Pintuberita.com — Portal Berita Bandung Raya & Jawa Barat

Terbaru! GP Ansor Subang Rilis Peternakan Ayam 30 Ribu Ekor: Gebrakan Ekonomi Kader

Bandung · Oleh Salsa Maharani · · Diperbarui 2 Maret 2026

GP Ansor Subang meresmikan peternakan ayam 30.000 ekor, wujudkan ekonomi kerakyatan & ketahanan pangan. Gebrakan strategis untuk kader & Subang!

Terbaru! GP Ansor Subang Rilis Peternakan Ayam 30 Ribu Ekor: Gebrakan Ekonomi Kader

GP Ansor Luncurkan Usaha Ayam Broiler 30.000 Ekor di Subang: Dorong Pemberdayaan Ekonomi Kader dan Ketahanan Pangan

SUBANG – Gerakan Pemuda Ansor (GP Ansor), melalui kolaborasi dengan Kelompok Usaha Gotong Royong BUMA Chicken Park (BCP), secara resmi memulai operasional usaha peternakan ayam broiler dengan kapasitas 30.000 ekor di Kabupaten Subang, Jawa Barat. Inisiatif strategis ini menandai komitmen organisasi dalam memperkuat ekonomi anggotanya sekaligus berkontribusi pada ketahanan pangan nasional.

Tahap Awal Realisasi Program Ekonomi Kerakyatan

Ketua Umum Pimpinan Pusat GP Ansor, Addin Jauharudin, menyatakan antusiasmenya terhadap pencapaian ini. "Alhamdulillah, kita bisa menutup akhir tahun dengan meresmikan kandang ayam broiler berkapasitas 30.000 ekor di Subang. Ini merupakan realisasi tahap pertama, dan kami optimis akan ada kelanjutan program yang dapat menjangkau seluruh kader di Indonesia," ujarnya pada 29 Desember lalu.

Pemberdayaan Ekonomi Kader dan Ketahanan Pangan

Addin menegaskan bahwa proyek ini merupakan upaya nyata dalam memberdayakan ekonomi kader dan menguatkan sektor ketahanan pangan. Ia menekankan pentingnya sistem usaha yang mengembalikan manfaat kepada kader dan organisasi. Model bisnis ini dirancang untuk mengintegrasikan program GP Ansor di tingkat akar rumput dengan program kedaulatan pangan pemerintah.

"Bisa dikatakan ini upaya mengintegrasikan program Ansor di level paling bawah dengan program kedaulatan pangan yang digencarkan pemerintah. Termasuk juga melakukan pemberdayaan ekonomi kader dan organisasi," tambah Addin.

Model Bisnis Gotong Royong Berbasis Akuntabilitas

GP Ansor mengajak para kader di berbagai daerah untuk secara aktif terlibat dalam pengembangan usaha ayam broiler ini. Model gotong royong memungkinkan kader berkontribusi dalam berbagai peran, mulai dari penyedia modal, penyewa lahan, hingga pemasok bibit ayam.

"Pengelolaannya akan dilakukan bersama-sama dengan mengedepankan aspek akuntabilitas dan bisnis yang modern. Siapa pun yang memiliki lahan, modal, atau bibit ayam, mari kita diskusikan. Dengan demikian, ekonomi kader akan tumbuh, dan kas organisasi juga akan berjalan," jelas Addin.

Pengawasan Ketat dan Berkelanjutan

Program peternakan ayam broiler ini, yang secara resmi dikukuhkan pada Oktober di Bandung, mengusung semangat ekonomi kerakyatan berbasis potensi kader di desa-desa. Addin mempertegas bahwa usaha ini sepenuhnya ditujukan untuk kesejahteraan kader dan harus dimaksimalkan.

Direktur Utama PT Sahabat Bintang Perkasa, Syamsul Arifin, yang bertanggung jawab atas manajemen usaha ini, memastikan akan adanya pengawasan ketat dan berkala. "Meskipun Kelompok Usaha Gotong Royong adalah usaha dari kader untuk kader, prinsip bisnis tetap kami kedepankan. Ke depan, akan ada evaluasi berkala, tindakan korektif jika diperlukan, dan juga apresiasi. Mari berkolaborasi dan berkontribusi bersama untuk kader, organisasi, dan tentu saja, masyarakat luas," pungkas Syamsul.

Melalui inisiatif ini, GP Ansor berharap dapat menciptakan ekosistem ekonomi yang mandiri dan berkelanjutan, memberikan nilai tambah bagi para anggotanya, serta turut menopang stabilitas pasokan pangan nasional.