Pintuberita.com — Portal Berita Bandung Raya & Jawa Barat

Gubernur Dedi Mulyadi Imbau Sekolah di Bogor dan Sukabumi Gelar KBM Daring Mulai Senin

KDM · Oleh ·

Gubernur Dedi Mulyadi imbau sekolah di Bogor dan Sukabumi gelar KBM daring mulai Senin imbas sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau yang juga buat Bandara Husein Sastranegara stop operasi.

Gubernur Dedi Mulyadi Imbau Sekolah di Bogor dan Sukabumi Gelar KBM Daring Mulai Senin

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi meminta sekolah-sekolah di wilayah dengan intensitas tinggi sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau untuk beralih ke pembelajaran jarak jauh mulai Senin, 7 September 2026. Imbauan ini secara khusus menyebut daerah Bogor dan Sukabumi sebagai wilayah yang terdampak parah.

Kondisi ini bermula dari masuknya abu vulkanik Gunung Anak Krakatau ke wilayah Bandung. Abu ini bahkan membuat Bandara Internasional Husein Sastranegara harus menghentikan operasional selama beberapa jam, yang berdampak pada ribuan penumpang yang sudah memiliki jadwal perjalanan.

"Meningkatnya sebaran abu vulkanik yang disebabkan erupsi Gunung Anak Krakatau, kami sampaikan untuk wilayah-wilayah yang intensitas debunya tinggi seperti Bogor dan Sukabumi, serta daerah lain yang memang ada intensitas sebaran abu vulkaniknya tinggi, para kepala sekolah terhitung mulai hari Senin tanggal 7 September 2026 bisa mengambil keputusan untuk membuat sistem pembelajaran secara daring," kata Dedi.

Baca Juga: Gubernur Dedi Mulyadi perintahkan pemulihan 32 ha Kebun Karet Jalupang Subang

Dedi berharap setiap kepala sekolah bisa mengambil keputusan berdasarkan kondisi di lapangan dengan mengutamakan kesehatan dan keselamatan siswa serta tenaga pendidik. Ia juga meminta agar imbauan ini dijadikan pedoman dalam menjalankan aktivitas pembelajaran.

Wali Kota Bandung Muhammad Farhan menyatakan bahwa pemerintahnya tengah menyusun langkah mitigasi untuk menghadapi kemungkinan meluasnya sebaran abu vulkanik. Koordinasi akan melibatkan BMKG untuk pemantuan cuaca dan kualitas udara, BPBD untuk penanganan darurat, AirNav untuk operasional penerbangan, serta KCIC untuk layanan kereta cepat.

Farhan juga menyoroti risiko tersendiri bagi pelajar yang menggunakan sepeda motor setiap hari. "Penyampaian informasi kepada anak-anak, khususnya yang bersekolah yang juga pakai kendaraan bermotor, khususnya sepeda motor, itu berbahaya sebenarnya," katanya. Ia menjelaskan bahwa paparan abu vulkanik melalui berkendara motor bisa meningkatkan risiko gangguan pernapasan pada pelajar.

Masalahnya bukan sekadar sekolah tutup atau belajar dari rumah. Anak-anak muda yang tinggal di zonasiterkena abu vulkanik tetap harus keluar rumah untuk berbagai keperluan. Farhan menilai koordinasi antarinstansi penting agar informasi perkembangan kondisi udara bisa sampai ke masyarakat secara cepat dan akurat, terutama kepada keluarga yang memiliki anak usia sekolah.