Pintuberita.com — Portal Berita Bandung Raya & Jawa Barat

Sinergi RSHS dan RSAB Harapan Kita: Strategi Baru Perangi Thalasemia di Bandung dan Jawa Barat

KDM · Oleh Salsa Maharani ·

RSHS Bandung dan RSAB Harapan Kita kolaborasi perkuat deteksi dini thalasemia. 40% penyandang di Indonesia tersebar di Jawa Barat, dibutuhkan sinergi multipihak.

Sinergi RSHS dan RSAB Harapan Kita: Strategi Baru Perangi Thalasemia di Bandung dan Jawa Barat

Kolaborasi Lintas Rumah Sakit Guna Menekan Kasus Thalasemia

Kota Bandung menjadi salah satu lokus strategis dalam penguatan deteksi dini thalasemia di Indonesia. Melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat bagi Penyandang Thalasemia dan Keluarga, Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung bersama Rumah Sakit Anak dan Bunda (RSAB) Harapan Kita menginisiasi kolaborasi konkret untuk menekan angka prevalensi penyakit kelainan darah bawaan tersebut.

Kegiatan ini mempertemukan penyandang thalasemia, keluarga pasien, tenaga kesehatan, peneliti, akademisi, dan perwakilan pemerintah dalam satu forum terpadu. Bagi Kota Bandung dan Provinsi Jawa Barat, inisiatif ini bukan sekadar program kesehatan, melainkan bagian dari visi besar perlindungan anak dan peningkatan derajat kesehatan masyarakat secara menyeluruh.

Komitmen Pemerintah Kota Bandung

Wali Kota Bandung Muhammad Farhan secara langsung menyambut baik kerja sama yang terjalin antara RSHS dan RSAB Harapan Kita. Dalam kesempatan tersebut, ia menegaskan bahwa deteksi dini dan pencegahan thalasemia memerlukan dukungan seluruh lapisan, bukan hanya sektor kesehatan.

"Atas nama Pemerintah Kota Bandung, kami apresiasi inisiatif RSHS dan RSAB Harapan Kita yang terus menghadirkan inovasi dalam penanganan thalasemia. Upaya seperti ini sangat penting karena membangun kesadaran masyarakat mengenai pentingnya deteksi dini dan pencegahan penyakit genetik," tutur Farhan.

Pemkot Bandung menyatakan kesiapannya mendukung berbagai program kolaboratif yang melibatkan rumah sakit, institusi pendidikan, dan pemerintah pusat. Fokus utama yang disuarakan meliputi tiga aspek utama:

Farhan menambahkan bahwa kehadiran RSHS sebagai rumah sakit rujukan nasional telah memberikan kontribusi nyata terhadap pelayanan kesehatan di Kota Bandung maupun Jawa Barat secara keseluruhan.

Peran RSHS dan RSAB Harapan Kita

Direktur Utama RSHS Rachim Dinata Marsidi menjelaskan bahwa kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini merupakan bentuk nyata komitmen rumah sakit dalam menghadirkan pelayanan kesehatan yang berdampak langsung bagi kehidupan masyarakat.

"Kolaborasi dengan RSAB Harapan Kita memperkuat upaya penelitian sekaligus edukasi kepada keluarga penyandang thalasemia agar memahami pentingnya deteksi dini dan skrining genetik," terang Rachim.

Senada dengan itu, Direktur Utama RSAB Harapan Kita Reni Wigati menegaskan bahwa sinergi dengan RSHS menjadi contoh nyata bagaimana penelitian dan pelayanan kesehatan dapat memberikan manfaat langsung kepada masyarakat. RSHS sendiri diakui sebagai salah satu rumah sakit regional terbaik di Indonesia yang konsisten memberikan kontribusi besar terhadap pengembangan layanan kesehatan nasional.

Fakta dan Data Prevalensi Thalasemia

Thalasemia masih menjadi tantangan serius dalam lanskap kesehatan masyarakat Indonesia. Berdasarkan data yang dihimpun, prevalensi pembawa sifat thalasemia di tanah air mencapai sekitar 3 hingga 10 persen dari total populasi nasional. Yang mengkhawatirkan, sekitar 40 persen dari total penyandang thalasemia di Indonesia tersebar di wilayah Jawa Barat.

Angka tersebut menjadikan Provinsi Jawa Barat sebagai salah satu wilayah dengan beban tertinggi terkait thalasemia. Kondisi ini memperkuat urgensi penguatan kolaborasi multipihak dalam upaya edukasi, deteksi, dan pendampingan penyandang thalasemia.

Wakil Gubernur Jawa Barat Erwan Setiawan menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah menginisiasi kegiatan ini.

"Pemprov Jawa Barat berkomitmen memperkuat upaya edukasi, deteksi dini, dan pendampingan sehingga angka kasus thalasemia dapat terus ditekan. Harapannya, kualitas hidup para penyandang juga semakin baik," kata Erwan.

Aktivitas dan Capaian Kegiatan

Pada gelaran kali ini, kegiatan tidak sekadar diselenggarakan dalam format seminar biasa. Serangkaian aktivitas terpadu dirancang untuk memberikan manfaat nyata bagi peserta, antara lain:

Secara keseluruhan, sebanyak 484 penyandang thalasemia turut menjadi bagian aktif dalam rangkaian kegiatan ini. Mereka tidak hanya menjadi penerima manfaat, tetapi juga pelaku utama dalam membangun kesadaran kolektif mengenai pentingnya skrining genetik.

Fokus utama tahun ini adalah mengajak keluarga penyandang thalasemia untuk mengikuti skrining genetik secara sukarela. Tujuannya agar masyarakat mengetahui status pembawa sifat (carrier) sejak dini dan dapat mengambil langkah pencegahan yang tepat pada generasi berikutnya.

Membangun Kesadaran Kolektif

Kesuksesan penanganan thalasemia tidak bisa bergantung pada satu institusi saja. Diperlukan sinergi berkelanjutan antara rumah sakit, pemerintah, tenaga kesehatan, peneliti, akademisi, dan masyarakat. Kolaborasi lintas sektor menjadi kunci agar layanan kesehatan semakin berkualitas dan mampu menjangkau masyarakat yang membutuhkan secara lebih merata.

Kegiatan ini sekaligus menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Anak Nasional 2026 serta momen bersejarah HUT ke-103 RSHS Bandung, menandai komitmen jangka panjang seluruh pihak dalam perjuangan melawan thalasemia di tanah air.

Dengan pendekatan kolaboratif yang semakin kuat, harapan untuk menekan angka kasus thalasemia dan meningkatkan kualitas hidup penyandang di Bandung maupun Jawa Barat semakin dekat untuk diwujudkan.