Pintuberita.com — Portal Berita Bandung Raya & Jawa Barat

SNBT 2026: Program Sarjana Terapan Unpad Tetap Menjadi Rebutan dengan Keketatan Tinggi

Bandung · Oleh Nabila Azzahra ·

Program Sarjana Terapan Sekolah Vokasi Unpad tetap menjadi pilihan favorit peserta SNBT 2026 dengan tingkat keketatan 0,84-4,16 persen. Lulusan program ini juga memiliki tingkat keterserapan kerja yang tinggi di dunia industri.

SNBT 2026: Program Sarjana Terapan Unpad Tetap Menjadi Rebutan dengan Keketatan Tinggi

Pembukaan

Bandung, Senin (1/6/2026) — Program studi Sarjana Terapan di bawah naungan Sekolah Vokasi (SV) Universitas Padjadjaran (Unpad) masih menjadi pilihan favorit peserta Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT) 2026. Data terbaru menunjukkan tingkat keketatan masuk program ini berada di rentang 0,84 hingga 4,16 persen, yang berarti hanya satu hingga lima orang dari setiap 100 pendaftar yang berhasil diterima.

Tingkat Keketatan yang Ketat di SNBT 2026

Rentang keketatan 0,84 hingga 4,16 persen menjadikan program Sarjana Terapan Unpad salah satu program studi dengan persaingan paling tinggi di SNBT 2026. Angka ini menunjukkan betapa diminatinya program vokasi yang fokus pada persiapan lulusan siap kerja dibandingkan program sarjana umum. Menurut Dekan SV Unpad Dr. Kurniawan Saefullah, S.E., M.Ec., calon mahasiswa dan orang tua kini semakin realistis dalam menentukan pilihan program studi.

Alasan Popularitas yang Tetap Terjaga

Dr. Kurniawan menyebut bahwa para calon mahasiswa semakin memahami peran pendidikan vokasi dalam mempersiapkan lulusan yang siap memasuki dunia usaha, industri, dan dunia kerja (DUDIKA).

"Kurikulum Sekolah Vokasi didominasi oleh praktikum, laboratorium, teaching factory, magang, serta project based learning. Calon mahasiswa sekarang jauh lebih peduli dan teliti saat mendaftar, dan umumnya melakukan riset mandiri sebelum mengambil pilihan," ujarnya.

Tingginya tingkat keketatan program ini juga dipengaruhi oleh akumulasi jumlah pendaftar yang memilih program Sarjana Terapan Unpad sebagai pilihan pertama hingga keempat dalam formulir SNBT, ditambah daya tampung yang tersedia yang masih terbatas.

Batasan Daya Tampung dan Rencana Pengembangan

Secara umum, daya tampung mahasiswa untuk program Sarjana maupun Sarjana Terapan dibatasi sesuai ketentuan yang ditetapkan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemdikbudristek). Namun, pihaknya sedang mempertimbangkan penambahan daya tampung untuk beberapa program studi yang rasio dosen dan mahasiswanya masih memungkinkan di masa mendatang. Selain itu, SV Unpad juga terus mengkaji pengembangan program studi baru yang sesuai dengan kebutuhan industri. Beberapa bidang yang tengah dipertimbangkan antara lain Artificial Intelligence (AI), Cyber Security, industri kesehatan, serta program studi lain yang memiliki potensi employability tinggi di masa depan.

Keterserapan Lulusan yang Tinggi

Salah satu daya tarik utama program Sarjana Terapan Unpad adalah tingkat keterserapan kerja lulusannya yang tinggi. Menurut Dr. Kurniawan, meskipun SV Unpad merupakan hasil spin-off program Sarjana Terapan dari delapan fakultas di lingkungan Unpad dan belum memiliki alumni sendiri, data tracer study dari program sebelumnya dapat menjadi gambaran capaian lulusannya. Contoh capaian keterserapan kerja yang mengesankan antara lain:

Meski demikian, Dr. Kurniawan menegaskan bahwa angka tersebut merupakan rata-rata capaian lulusan dan tidak berarti seluruh lulusan langsung terserap ke dunia kerja.

"Perlu digarisbawahi, data keterserapan tersebut didasarkan pada rata-rata lulusan sehingga tidak berarti tidak ada lulusan yang belum atau tidak terserap," ujarnya.

Penutup

Popularitas program Sarjana Terapan Unpad di SNBT 2026 menunjukkan bahwa pendidikan vokasi semakin diakui sebagai jalur yang tepat untuk mempersiapkan lulusan yang siap bersaing di dunia kerja. Dengan terus mengembangkan program studi yang sesuai dengan tren industri dan kebutuhan pasar kerja, SV Unpad berpotensi tetap menjadi pilihan utama calon mahasiswa di tahun-tahun mendatang.