Pintuberita.com — Portal Berita Bandung Raya & Jawa Barat

Sidak Pasar Jelang Ramadan, Polda Jabar dan Bulog Antisipasi Penimbunan Pangan

Bandung · Oleh Fikri Ramadhan · · Diperbarui 2 Maret 2026

Satgas Saber Pangan Polda Jawa Barat bersama instansi terkait gelar sidak di Pasar Astana Anyar Bandung jelang Ramadan 2026 untuk memantau harga, keamanan, dan mutu pangan.

Sidak Pasar Jelang Ramadan, Polda Jabar dan Bulog Antisipasi Penimbunan Pangan

Sidak Saber Pangan Bandung: Pantau Harga Pangan Jelang Ramadan 2026

Kamis, 5 Februari 2026, Satgas Sapu Bersih Pelanggaran Harga, Keamanan, dan Mutu Pangan (Saber Pangan) Polda Jawa Barat berkolaborasi dengan Polrestabes Bandung dan Bulog menggelar inspeksi mendadak (sidak) di Pasar Astana Anyar, Kota Bandung. Langkah ini diambil sebagai upaya antisipasi penimbunan bahan pokok serta memastikan harga dan mutu pangan tetap terkontrol menjelang bulan suci Ramadan dan Idulfitri 2026.

Struktur Tim Pengawas Lintas Instansi

Sidak kali ini melibatkan partisipasi lintas instansi, termasuk Dinas Perindustrian dan Perdagangan, Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan, Badan Pangan Nasional, Dinas Pertanian, serta Dinas Perizinan. Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Jabar Kombes Pol Wirdhanto Hadicaksono menjelaskan bahwa tim melakukan pengecekan langsung terhadap harga dan ketersediaan sejumlah komoditas pangan pokok yang menjadi pengawasan pemerintah.

Hasil Sementara Sidak Awal

Menurut Wirdhanto, hasil sementara pengecekan menunjukkan bahwa mayoritas komoditas yang diperiksa sesuai dengan Harga Eceran Tertinggi (HET) dan Harga Acuan Penjualan (HAP) yang ditetapkan. Ia menegaskan bahwa pengawasan akan diperketat selama periode Ramadan hingga Idulfitri, dengan pembentukan posko dan satgas Saber Pangan hingga tingkat kabupaten dan kota. "Ini untuk mencegah potensi penimbunan dan memastikan bapokting (bahan pokok dan pangan) tetap tersedia di pasar serta dijual sesuai ketentuan," ujar Wirdhanto.

Lingkup Pengawasan yang Luas

Pengawasan tidak hanya dilakukan di tingkat pedagang pasar, tetapi juga menyasar distributor tingkat satu dan dua, hingga produsen. Saat ini, langkah yang diambil masih bersifat persuasif berupa teguran. Jika ditemukan pelanggaran harga, pedagang akan diberikan surat peringatan. Apabila pelaku usaha tetap tidak mematuhi peringatan, sanksi bisa sampai pencabutan izin usaha.

Selain harga dan distribusi, Satgas Saber Pangan juga memantau aspek keamanan dan mutu pangan. Jika ditemukan praktik penimbunan atau pelanggaran yang membahayakan konsumen, aparat akan melakukan penegakan hukum secara tegas. "Kami tetap mengedepankan mekanisme pasar agar pasokan tidak terganggu. Namun, jika ada pelanggaran serius, tentu akan kami tindak," pungkas Wirdhanto.

Pemantauan Mutu Pangan Melalui Uji Laboratorium

Sebagai bagian dari upaya memastikan keamanan pangan, satgas juga melakukan pemantauan mutu pangan melalui uji laboratorium secara acak yang bekerja sama dengan Dinas Ketahanan Pangan. Setiap operasi pasar akan disertai pemeriksaan laboratorium untuk memastikan pangan yang beredar aman dan layak konsumsi.

Kondisi Pangan di Jawa Barat

Terkait isu aksi pedagang daging sapi di wilayah Jabodetabek, Wirdhanto memastikan kondisi di Jawa Barat masih aman dan terkendali. Tim sudah melakukan pengecekan terhadap pedagang sapi maupun ayam, dan sejauh ini harga kedua komoditas tersebut masih stabil.

"Ini adalah langkah proaktif untuk melindungi konsumen dari penimbunan dan peningkatan harga yang tidak wajar jelang Ramadan," tambah Wirdhanto.

Selain Pasar Astana Anyar, diharapkan sidak serupa juga akan dilakukan di berbagai pasar lain di Jawa Barat untuk memastikan bahwa seluruh wilayah mendapatkan pengawasan yang sama. Masyarakat juga diimbau untuk melaporkan jika menemukan pelanggaran harga atau mutu pangan melalui saluran pengaduan yang disediakan oleh instansi terkait.