PPP Bekasi Tunggu Mandat Partai Usulkan Sarif Marhaendi sebagai Calon Wakil Bupati
PPP Kabupaten Bekasi menyatakan kesiapan kader internal untuk mengisi kekosongan wakil bupati, namun belum ada keputusan resmi dari partai koalisi.

Kekosongan kursi Wakil Bupati Kabupaten Bekasi membuat pemerintahan daerah mengandalkan satu kepala daerah sejak Februari 2024. Pasangan Ade Kuswara Kunang dan Asep Surya Atmaja memang memenangkan elections kepala daerah, tetapi pelantikan hanya menghasilkan satu kepala daerah yang bertugas.
Koalisi pengusung yang terdiri atas PDI Perjuangan, PBB, PPP, dan Partai Buruh kini mulai membahas figur yang pantas mengisi kekosongan itu. Ketua DPC PPP Kabupaten Bekasi Sarif Marhaendi menyatakan kesiapan partainya untuk turut serta dalam proses tersebut.
"Kalau partai memang menunjuk saya untuk ikut kontestasi dalam pengisian wakil bupati, saya sebagai kader partai akan siap," kata Sarif.
Baca Juga: Api Melalap Kantor BPN Karawang, Dokumen Tanah Jutaan Warga Terancam
Namun ia menegaskan bahwa hingga saat itu belum ada keputusan resmi dari partai-partai koalisi mengenai nama yang akan diusulkan. "Hari ini nama-nama yang muncul baru prediksi teman-teman. Termasuk nama saya juga dimunculkan, tapi untuk pembahasan di partai koalisi belum ada," jelas Sarif.
Mekanisme pengisian kekosongan wakil kepala daerah mengharuskan partai pengusung mengajukan dua nama kepada kepala daerah. Kepala daerah kemudian memilih salah satu dan mengajukan nama tersebut ke DPRD untuk mendapat persetujuan. "Semua partai pengusung ini punya hak untuk mengisi kekosongan wakil bupati. Cuma nanti harus dua nama yang dimunculkan," lanjut Sarif.
Sebagai kawasan industri dengan pertumbuhan penduduk yang pesat, Kabupaten Bekasi menghadapi tantangan pembangunan yang kompleks mulai dari infrastruktur, pelayanan publik, ketenagakerjaan, hingga pengelolaan lingkungan. Keberadaan wakil kepala daerah dianggap penting untuk membantukoordinasikan pelaksanaan program pemerintahan agar berjalan efektif.
Baca Juga: Garda Bekasi Desak Penetapan Bupati Definitif Agar Program Pembangunan Tidak Terhenti
Penentuan kader PPP yang akan diajukan sepenuhnya berada di tangan pimpinan partai tingkat pusat. "Sejauh ini kita sebagai koalisi masih sebatas obrolan umum. Komunikasi antarpartai sejauh ini belum menyentuh pembahasan nama secara resmi," tegas Sarif.
Kesiapan PPP untuk mengisi kekosongan mencerminkan tanggung jawab partai pengusung setelah berhasil memenangkan pasangan Ade-Asep. Namun proses politik memerlukan komunikasi dan konsolidasi antarpartai koalisi agar keputusan yang dihasilkan memiliki legitimasi yang kuat.