Pintuberita.com — Portal Berita Bandung Raya & Jawa Barat

Sisa Hari Puasa Ramadhan 2026: Perbedaan Keputusan Kemenag dan Muhammadiyah

Bandung · Oleh Nayla Putri ·

Umat Muslim di Indonesia, termasuk di Bandung, menghadapi selisih satu hari hitung puasa Ramadhan 2026 antara Kemenag dan Muhammadiyah, dengan informasi sisa hari puasa hingga Idul Fitri.

Sisa Hari Puasa Ramadhan 2026: Perbedaan Keputusan Kemenag dan Muhammadiyah

Konteks Pertengahan Ramadhan 2026

Pada pertengahan bulan suci Ramadhan 1447 H, tepatnya Kamis, 5 Maret 2026, umat Muslim di Indonesia termasuk di wilayah Bandung menghadapi situasi yang sedikit unik: terdapat selisih satu hari dalam hitungan hari puasa antara dua otoritas agama terbesar. Sebagian jemaah mengikuti keputusan Pemerintah Indonesia, sementara sebagian lainnya mengikuti pedoman dari Muhammadiyah.

Perbedaan Keputusan Hitung Puasa Antara Kemenag dan Muhammadiyah

Berdasarkan hasil Sidang Isbat Kementerian Agama (Kemenag), awal puasa Ramadhan 1447 H ditetapkan jatuh pada Kamis, 19 Februari 2026. Alhasil, bagi jemaah yang mengikuti keputusan pemerintah, tanggal 5 Maret 2026 merupakan hari ke-15 ibadah puasa.

Di sisi lain, Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah telah menetapkan awal puasa pada Rabu, 18 Februari 2026. Keputusan ini didasarkan pada metode Hisab Hakiki Wujudul Hilal yang dikelola oleh Majelis Tarjih dan Tajdid. Dengan demikian, pada 5 Maret 2026, warga Muhammadiyah tercatat sudah menjalankan puasa hari ke-16.

Selisih satu hari ini disebabkan oleh perbedaan metode dalam menentukan awal bulan Ramadhan. Kemenag menggunakan metode kombinasi pengamatan langsung (rukyat) dan perhitungan astronomi (hisab), sedangkan Muhammadiyah hanya menggunakan metode hisab yang ketat tanpa memerlukan pengamatan langsung.

Berapa Hari Lagi Puasa Ramadhan 2026?

Berdasarkan keputusan Kemenag, Hari Raya Idul Fitri jatuh pada 20 Maret 2026. Artinya, bagi umat yang mengikuti pedoman pemerintah, sisa hari puasa hingga Idul Fitri adalah 15 hari lagi mulai dari 5 Maret 2026.

Namun, jika mengikuti pedoman Muhammadiyah, perhitungan Idul Fitri akan jatuh satu hari lebih awal, yaitu 19 Maret 2026. Dengan demikian, sisa hari puasa bagi umat Muhammadiyah pada 5 Maret 2026 adalah 14 hari lagi.

Tokoh Agama Imbau Toleransi dan Fokus Ibadah

Meskipun terdapat perbedaan dalam hitungan hari puasa, para tokoh agama di Indonesia dan khususnya di Bandung telah mengimbau umat untuk tidak terpengaruh oleh perbedaan tersebut. Mereka menekankan bahwa fokus utama di bulan suci Ramadhan adalah pencapaian ketakwaan, bukan perbedaan dalam hitungan hari.

"Kita harus mengutamakan toleransi dan saling menghormati perbedaan metode hitung puasa. Yang terpenting adalah kita meningkatkan kualitas ibadah dan mendekatkan diri kepada Allah SWT di sisa bulan suci ini." - Ucapan serupa yang disampaikan oleh beberapa tokoh agama di Bandung pada pertemuan agama mingguan.

Situasi Lokal di Bandung

Di kota Bandung sendiri, beberapa masjid dan mushalla mengikuti keputusan Kemenag, sementara yang lain mengikuti pedoman Muhammadiyah. Umat Muslim di Bandung telah menyesuaikan jadwal sholat dan aktivitas ibadah sesuai dengan hitungan puasa yang mereka ikuti, namun tetap menjaga sikap saling menghormati.

Beberapa umat juga telah memanfaatkan media sosial untuk berbagi informasi tentang perbedaan hitungan puasa, sehingga teman dan keluarga yang berbeda pendapat dapat tetap berkomunikasi dengan baik tanpa adanya konflik.

Penutup

Meskipun terdapat perbedaan dalam hitungan hari puasa, situasi ini menjadi kesempatan bagi umat Muslim untuk menunjukkan toleransi dan persatuan. Sisa hari puasa Ramadhan 2026 dapat dimanfaatkan dengan baik untuk meningkatkan kualitas ibadah, membaca Al-Quran, dan membantu sesama. Semoga bulan suci ini memberikan berkah dan ketakwaan bagi semua umat Muslim di Indonesia, termasuk di Bandung.