Budi Pradono Hadirkan Ruang Hening dari Bambu Petung di Bawah Tanah Summarecon Bandung untuk Publik
LIMINAL, ruang hening dari bambu petung di bawah tanah, resmi dibuka Budi Pradono di Dia.Lo.Gue dotHub Summarecon Bandung untuk publik. Tiga program terbuka untuk masyarakat.

Di bawah permukaan tanah kawasan Summarecon Bandung, masyarakat kini bisa menemukan ruang hening bernama LIMINAL. Karya arsitektur eksperimental karya Budi Pradono ini menggunakan bambu petung lokal sebagai struktur utama, berbeda dari bangunan komersial umumnya di kawasan tersebut.
LIMINAL secara resmi dibuka untuk publik pada 12 September di Circular Plaza, Dia.Lo.Gue dotHub Bandung. Pengunjung tidak sekadar masuk dan keluar bangunan, melainkan diajak merasakan perjalanan ruang yang melibatkan cahaya, material, lanskap, dan keheningan.
Tiga bukaan berbentuk corong menjadi satu-satunya sumber cahaya alami bagi ruang yang berada di bawah tanah. Cahaya ini bergerak mengikuti waktu siang dan malam, membuat pengalaman setiap kunjungan berbeda.
Baca Juga: Persib Bandung kalah 2-1 dari Persija Jakarta di Stadion Utama Gelora Bung Karno
"Arsitektur tidak harus selalu hadir sebagai monumen yang besar, tinggi, atau dominan," kata Budi Pradono. Ia merancang LIMINAL sebagai mute space atau ruang hening yang terkubur tanpa monumen, semata untuk mengajak pengunjung merenung dan menghayati dunia.
Pendekatan yang ia kembangkan bernama ANTI-OBJECT ARCHITECTURE, di mana arsitektur bukan objek yang berdiri sendiri melainkan bagian dari hubungan antara manusia, lingkungan, dan konteks tempat. Konsep ini menjadi landasan pameran yang mempertunjukkan perjalanan pemikiran dan karya Budi Pradono selama bertahun-tahun.
Setelah dibuka, LIMINAL akan dikelola oleh Dia.Lo.Gue Bandung dengan tiga program utama. Program BUNYI bergerak di bidang musik dan pertunjukan. KATA menaungi literasi dan pemikiran. Sementara RUPA berfokus pada seni visual dan desain. Ketiganya dirancang sebagai ruang perjumpaan antara pelaku seni, budaya, dan masyarakat umum.
Baca Juga: 500 Pelajar SMA Jawa Barat Tampilkan Pertunjukan Kabaret di Festival Battle of Sierra Stars Bandung
Keberadaan LIMINAL menambah fungsi baru di kawasan Dia.Lo.Gue dotHub yang selama ini dikenal sebagai ruang kreatif interdisipliner. Pengunjung bisa mengikuti pameran, pertunjukan, diskusi, hingga workshop yang terbuka untuk umum, bukan hanya kalangan profesional.
Summarecon Bandung dalam pengembangannya memadukan fungsi hunian, komersial, dan ruang kreatif. Kehadiran fasilitas seperti LIMINAL memberikan opsi lain bagi warga Bandung dan sekitarnya yang mencari ruang untuk berinteraksi dengan seni dan arsitektur tanpa harus memasuki museum atau galeri formal.
Rangkaian pembukaan pameran ANTI-OBJECT ARCHITECTURE juga menyertakan pertunjukan "Tembang Puitik - Siklus Chairil Anwar" oleh Steff Pamungkas dan Yohanes Siem sebagai bagian dariprogram BUNYI yang pertama kali terbuka untuk publik.