Terbaru! Negosiasi Utang Whoosh Dimulai, RI-Cina Bahas Restrukturisasi KCJB Bandung
Proses negosiasi restrukturisasi utang proyek KCJB Whoosh antara Indonesia dan Cina sudah dimulai melalui tim khusus. Delegasi tinggi BKPM dan Menkeu akan segera berangkat ke Cina dengan proposal matang untuk menyelesaikan masalah utang secara menyeluruh dan cepat.

Proses Restrukturisasi Utang Whoosh Berjalan Lancar, RI Siapkan Delegasi Tinggi ke Cina
Polemik utang proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB) Whoosh yang telah menjadi perhatian publik akhir-akhir ini mulai menunjukkan tanda kemajuan. CEO Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara), Rosan P. Roeslani, mengungkapkan bahwa proses negosiasi antara pihak Indonesia dan Cina untuk penyelesaian utang proyek ini sudah berlangsung.
Latar Belakang Polemik Utang KCJB Whoosh
Proyek KCJB Whoosh merupakan salah satu proyek infrastruktur besar era Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang dibangun dengan kerja sama bilateral antara Indonesia dan Cina. Namun, seiring berjalannya waktu, proyek ini menghadapi masalah utang yang menjadi beban bagi negara. Utang yang terkait dengan pembiayaan proyek ini berasal dari konsorsium Bank Pembangunan Cina (CDB), sehingga diperlukan upaya restrukturisasi untuk memastikan kelangsungan proyek dan keberlanjutan keuangan negara.
Tim Khusus RI Sudah Buka Bicara dengan CDB dan Pemegang Saham Cina Whoosh
Menurut Rosan Roeslani, tim khusus yang dibentuk pemerintah untuk menangani masalah utang Whoosh sudah mulai melakukan negosiasi dengan pihak CDB serta pemegang saham Cina dari Whoosh.
"Tim juga sudah mulai bicara dengan sana (Cina), dan itu melibatkan Whoosh. Itu kan pemegang sahamnya juga ada pemegang saham dari Cina-nya," katanya kepada awak media usai rapat kerja dengan Komisi XII Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI di Komplek Parlemen, Jakarta Pusat, Selasa (2/12/2025).
Negosiasi ini fokus pada pembahasan skema restrukturisasi utang yang dapat diterima oleh kedua pihak. Pihak Indonesia berupaya untuk mendapatkan skema yang memungkinkan penyelesaian utang secara cepat dan tidak memberatkan keuangan negara secara berlebihan.
Skema Restrukturisasi Utang: Fokus pada Penyelesaian Menyeluruh dan Cepat
Rosan menekankan bahwa pembicaraan yang sedang berlangsung juga mencakup usulan dan permintaan Indonesia mengenai sejumlah skema restrukturisasi utang. Tujuan utama dari pembicaraan ini adalah untuk menyelesaikan polemik utang Whoosh secara menyeluruh dan cepat, sehingga tidak lagi menjadi masalah yang mengganggu stabilitas keuangan negara dan hubungan bilateral antara Indonesia dan Cina.
"Jadi, itu (skema penyelesaian utang) juga kita bicarakan dengan mereka. Apa yang ingin kita sampaikan, agar pernyataan Whoosh ini bisa secara menyeluruh, hasil keputusan kami seperti apa. Jadi, masih berjalan (proses diskusi) dan InsyaAllah juga akan cepat selesai," sambung Rosan.
Delegasi Tinggi RI Bakal Berangkat ke Cina: Persiapan Proposal yang Matang
Sebelumnya, Rosan juga mengakui bahwa dirinya bersama Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa akan segera berangkat ke Cina untuk membahas masalah utang Whoosh secara langsung. Namun, ia enggan membeberkan waktu tepat perjalanan delegasi ini, karena pihak Indonesia masih dalam tahap persiapan proposal yang matang.
"Kita komunikasi terus dengan beliau, dengan Pak Purbaya. Kita duduk dan kita sedang ini juga untuk memastikan bahwa nanti kita ke Cina-nya, kita sudah matang proposalnya. Kita tentunya akan kirim tim advance dulu untuk bicara dengan tim dari Cina, itu sudah berjalan. Tapi nanti gongnya mungkin saya dengan Pak Purbaya," ungkap Rosan di sela PLN CEO Forum di ICE BSD, Tangerang, Banten, Rabu (26/11/2025).
Implikasi Penyelesaian Utang Whoosh untuk Ekonomi RI dan Hubungan Bilateral
Penyelesaian utang Whoosh memiliki implikasi yang besar bagi ekonomi Indonesia dan hubungan bilateral dengan Cina. Jika masalah utang ini dapat diselesaikan dengan baik, maka proyek KCJB Whoosh dapat terus beroperasi dengan optimal, memberikan manfaat bagi masyarakat seperti peningkatan mobilitas antar kota Jakarta dan Bandung serta dorongan bagi perekonomian daerah sekitar proyek.
Selain itu, penyelesaian yang damai dan saling menguntungkan juga akan memperkuat hubungan bilateral antara Indonesia dan Cina, yang penting untuk proyek infrastruktur masa depan dan kerja sama ekonomi lainnya.
Kesimpulan: Proses Berjalan Lancar, Penyelesaian Akan Tiba Segera
Dari perkembangan terbaru ini, dapat disimpulkan bahwa proses restrukturisasi utang Whoosh berjalan lancar. Pihak Indonesia telah melakukan langkah-langkah yang matang untuk memastikan bahwa penyelesaian utang ini dapat dilakukan dengan cepat dan menyeluruh. Dengan persiapan delegasi tinggi yang akan berangkat ke Cina, diharapkan masalah utang Whoosh dapat segera diselesaikan, sehingga proyek ini dapat terus memberikan manfaat bagi masyarakat Indonesia.