Pintuberita.com — Portal Berita Bandung Raya & Jawa Barat

Sumedang Menjadi Kabupaten Pertama Manfaatkan AI untuk Layanan Publik

Jabar · Oleh Nayla Putri ·

Pemerintah Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, menjadi kabupaten pertama di Indonesia yang memanfaatkan AI untuk layanan publik berbasis data, sebagai lanjutan transformasi digital daerah.

Sumedang Menjadi Kabupaten Pertama Manfaatkan AI untuk Layanan Publik

Pemerintah Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, telah melangkah maju dalam transformasi birokrasi digital dengan menjadi kabupaten pertama di Indonesia yang memanfaatkan kecerdasan buatan (AI) untuk mendukung layanan dan pengurusan rakyat. Langkah inovatif ini diumumkan oleh Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir sebagai bagian dari upaya memperkuat tata kelola pemerintahan berbasis teknologi dan meningkatkan responsivitas terhadap kebutuhan masyarakat.

Latar Belakang Transformasi Digital Sumedang

Sebelum menerapkan AI, Sumedang telah membangun ekosistem digital yang komprehensif melalui program Sumedang Connected. Program ini menghubungkan seluruh 26 kecamatan dan 270 desa di wilayah tersebut ke dalam satu sistem layanan terintegrasi, dilengkapi dengan command center, dashboard lintas perangkat daerah, dan sistem pelaporan publik berbasis data langsung. Infrastruktur ini menjadi fondasi untuk pengambilan keputusan yang lebih presisi dan responsif terhadap persoalan publik.

Penerapan AI untuk Optimalisasi Layanan Publik

Menurut Bupati Dony, penerapan AI merupakan tahap lanjutan dari transformasi digital yang telah dibangun selama beberapa tahun terakhir. Ia menjelaskan bahwa AI akan digunakan untuk membaca dan menganalisis data publik, mengidentifikasi persoalan yang dihadapi masyarakat, serta menghasilkan rekomendasi kebijakan secara lebih cepat dan akurat.

"Teknologi bukan sekadar perangkat, tetapi instrumen untuk menghadirkan pelayanan publik yang cepat, tepat, dan berdampak langsung bagi masyarakat."

Ia menambahkan bahwa tujuan utama penggunaan AI adalah untuk memperkuat analisis data, merumuskan kebijakan yang berbasis bukti, serta mempercepat respons terhadap kebutuhan publik.

Aplikasi Terintegrasi yang Mendukung Layanan

Pemerintah Daerah Sumedang telah mengembangkan berbagai aplikasi terintegrasi untuk mendukung layanan publik, di antaranya:

Semua aplikasi ini dibangun dengan prinsip integrasi, bukan duplikasi, dengan standar "satu data, satu sistem, dan satu standar pelayanan" untuk menyederhanakan proses layanan bagi masyarakat.

Capaian Indeks SPBE Sumedang

Upaya digitalisasi pemerintahan Sumedang telah menghasilkan peningkatan yang signifikan dalam Indeks Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) selama tiga tahun terakhir:

Capaian ini menempatkan Sumedang sebagai salah satu daerah dengan performa digitalisasi yang kompetitif di tingkat nasional, menunjukkan komitmen daerah dalam mengikuti arahan transformasi digital pemerintah pusat.

Harapan dan Dampak ke Depan

Dengan dukungan infrastruktur digital yang telah menjangkau seluruh wilayah administratif, termasuk tingkat desa, Bupati Dony berharap bahwa penggunaan AI akan menjadi akselerator untuk meningkatkan kualitas layanan publik dan daya saing daerah Sumedang. Ia menegaskan bahwa digitalisasi yang terintegrasi hingga tingkat desa menjadi modal penting agar kebijakan berbasis data dapat dijalankan secara efektif di seluruh wilayah. Langkah Sumedang ini diharapkan dapat menjadi contoh bagi daerah lain di Jawa Barat dan Indonesia dalam mengoptimalkan teknologi untuk pelayanan publik yang lebih baik dan responsif.