Stasiun Bandung Siap Sambut Libur Akhir Tahun: Kemenparekraf Pastikan Layanan Optimal
Kemenparekraf pastikan Stasiun Bandung siap layani lonjakan penumpang libur Nataru 2025/2026. Pantauan detail jamin kenyamanan & kelancaran perjalanan.

Kemenparekraf Pastikan Layanan Optimal di Stasiun Bandung Selama Libur Akhir Tahun
Libur akhir tahun, khususnya menyambut Tahun Baru 2026, selalu diwarnai dengan mobilitas masyarakat yang tinggi, termasuk penggunaan angkutan publik seperti kereta api. Untuk memastikan kelancaran dan kenyamanan para pelaku perjalanan, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) mengambil langkah proaktif dengan melakukan pemantauan menyeluruh di Stasiun Bandung.
Pemantauan Kesiapan Layanan Transportasi
Tim pemantauan, yang dipimpin oleh Ketua Tim Peninjauan Nataru Kota Bandung dari Kemenparekraf, Anwari Masatip, melakukan observasi detail guna memastikan berbagai aspek layanan. "Kami harus memastikan kelancaran pelayanan transportasi selama libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru)," tegas Anwari Masatip. Pemantauan ini bertujuan untuk:
- Melihat secara langsung kesiapan sarana dan prasarana.
- Mengevaluasi kualitas pelayanan kepada penumpang.
- Mengelola lonjakan mobilitas masyarakat pada periode libur akhir tahun.
Anwari Masatip, yang juga menjabat sebagai Direktur Politeknik Pariwisata NHI Bandung, menambahkan bahwa kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari arahan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif untuk menjamin transportasi publik berjalan aman, lancar, dan memberikan kenyamanan optimal bagi masyarakat selama Nataru. Tim turut memeriksa berbagai fasilitas pendukung, mulai dari ruang tunggu, area peron, fasilitas klinik, hingga kebersihan dan kelayakan toilet, memastikan semua berfungsi optimal bagi penumpang yang memadati stasiun.
Peningkatan Penumpang dan Penambahan Layanan
Hasil pemantauan menunjukkan adanya peningkatan signifikan jumlah penumpang kereta api di Stasiun Bandung selama periode Nataru, dengan kenaikan mencapai sekitar 77% dibandingkan hari normal. Pada puncak arus penumpang, Stasiun Bandung melayani hingga sekitar 20.000 penumpang dalam satu hari. Destinasi favorit penumpang meliputi Yogyakarta, Jawa Tengah, dan Jawa Timur.
Dari sisi operasional, perjalanan kereta api selama Nataru terpantau berjalan lancar dengan _tingkat ketepatan waktu mencapai 100%_. Untuk mengakomodasi peningkatan permintaan, telah dilakukan penambahan dua jadwal perjalanan Kereta Api Lodaya pada rute Bandung–Solo.
Kesiapan Layanan Kesehatan dan Dukungan Personel
Kesiapan layanan kesehatan menjadi sorotan penting. Klinik di Stasiun Bandung disiagakan untuk menangani penumpang yang mengalami gangguan kesehatan. Petugas kesehatan sigap memberikan penanganan, termasuk penggunaan tandu atau kursi roda apabila diperlukan, khususnya di area penjemputan.
Dalam mendukung kelancaran operasional, Stasiun Bandung melibatkan penambahan jumlah personel, termasuk dari unsur TNI. Selain itu, Komunitas Edan Sepur Indonesia, sebuah komunitas pencinta kereta api, turut membantu dalam pengaturan dan pelayanan penumpang di area stasiun.
Wakil Kepala Stasiun Besar Bandung, Ridho, mengungkapkan komitmen pihaknya: "Kami terus memastikan kesiapan sarana, prasarana, serta sumber daya manusia dalam memberikan pelayanan terbaik kepada pelanggan. Kami juga secara rutin melakukan evaluasi melalui Posko Angkutan Nataru agar operasional perjalanan kereta api tetap berjalan lancar, aman, dan tepat waktu.”
Apresiasi dan Imbauan untuk Pelanggan
Anwari Masatip mengapresiasi kesiapan dan kinerja pengelola Stasiun Bandung dalam menghadapi lonjakan penumpang. Ia menilai ketepatan waktu perjalanan, kesiapan fasilitas publik, layanan kesehatan, penambahan jadwal kereta, serta dukungan personel tambahan sebagai upaya nyata dalam menjaga kualitas layanan transportasi publik.
"Kami mengimbau kepada para pelanggan kereta api untuk mempersiapkan perjalanan dengan baik. Datang lebih awal ke stasiun, serta mematuhi seluruh ketentuan yang berlaku demi kelancaran, keamanan, dan kenyamanan bersama selama masa libur Natal dan Tahun Baru 2026," tambahnya.
Melalui pemantauan ini, Kemenparekraf menegaskan komitmennya untuk terus mengawal penyelenggaraan pelayanan transportasi selama periode Nataru, sebagai bagian dari upaya mendukung pergerakan wisatawan yang aman, nyaman, dan berkelanjutan. Informasi lebih lanjut mengenai layanan kereta api dapat diakses melalui platform resmi PT Kereta Api Indonesia (Persero).