi umum di Bandung. Selain memindahkan armada bus, pihak terminal juga sedang melakukan sosialisasi kepada pedagang yang berada di Terminal Cicaheum, yang akan terdampak oleh perubahan fungsi terminal tersebut.
Upaya Sosialisasi yang Berkelanjutan
Asep menambahkan bahwa pihak terminal masih terus melakukan sosialisasi ke berbagai pihak, termasuk penumpang dan pedagang, untuk memberikan informasi terkait perpindahan layanan bus. Ia menyatakan bahwa upaya ini perlu dilakukan agar tidak ada lagi penumpang yang terjebak atau mengalami kesulitan dalam mencari layanan bus mereka.
Selain itu, terminal juga telah menyiapkan fasilitas pendukung di Terminal Leuwipanjang untuk menerima armada bus yang pindah, termasuk area parkir dan pelayanan penumpang. Beberapa hari sebelumnya, Terminal Leuwipanjang juga telah menambahkan beberapa berondongan bus bekas Terminal Cicaheum untuk menunjang kapasitas layanan, sesuai dengan informasi yang tersebar.