Pintuberita.com — Portal Berita Bandung Raya & Jawa Barat

Super Flu di Bandung: Tanggapan RSHS dan Imbauan untuk Warga Jawa Barat

Bandung · Oleh Salsa Maharani · · Diperbarui 2 Maret 2026

Pada tahun 2025, RSHS Bandung menangani 10 kasus super flu (Influenza A H3N2 subclade K). Tren penularan virus ini kini menurun di Jawa Barat, dan rumah sakit rujukan ini menggunakan prosedur teruji dari pandemi COVID-19 untuk penanganan, dengan imbauan masyarakat tetap waspada dan menjaga kesehatan.

Super Flu di Bandung: Tanggapan RSHS dan Imbauan untuk Warga Jawa Barat

Konteks Super Flu di Jawa Barat: Kasus di RSHS Bandung Tahun 2025

Pada tahun 2025, Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung—rumah sakit rujukan utama di Jawa Barat—menangani total 10 kasus super flu yang disebabkan oleh Influenza A (H3N2) subclade K. Meski awalnya menjadi perhatian masyarakat, data terbaru menunjukkan tren penularan virus ini sudah menurun dibandingkan pada awal penyebarannya.

Fakta Super Flu (Influenza A H3N2 Subclade K): Gejala dan Penularan

Super flu yang sedang beredar bukanlah virus baru, namun varian ini memiliki gejala yang lebih berat dibandingkan influenza biasa. Menurut ahli penyakit infeksi RSHS, gejala utama yang muncul meliputi:

"Virus influenza A (H3N2) subclade K memiliki pola penularan yang sama dengan virus COVID-19, yakni melalui droplet. Artinya, penularan bisa terjadi melalui percikan air liur saat batuk, bersin, atau berbicara secara dekat," ungkap Direktur Medik dan Keperawatan RSHS, Iwan Abdul Rachman, pada Kamis (8/1).

Kondisi Kasus Super Flu di RSHS Bandung dan Tren Penularan Saat Ini

Dari 10 kasus super flu yang dirawat di RSHS Bandung pada tahun 2025, satu pasien meninggal dunia akibat adanya penyakit bawaan yang memperparah kondisi. Dua di antaranya merupakan bayi dan anak-anak, kelompok yang memiliki sistem kekebalan tubuh yang lebih lemah.

Kepastian adanya varian Influenza A (H3N2) subclade K di RSHS Bandung dikonfirmasi oleh Balai Besar Laboratorium Biologi Kesehatan pada awal Januari 2026. Puncak kasus influenza yang ditangani oleh rumah sakit ini terjadi pada Oktober 2025, sebelum tren penularan mulai menurun hingga saat ini. Kondisi penurunan tren ini juga terjadi di seluruh wilayah Jawa Barat, menunjukkan bahwa upaya pencegahan dan penanganan yang dilakukan sudah memberikan hasil.

Prosedur Penanganan Super Flu di RSHS Bandung yang Sudah Teruji

RSHS Bandung telah menyiapkan prosedur penanganan yang matang untuk pasien super flu, mengadaptasi tata laksana yang digunakan selama pandemi COVID-19. Hal ini karena kedua virus memiliki pola penularan yang sama melalui droplet.

"RSHS sudah punya tata laksana pada pasien dengan droplet yang datang ke rumah sakit maupun yang datang ke instalasi gawat darurat (IGD). Prosedur ini termasuk isolasi pasien, penggunaan alat pelindung diri (APD) yang tepat oleh tenaga medis, dan pengelolaan ruang yang sesuai," tambah Iwan Abdul Rachman.

Prosedur yang diterapkan ini telah terbukti efektif dalam mencegah penyebaran virus di dalam rumah sakit dan memastikan pasien mendapatkan perawatan yang optimal.

Imbauan dari Tenaga Medis RSHS untuk Masyarakat

Tenaga medis RSHS Bandung mengimbau masyarakat untuk tidak panik dengan adanya super flu, namun tetap waspada dan menerapkan langkah pencegahan yang sederhana:

Jika merasakan gejala flu yang berat seperti demam tinggi yang berlangsung lebih dari 3 hari, batuk parah, atau kesulitan bernapas, segera hubungi atau datang ke fasilitas kesehatan terdekat untuk mendapatkan penanganan dini.

Kesimpulan

Meskipun terdapat kasus super flu di RSHS Bandung pada tahun 2025, tren penularan virus ini sudah menurun di Jawa Barat. RSHS Bandung tetap siap menangani kasus apa pun dengan prosedur yang teruji, dan masyarakat diimbau untuk tetap menjaga kesehatan dan menerapkan langkah pencegahan yang tepat.