Pintuberita.com — Portal Berita Bandung Raya & Jawa Barat

Sembilan Tera Indie Band Bandung Rilis Album Debut 'Sementara Itu'

Bandung · Oleh Salsa Maharani ·

Grup band indie asal Bandung Sembilan Tera merilis album mini debut 'Sementara Itu' dengan lima lagu yang mengangkat keresahan emosional anak muda masa kini.

Sembilan Tera Indie Band Bandung Rilis Album Debut 'Sementara Itu'

Grup band indie Sembilan Tera terbentuk sejak Juni 2025, dengan enam personel yang sebelumnya aktif bermusik di berbagai panggung kafe di Bandung. Anggota mereka adalah Arie Axara (drum dan penulis lagu), Aditya (gitar), Ricky (bas), Eza (vokalis), Angga (trombon), dan Taufik (kibor). Keunikan musik grup ini terletak pada kehadiran instrumen trombon yang menambahkan nuansa khas, membedakannya dari kebanyakan grup indie rock lokal.

Setelah berbulan-bulan berlatih dan menulis materi lagu, Sembilan Tera akhirnya memutuskan untuk memperkenalkan diri ke pendengar lebih luas dengan rilis album mini perdana pada Senin, 11 Mei 2026.

Profil Lengkap Personel dan Asal Usul

Sebelum membentuk Sembilan Tera, keenam personel masing-masing aktif berkarier di dunia musik independen dengan proyek pribadi. Mereka sering tampil di kafe-kafe di sekitar Bandung, dimana mereka bertemu dan menemukan visi musik yang sama.

Keenam anggota ini akhirnya memutuskan untuk bergabung dan menciptakan proyek musik yang memiliki identitas sendiri, fokus pada lagu yang autentik dan mengangkat tema emosional yang dekat dengan realitas sehari-hari.

Album Mini Sementara Itu dan Lagu-Lagunya

Album mini Sementara Itu berisi lima track yang saling terhubung dengan tema yang sama. Kelima lagu tersebut adalah Luruh, Pergi, Akhir Cerita, Jujur Pada Luka, dan judul album itu sendiri.

Semua materi lagu ditulis oleh Arie Axara, dengan benang merah tentang fase hidup yang terasa menggantung dan penuh ketidakpastian. Setiap lagu mengabadikan perasaan yang sering disembunyikan oleh banyak orang, mulai dari keresahan, rasa kehilangan, hingga perasaan hampa di tengah kesibukan hidup.

"Kami tidak ingin membuat lagu yang sekadar enak didengar. Kami ingin membuat lagu yang bisa menemani orang-orang ketika sedang merasa paling sendiri," ujar Arie Axara dalam siaran pers.

Tema Emosional yang Dekat dengan Pendengar Muda

Dalam proses penulisan lagu, Arie mengambil inspirasi dari pengalaman pribadi serta pengamatan terhadap orang-orang di sekitarnya. Ia menyatakan bahwa banyak orang di sekitarnya terlihat bahagia di publik, namun sebenarnya menyimpan rasa lelah dan ketidakpastian yang sulit diungkapkan.

Dengan album ini, Sembilan Tera berharap bisa menjadi sahabat musik bagi pendengar yang sedang mengalami fase sulit. Grup ini tidak fokus pada lagu yang penuh dengan hiburan semata, melainkan ingin menciptakan karya yang autentik dan bisa dihubungkan oleh pendengar dari berbagai latar belakang.

Langkah Awal di Industri Musik Independen

Kehadiran album mini Sementara Itu merupakan langkah pertama Sembilan Tera untuk memperkenalkan warna musik mereka di industri musik independen dalam negeri. Dengan tema yang sangat dekat dengan realitas emosional anak muda saat ini, album ini diharapkan bisa menjangkau pendengar yang mencari karya musik jujur dan penuh makna.

Bagi para penggemar musik indie lokal, album ini bisa menjadi pilihan yang tepat untuk menemani hari-hari dengan lirik yang dalam dan melodi yang menenangkan. Selain itu, kehadiran trombon pada setiap lagu menambahkan nuansa yang unik, membuat suara Sembilan Tera mudah dikenali di tengah keramaian industri musik indie lokal.