Suhu Cianjur Sentuh 34-35 Derajat Celsius, BPBD Perpanjang Status Siaga Darurat Kekeringan hingga Akhir Oktober 2026
Suhu udara Cianjur naik ke 34-35 derajat celsius akibat El Nino. BPBD memperpanjang status siaga darurat kekeringan hingga 31 Oktober 2026. Warga wilayah selatan belum terjangkau hujan.

Gelombang panas melanda Kabupaten Cianjur dalam sepekan terakhir. Suhu rata-rata di wilayah ini kini berada di angka 34 hingga 35 derajat celsius, jauh di atas kondisi normal yang biasanya berkisar 29 hingga 31 derajat celsius.
Kondisi ini dipicu oleh fenomena El Nino yang hingga kini belum berakhir. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika memprediksi El Nino baru akan benar-benar berlalu pada tahun depan.
Peningkatan suhu ini memperparah situasi kekeringan yang sudah melanda Cianjur selama berminggu-minggu. Beberapa sumber air yang biasa digunakan warga mulai mengering. Warga di pedesaan harus mencari air ke sumber yang jaraknya semakin jauh.
Baca Juga: Maruli Simanjuntak Pimpin TNI dan Kelola Perbatasan, Tantangan Berat Menanti
"Ini merupakan dampak El Nino yang hingga kini masih terjadi," kata Samudra Wira Purnama, Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Cianjur, Kamis (15/10/2026).
Sepanjang September, Cianjur mengalami puncak kebakaran hutan dan lahan. Data menunjukkan 54 kasus karhutla terjadi selama bulan itu, menghanguskan total 37,8 hektar lahan.
"Puncak karhutla itu terjadi pada September. Kasusnya tergolong cukup masif, sehari rata-rata bisa mencapai 2-3 kejadian," jelas Samudra.
Baca Juga: Eks admin judol Kamboja buka jaringan di vila Puncak Cianjur, 9 telemarketing ditangkap
Saat ini, intensitas karhutla di Cianjur mulai menurun dibandingkan September. Namun BPBD tetap meningkatkan pemantauan karena suhu udara yang tinggi membuat material kering更容易 terbakar.
Pemerintah Kabupaten Cianjur resmi memperpanjang status siaga darurat kekeringan. Keputusan ini diambil menyusul kebijakan serupa dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat.
Status siaga darurat kekeringan yang awalnya berlaku hingga 30 September kini diperpanjang selama satu bulan penuh, berlaku dari 1 hingga 31 Oktober 2026.
"Hujan baru dilaporkan turun di wilayah utara dan tengah. Untuk wilayah selatan, hingga saat ini dilaporkan belum turun hujan sama sekali," tutur Samudra.
Ketimpangan distribusi hujan ini membuat warga di bagian selatan Cianjur masih harus bertahan dalam kondisi tanpa akses air yang memadai. Mereka menanggung beban terberat dari kemarau panjang yang belum juga berakhir.