Terbaru: Stok Beras Bulog Jabar Aman, Tanggapi Panic Buying Ramadan
Perum Bulog Kanwil Jawa Barat memastikan stok beras aman selama Ramadan 2026, dengan intensif penyerapan gabah dan langkah antisipasi lonjakan permintaan akibat rumor panic buying.

Bandung, 9 Maret 2026 – Perum Bulog Kanwil Jawa Barat mengambil langkah intensif dalam penyerapan gabah petani selama bulan Ramadan 1447 H, guna mencapai target pengadaan gabah nasional dan menjaga kestabilan pasokan beras di masyarakat. Langkah ini juga diambil untuk memperkuat Cadangan Pangan Pemerintah (CPP), sekaligus menanggapi rumor panic buying yang beredar dan menyebabkan lonjakan harga beras di beberapa pasar.
Target dan Capaian Penyerapan Gabah Bulog Jabar 2026
Bulog Jabar menetapkan target pengadaan gabah tahun ini sebesar 694.432 ton setara beras. Hingga tanggal 8 Maret 2026, badan ini telah berhasil mengadakan 125.910 ton setara beras, yang setara dengan 18,13% dari total target tahunan. Pimpinan Wilayah Bulog Jabar, Nurman Susilo, menyatakan bahwa capaian ini memberikan optimisme tinggi untuk mencapai target penuh di akhir tahun.
Sebagai perbandingan, pada periode yang sama tahun 2025, penyerapan gabah Bulog Jabar hanya mencapai 32.086 ton. Namun, pada akhir tahun 2025, target pengadaan tercapai berkat sinergi antara Pemerintah Daerah Jawa Barat, TNI, penyuluh pertanian, mitra pengadaan, mitra penggilingan, dan kelompok tani di wilayah tersebut.
Harga Gabah dan Upaya Stabilitas Pasokan
Selama bulan Ramadan, Bulog Jabar tetap membeli Gabah Kering Panen (GKP) dengan harga Rp 6.500 per kilogram, sesuai dengan ketentuan pemerintah yang berlaku. Nurman menegaskan bahwa pihaknya terus berupaya menjaga harga tetap stabil di tingkat petani, sekaligus memastikan pasokan pangan tercukupi di tingkat konsumen.
"Kami terus berupaya menjaga harga tetap stabil di tingkat petani dan memastikan pasokan pangan tercukupi di tingkat konsumen," ujar Nurman, Senin (9/03/2026).
Stok Beras yang Cukup untuk Antisipasi Lonjakan Permintaan
Menanggapi kekhawatiran masyarakat akibat rumor panic buying, Bulog Jabar memastikan stok beras yang tersedia saat ini mencapai 592.795 ton setara beras. Jumlah ini dianggap cukup untuk memenuhi kebutuhan beras masyarakat, bahkan jika terjadi lonjakan permintaan mendadak.
Nurman menambahkan bahwa Bulog akan menggunakan berbagai instrumen distribusi pangan, seperti penyaluran melalui SPHP, Bantuan Pangan, GPM, dan Pasmur, untuk mengatasi fluktuasi permintaan selama bulan Ramadan. Selain itu, ia menginstruksikan seluruh kantor cabang Bulog di wilayah Jawa Barat untuk mewaspadai potensi lonjakan permintaan yang tak terduga dan mengambil langkah antisipasi yang diperlukan.
Dengan langkah-langkah yang diambil, Bulog Jabar berharap dapat menjaga kestabilan pasokan dan harga beras selama bulan Ramadan, sehingga masyarakat dapat menjalankan ibadah dengan tenang tanpa khawatir mengenai ketersediaan pangan.