Pintuberita.com — Portal Berita Bandung Raya & Jawa Barat

Strategi TPID Subang Kendalikan Harga Pangan Menjelang Ramadan 2026

Bandung · Oleh Fikri Ramadhan · · Diperbarui 2 Maret 2026

TPID Subang dan TNI-Polri sidak pasar terminal untuk menjaga stabilitas harga pangan menjelang Ramadan 2026, mengantisipasi lonjakan harga minyak, telur, dan cabai.

Strategi TPID Subang Kendalikan Harga Pangan Menjelang Ramadan 2026

Latar Belakang Harga Pangan Menjelang Bulan Suci

Menjelang Ramadan 2026, kekhawatiran warga Subang terkait kenaikan harga kebutuhan pokok kembali mengemuka. Komoditas utama seperti minyak goreng, telur, dan cabai menunjukkan tren naik pada beberapa minggu terakhir, menambah beban rumah tangga yang sudah merencanakan pengeluaran ekstra untuk persiapan berbuka dan sahur.

TPID Subang Lakukan Sidak Pasar Mendadak

Untuk mencegah lonjakan harga yang dapat mengganggu ketenangan masyarakat, Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kabupaten Subang melaksanakan inspeksi mendadak di Pasar Terminal Subang pada Jumat, 13 Februari 2026. Kegiatan ini dilakukan bersama aparat TNI‑Polri, menandakan sinergi lintas sektor dalam mengawasi pasokan bahan pokok.

"Kegiatan ini untuk memantau pasokan bahan pokok dan memastikan harga tetap terjangkau menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional," ujar Memet HM Warnaen, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Subang.

Tujuan dan Mekanisme Sidak

Hasil Awal Pantauan

Dari hasil sidak, sebagian besar harga kebutuhan pokok masih berada pada level relatif stabil. Namun, terdapat peningkatan marginal pada:

Meskipun kenaikan ini masih dalam batas wajar, TPID menilai perlu tindakan preventif untuk menghindari akumulasi tekanan inflasi menjelang Idul Fitri.

Pendekatan Kebijakan dan Kolaborasi

Sebagai tindak lanjut dari Pasamoan Agung (High Level Meeting) dengan tema Strategis Pengendalian Inflasi dalam Menghadapi Ramadan dan Idul Fitri 2026, pihak berwenang menekankan pentingnya:

"Melalui sidak ini, kami ingin memastikan ketersediaan bahan pokok tetap aman dan harga tetap terkendali, sehingga masyarakat dapat menjalankan ibadah Ramadan dengan tenang," kata Kapten Arm M. Saprudin K, perwakilan TNI dalam kegiatan.

Suara Pedagang Pasar

Yeyet, seorang pedagang berusia 45 tahun di Pasar Terminal Subang, mengungkapkan keprihatinannya:

"Kami khawatir harga minyak goreng naik, begitu juga telur dan cabai. Kami berharap barang tetap ada, tidak langka, dan harganya stabil."

Pernyataan ini menegaskan bahwa ketersediaan barang sama pentingnya dengan stabilitas harga bagi pelaku usaha mikro di lapangan.

Analisis Dampak Ekonomi Lokal

Secara makro, stabilitas harga pangan berperan krusial dalam menjaga daya beli konsumen selama periode peningkatan konsumsi. Jika inflasi bahan pokok tidak terkendali, dampaknya dapat meluas ke:

Dengan intervensi awal TPTP, Subang berpotensi menahan inflasi regional di bawah 2 % selama bulan Ramadan, sejalan dengan target nasional.

Rekomendasi untuk Pemerintah dan Masyarakat

  1. Perkuat jaringan distribusi: Pastikan pasokan dari grosir ke eceran tidak terhambat oleh faktor logistik.
  2. Pantau harga secara real‑time: Manfaatkan platform digital untuk mengungkap anomali harga secara cepat.
  3. Edukasi konsumen: Kampanyekan pesan anti‑penimbunan dan pentingnya perencanaan belanja.
  4. Dukungan regulasi: Terapkan sanksi tegas bagi pelaku yang terbukti melakukan praktik spekulasi.

Kesimpulan

Sidak yang dilakukan TPID Subang bersama TNI‑Polri menunjukkan pendekatan proaktif dalam menjaga kestabilan harga pangan menjelang Ramadan. Meskipun terdapat kenaikan marginal pada beberapa komoditas, sinergi lintas sektor dan kebijakan preventif diharapkan dapat menahan lonjakan harga dan memastikan masyarakat dapat beribadah dengan tenang.

Jika upaya ini terus dipertahankan hingga Idul Fitri, Subang dapat menjadi contoh bagi daerah lain dalam mengelola inflasi bahan pokok selama periode keagamaan yang sensitif.