Pintuberita.com — Portal Berita Bandung Raya & Jawa Barat

Terbaru! Penyelidikan 'Benda Mirip Bom' Dekat GKPS Bandung: Apa Kata Polisi?

Bandung · Oleh Raka Permana · · Diperbarui 2 Maret 2026

Update terbaru insiden benda mirip bom di depan Gereja GKPS Kosambi Bandung: benda tersebut ternyata seonggok kayu. Polisi meskipun memastikan tidak berbahaya, tetap mengusut motif dan pelaku secara mendalam untuk menjaga keamanan publik dan ketertiban umum.

Terbaru! Penyelidikan 'Benda Mirip Bom' Dekat GKPS Bandung: Apa Kata Polisi?

Update Terbaru: Penanganan Benda Mencurigakan di Depan Gereja GKPS Kosambi Bandung

Situasi Kembali Kondusif Setelah Tim Jibom Konfirmasi Benda Adalah Kayu

Insiden penemuan benda menyerupai bom di depan Gereja Kristen Protestan Simalungun (GKPS) Kosambi, Kota Bandung, sempat memicu kekhawatiran di kalangan publik pada hari Jumat. Namun, dengan respons cepat dari tim penjinak bom (Jibom) Brimob Polda Jawa Barat, situasi di lokasi kejadian kini telah kembali kondusif.

Tim Jibom segera melakukan pengecekan terhadap benda mencurigakan tersebut setelah menerima laporan dari masyarakat. Setelah melalui serangkaian pemeriksaan, mereka mengonfirmasi bahwa benda yang awalnya diduga bom hanyalah seonggok kayu yang tidak mengandung bahan peledak atau ancaman apapun.

"Setelah situasi aman, kami akan segera melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) untuk mengungkap siapa yang meletakkan barang mencurigakan tersebut," tegas Kombes Pol Budi Sartono, Kapolrestabes Bandung, dalam keterangan di lokasi kejadian.

Polisi Tetap Mengusut Kasus Meski Benda Tidak Berbahaya

Meskipun benda tersebut tidak membahayakan, Kepolisian Resor Kota Besar (Restabes) Bandung tetap berkomitmen untuk mengusut kasus ini secara mendalam. Menurut Budi Sartono, tindakan penempatan benda mencurigakan di depan tempat ibadah tetap perlu diselidiki karena dapat menimbulkan panik publik dan mengganggu ketertiban umum.

"Intinya, kasus ini langsung kami ambil alih karena benda tersebut tidak membahayakan, tetapi tindakan ini tetap perlu diselidiki secara mendalam. Kami ingin mengetahui siapa yang melakukan ini dan apa motif di balik perbuatan tersebut," jelasnya.

Untuk mengungkap kasus ini, polisi telah mulai melakukan olah TKP, mengumpulkan barang bukti, dan menginterogasi saksi-saksi yang berada di sekitar lokasi kejadian pada saat insiden terjadi. Penyelidikan ini melibatkan berbagai satuan pendukung untuk memastikan semua aspek terkuak dengan jelas.

Potensi Jeratan UU Terorisme Belum Dapat Dipastikan

Soal potensi pelaku terkena jeratan Undang-Undang (UU) Terorisme, Kapolrestabes Bandung menyatakan bahwa hal tersebut belum dapat dipastikan saat ini. Pihaknya masih menunggu hasil penyelidikan komprehensif untuk memahami maksud dan tujuan di balik penempatan benda mencurigakan tersebut.

"Kami perlu melihat apakah ada unsur kesengajaan dalam penempatan benda ini dan apa motif sebenarnya. Hanya setelah itu, kami dapat menentukan apakah pelaku akan dikenakan tuntutan hukum sesuai dengan ketentuan yang berlaku," ujar Budi Sartono.

Dampak Insiden pada Keamanan Publik di Wilayah Kosambi

Insiden ini menunjukkan betapa pentingnya kewaspadaan masyarakat dan respons cepat dari pihak berwenang dalam menjaga keamanan publik. Meskipun tidak ada kerusakan atau korban, penempatan benda mencurigakan di depan tempat ibadah dapat mengganggu ketenangan masyarakat dan merusak kepercayaan terhadap lingkungan sekitar.

Untuk menghindari insiden serupa di masa depan, polisi memberikan beberapa saran kepada masyarakat:

Langkah Selanjutnya Penyelidikan

Kepolisian Restabes Bandung akan terus melanjutkan penyelidikan kasus ini hingga pelaku dapat diidentifikasi dan dimintai pertanggungjawaban. Pihaknya juga akan memberikan update terbaru terkait perkembangan kasus ini kepada masyarakat secepat mungkin.

"Kami berkomitmen untuk menjaga keamanan dan ketertiban di Kota Bandung. Semua tindakan yang mengganggu ketertiban umum akan kami tangani dengan serius," tutup Budi Sartono.