Pintuberita.com — Portal Berita Bandung Raya & Jawa Barat

Stok Pertalite di Beberapa SPBU Depok Menipis Akibat Lonjakan Harga Pertamax

Jabar · Oleh Salsa Maharani ·

Stok Pertalite di beberapa SPBU Depok mulai menipis akibat lonjakan permintaan besar-besaran setelah kenaikan harga Pertamax.

Stok Pertalite di Beberapa SPBU Depok Menipis Akibat Lonjakan Harga Pertamax

Stok bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertalite di beberapa Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Kota Depok, Jawa Barat, mulai mengalami penipisan dalam beberapa hari terakhir. Fenomena ini muncul sebagai dampak langsung dari kebijakan penyesuaian harga BBM nonsubsidi, yang membuat selisih harga antara Pertamax dan Pertalite semakin lebar.

Penyebab Lonjakan Permintaan dan Penipisan Stok

Kenaikan harga Pertamax (RON 92) menjadi Rp16.250 per liter dari sebelumnya Rp12.300 per liter telah menciptakan selisih harga sebesar Rp6.250 per liter dengan Pertalite yang dijual dengan harga tetap Rp10.000 per liter. Selisih yang signifikan ini mendorong migrasi konsumen secara besar-besaran dari Pertamax ke Pertalite, yang menjadi faktor utama penipisan stok. Selain itu, beberapa pengawas SPBU mengungkapkan bahwa keterlambatan pengiriman BBM dari depot juga memperparah kondisi stok yang menipis. "Keterlambatan pengiriman dari depot sering terjadi, yang kemudian memicu antrean dari masyarakat sehingga stok cepat habis sebelum jadwal pengiriman berikutnya tiba," kata Dede Setiadi, Pengawas SPBU 34-16-9-24 pada Kamis (11/6).

Kondisi Antrian di Beberapa SPBU Depok

Pantauan di beberapa lokasi SPBU di Depok menunjukkan bahwa antrean kendaraan roda dua dan roda empat yang ingin mengisi Pertalite tampak mengular di beberapa titik. Salah satu SPBU yang berada di Jalan Raya Bogor, ujung yang berbatasan langsung dengan Kelurahan Pekayon, Jakarta Timur, terlihat ramai dengan antrean kendaraan roda dua yang mencapai ratusan meter. Salah satu pengendara motor bernama Ridwan, 22 tahun, mengaku telah beralih dari Pertamax ke Pertalite karena selisih harga yang terlalu lebar. "Dulu saya isi Pertamax, tapi sekarang harganya jauh naik. Jadi saya pindah ke Pertalite untuk menghemat biaya," ujarnya. Ridwan juga mengungkapkan harapannya bahwa pemerintah tidak akan menaikkan harga Pertalite, mengingat hal itu akan semakin memberatkan masyarakat berpenghasilan rendah.

Status Stok di SPBU Tertentu

Dede Setiadi menjelaskan bahwa di SPBU yang dia awasi, stok Pertalite masih cukup dan aman, dengan harga tetap sesuai tarif yang ditetapkan. Namun, ia mengakui bahwa sebagian besar SPBU lain di Depok mengalami kesulitan dalam memenuhi permintaan Pertalite yang tinggi. "Tingginya lonjakan permintaan menyebabkan pasokan Pertalite di sejumlah SPBU di Kota Depok cepat habis. Kota Depok sendiri memiliki sekitar 30 titik SPBU," tambahnya.

Kenaikan harga Pertamax telah menimbulkan dampak signifikan pada distribusi BBM subsidi, dengan masyarakat yang mencari alternatif yang lebih terjangkau. Namun, fenomena penipisan stok Pertalite di beberapa SPBU Depok menunjukkan bahwa sistem distribusi BBM masih menghadapi tantangan dalam memenuhi lonjakan permintaan yang tiba-tiba.