Terbaru! Rute Banyuwangi-Lombok Dongkrak Trafik Bandara hingga 36%
Rute baru Banyuwangi-Lombok dongkrak trafik Bandara Banyuwangi 36%! 52 penerbangan tercatat, buktikan geliat pariwisata & konektivitas daerah.

Trafik Penerbangan Bandara Banyuwangi Melonjak Berkat Rute Baru Banyuwangi-Lombok
BANYUWANGI, 26 Desember 2025 – Trafik penerbangan di Bandara Banyuwangi menunjukkan peningkatan signifikan sebesar 36 persen dibandingkan tahun sebelumnya, terhitung sejak 15 hingga 25 Desember 2025. Peningkatan ini didorong oleh antusiasme masyarakat terhadap dibukanya rute penerbangan baru Banyuwangi–Lombok.
Peningkatan Jumlah Penerbangan dan Penumpang
General Manager Bandara Banyuwangi, Mohammad Holik Muardi, mengungkapkan bahwa dalam periode sepuluh hari tersebut, tercatat 52 penerbangan dari bandara yang berlokasi di Blimbingsari, Banyuwangi. Angka ini jauh melampaui jumlah penerbangan pada periode yang sama tahun lalu yang hanya mencapai 34 penerbangan.
"Peningkatan jumlah penerbangan ini merupakan indikasi positif terhadap geliat pariwisata dan konektivitas daerah," ujar Holik.
Puncak arus mudik Natal dan Tahun Baru (Nataru) terjadi pada Rabu, 24 Desember 2025, dengan tingkat keterisian tempat duduk pesawat yang hampir penuh. Dalam satu hari, Bandara Banyuwangi mencatat sebanyak 502 penumpang berangkat dari bandara ini.
Dampak Rute Banyuwangi–Lombok
Holik menambahkan, jumlah penumpang secara keseluruhan meningkat empat persen dibandingkan periode Nataru tahun lalu, mencapai total 4.415 penumpang selama sepuluh hari. "Peningkatan jumlah penumpang ini secara signifikan diakibatkan oleh dibukanya rute penerbangan Banyuwangi–Lombok," jelasnya.
Okupansi pesawat untuk rute Banyuwangi–Lombok menunjukkan performa yang menjanjikan, dengan tingkat keterisian rata-rata 50 persen, atau sekitar 40 hingga 50 orang per penerbangan. Rute ini dilayani empat kali dalam sepekan. Bahkan, pada puncak mudik Nataru, kursi pesawat rute ini terisi hingga 72 penumpang.
Selain itu, rute-rute populer lainnya seperti Banyuwangi–Jakarta dan Banyuwangi–Surabaya juga seringkali mencatat keterisian penuh, menunjukkan tingginya permintaan akan konektivitas udara dari dan menuju Banyuwangi.
Antisipasi Lonjakan Penumpang
Untuk mengantisipasi lonjakan penumpang dan memastikan kelancaran operasional selama periode Nataru, Bandara Banyuwangi telah menyediakan Posko Nataru di area terminal. Posko ini melibatkan berbagai personel gabungan dari TNI, Polri, Dinas Perhubungan, Dinas Kesehatan, serta petugas bandara, demi menjaga kenyamanan dan keamanan para pengguna jasa penerbangan.
- Peningkatan trafik penerbangan sebesar 36%.
- Total 52 penerbangan dalam 10 hari.
- 4.415 penumpang tercatat selama periode Nataru.
- Rute Banyuwangi–Lombok menjadi pendorong utama pertumbuhan.
- Keterisian rute Banyuwangi–Lombok mencapai 50-72 penumpang per penerbangan.
RB