Pintuberita.com — Portal Berita Bandung Raya & Jawa Barat

Tabrakan KA Argo Bromo di Grobogan: Mobil Haji Tertabrak, 4 Meninggal

Bandung · Oleh Fikri Ramadhan ·

Insiden tabrakan KA Argo Bromo dengan mobil pengantar jemaah haji di Grobogan menewaskan 4 orang, sebagai ketiga kecelakaan kereta api dalam satu pekan.

Tabrakan KA Argo Bromo di Grobogan: Mobil Haji Tertabrak, 4 Meninggal

Grobogan, Jawa Tengah – Sebuah insiden tragis menimpa rombongan pengantar jemaah haji pada dini hari 1 Mei 2026, ketika mobil Toyota Avanza putih mereka tertabrak oleh KA Argo Bromo Anggrek di perlintasan sebidang tanpa palang dan penjaga di perbatasan Desa Tuko dan Sidorejo, Kecamatan Pulokulon, Grobogan. Insiden ini menjadi ketiga kecelakaan kereta api dalam kurun waktu kurang dari satu pekan, setelah dua insiden sebelumnya di Bekasi dan Blitar.

Mobil Avanza yang tertabrak KA Argo Bromo terpental ke sawah di Grobogan Sumber: Sirojul Munir/Radar Kudus Jawa Pos Grup

Kronologi Lengkap Insiden

Rombongan ini berangkat dari Desa Kemloko, Kecamatan Godong, Grobogan, sekitar pukul 02.30 WIB, dengan tujuan mengirim Nardi dan Wartini, calon jemaah haji, ke Pendapa Kabupaten Grobogan untuk dilepas secara resmi sebelum berangkat melalui Embarkasi Donohudan, Boyolali. Total ada empat kendaraan dalam rombongan: dua mobil penumpang dan dua bus yang diisi tetangga. Mobil pertama diisi Nardi, Wartini, dan anak mereka, sedangkan mobil kedua diisi sembilan orang, termasuk keluarga dan besan pasangan calon jemaah haji.

Kurang dari 2,5 kilometer dari rumah, mobil kedua tiba di perlintasan sebidang tersebut. Menurut saksi mata, kereta api yang berrelasi dari Gambir ke Surabaya Pasar Turi menabrak mobil Avanza, yang kemudian terpental sejauh sekitar 10 meter sebelum menabrak tiang saluran jaringan internet dan jatuh ke sawah di sebelah perlintasan.

Daftar Korban Jiwa

Empat orang meninggal dunia dalam insiden ini, yaitu:

Dua korban lainnya mengalami luka-luka, termasuk Indah Setyowati, ibunda Sazhia dan menantu Nardi-Wartini, yang saat ini sedang dirawat di RSUD dr Soedjati Purwodadi. Ahmad Deni, ayah Sazhia, selamat karena berada di mobil berbeda dalam rombongan.

Reaksi Kerabat Korban

Salah satu kerabat korban, Siti Muntiah, menceritakan kejadian yang menimpa keluarganya:

"Saya lihat mobil itu terseret lalu masuk sawah. Langsung lemas (syok), tidak bisa berbuat apa-apa karena tahu di dalamnya ada saudara saya."

Ia menambahkan bahwa keluarga besar telah berkumpul untuk mengantar Nardi dan Wartini, yang sudah menantikan keberangkatan haji selama bertahun-tahun. Kehilangan empat anggota keluarga dalam sekejap menjadi pukulan yang sangat berat bagi seluruh keluarga.

Penyebab Kecelakaan Menurut Polisi

Menurut hasil penyelidikan Satlantas Polres Grobogan, penyebab utama kecelakaan adalah pandangan terbatas di perlintasan sebidang tersebut. Kasatlantas Polres Grobogan AKP Kumla Enggar Anjarani melalui Kanit Gakkum Iptu Arie Eko menjelaskan bahwa mobil Avanza berjalan dari arah selatan ke utara, dan ketika tiba di perlintasan, sopir tidak menyadari adanya kereta api yang mendekat dari arah barat ke timur.

"Pandangan di lokasi ini kurang dari sepuluh meter, sehingga sopir tidak bisa melihat kereta yang mendekat sebelum terlalu terlambat," kata Arie Eko. Dia menambahkan bahwa perlintasan sebidang tersebut tidak dilengkapi dengan palang pengaman dan penjaga, yang merupakan faktor risiko tinggi bagi pengguna jalan.

Konteks Tiga Kecelakaan Kereta dalam Lima Hari

Insiden Grobogan menjadi ketiga kecelakaan kereta api dalam kurun waktu kurang dari satu pekan:

Semua tiga insiden ini terkait dengan perlintasan sebidang tanpa pengaman, yang menimbulkan kekhawatiran tentang keselamatan pengguna jalan dan kereta api di Indonesia.

Tindakan yang Akan Diambil

Polisi Grobogan sedang menyelidiki insiden ini secara menyeluruh untuk mengidentifikasi faktor-faktor lain yang mungkin berkontribusi pada kecelakaan. Selain itu, pihak berwenang diharapkan akan meninjau keamanan perlintasan sebidang di seluruh wilayah Jawa Tengah dan Jawa Barat, terutama yang tidak dilengkapi dengan pengaman, untuk mencegah insiden serupa terjadi di masa depan.

Insiden ini kembali menyoroti pentingnya meningkatkan keselamatan di perlintasan sebidang, terutama di daerah dengan lalu lintas tinggi dan pandangan terbatas. Pemerintah dan KAI diharapkan dapat mengambil langkah-langkah konkret untuk mengatasi masalah ini, sehingga tidak ada lagi korban jiwa akibat tabrakan antara kereta api dan kendaraan bermotor.