Terbaru! Bupati Sumedang: Pejabat Wajib 'Napak Jagat' demi Pelayanan Prima 2025
Bupati Sumedang instruksikan pejabat "Napak Jagat" demi pelayanan prima 2025. Turun langsung ke lapangan, dengar keluhan, wujudkan kebijakan berempati.

Bupati Sumedang Tekankan Pejabat Struktural Wajib Turun ke Lapangan Demi Pelayanan Publik Prima
Sumedang, 5 Januari 2025 – Mengawali tahun 2026, Bupati Sumedang, Dony Ahmad Munir, secara tegas menginstruksikan seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) di Pemerintah Kabupaten Sumedang untuk mengedepankan kerja nyata dan penguatan fondasi pelayanan publik. Ia menegaskan bahwa tahun 2026 adalah momentum pembuktian kehadiran birokrasi bagi rakyat.
"Sebagai pejabat struktural, harus turun ke lapangan, mendengar keluhan rakyat secara langsung, bukan hanya 'melalui laporan'. Dari sanalah kebijakan yang berempati dan bernurani dapat diambil. Seorang pemimpin harus dekat dengan persoalan nyata di masyarakat," kata Bupati Dony saat memimpin apel pagi gabungan di Lapangan PPS.
Dalam arahannya, Bupati Dony memperkenalkan tagline Sumedang 2026 yang bernama 'Membumi'. Filosofi 'Membumi' ini diwujudkan melalui tiga prinsip utama yang mendalam:
- Kadeuleu (Terlihat): Prinsip ini menekankan bahwa kinerja pemerintah harus jelas terlihat dan manfaatnya harus dirasakan langsung oleh masyarakat. Pelayanan harus cepat dan pasti, proyek harus memiliki dampak yang nyata, dan program tidak boleh sekadar menggugurkan anggaran.
"Tidak boleh lagi ada program yang 'tidak jelas' dampaknya bagi masyarakat, dan tidak boleh ada kegiatan yang hanya sekadar mengugurkan anggaran," tegas Dony.
- Karampa (Terjangkau/Mudah): Prinsip ini menyerukan pengambilan keputusan yang lugas, pelayanan yang efisien tanpa birokrasi berbelit, serta koordinasi antar perangkat daerah yang solid dan saling mendukung. Peningkatan ekspektasi publik menuntut birokrasi yang responsif.
"Kita tahu zaman sudah berubah, ekspektasi publik semakin meningkat. Di sisi lain, birokrasi yang lambat adalah ketidakadilan baru bagi masyarakat. Mari kita bangun budaya kerja yang responsif, adaptif, dan solutif," tuturnya.
- Karasa (Terasa/Drasakan): Ini adalah ukuran tertinggi keberhasilan pemerintah, yaitu sejauh mana manfaat pembangunan benar-benar dirasakan oleh masyarakat secara konkret. Fokusnya bukan pada besarnya anggaran, tetapi pada dampak nyata seperti kesejahteraan petani, pertumbuhan UMKM, kemudahan investasi, kesehatan dan pendidikan anak-anak yang lebih baik, serta peningkatan layanan publik.
"Jadi perlu dipahami semua, bukan soal banyaknya kegiatan atau besarnya anggaran. Akan tetapi apakah petani lebih sejahtera, UMKM tumbuh, investasi semakin mudah, anak-anak lebih sehat dan berpendidikan, serta layanan publik semakin baik. Jika rakyat belum merasakan manfaatnya, maka kita belum berhasil," ujarnya.
Bupati Dony mengajak seluruh ASN untuk terus memperkuat integritas dan menjadi teladan dalam bekerja. Ia menegaskan bahwa kebijakan pemerintah tidak boleh hanya berhenti di atas kertas, melainkan harus menyentuh langsung realitas kehidupan masyarakat.
"Oleh karena itu, saya ingin menegaskan arah besar tagline Sumedang Tahun 2026 dalam mewujudkan Visi Sumedang Simpati Semakin Maju Menuju Indonesia Emas 2045, yakni Sumedang Membumi: Kadeuleu, Karampa, Karasa," pungkasnya. "Selamat bekerja dan selamat mengabdi. Mari kita awali Tahun 2026 dengan niat yang lurus, langkah yang kuat, dan kerja yang benar-benar berdampak bagi masyarakat."
_(Terakhir diperbarui: Selasa, 06 Januari 2026 - 05:28 WIB)_