Seleksi Pengelola Baru Bandung Zoo: Farhan Pastikan Proses Transparan
Wali Kota Bandung Muhammad Farhan memastikan proses seleksi pengelola baru Bandung Zoo dilakukan secara transparan dan profesional, melibatkan berbagai pihak sebagai tindak lanjut rekomendasi hukum.

Wali Kota Bandung Muhammad Farhan menegaskan bahwa proses seleksi pengelola baru Kebun Binatang Bandung (Bandung Zoo) akan dilakukan secara transparan dan melibatkan berbagai pihak terkait. Dalam keterangan pers di Bandung pada Jumat, Farhan menyampaikan bahwa kerja sama pengelolaan ini akan berlangsung hingga 20 tahun ke depan, sehingga proses seleksi harus dilaksanakan dengan ketat dan profesional untuk memastikan kualitas pengelolaan yang optimal.
Komposisi Tim Seleksi yang Terlibat
Farhan menjelaskan bahwa tim seleksi yang dibentuk terdiri dari beragam pemangku kepentingan, mulai dari para ahli konservasi satwa yang berpengalaman, budayawan lokal yang memahami nilai warisan kota, hingga perwakilan pemerintah provinsi Jawa Barat, Kota Bandung, dan pemerintah pusat. Ia menambahkan bahwa konsep pengelolaan kawasan kebun binatang sedang disusun ulang, dengan prinsip-prinsip dasar tertentu yang harus dipertahankan untuk menjaga keberlangsungan konservasi satwa dan memastikan keamanan pengunjung.
Dasar Hukum Proses Seleksi
Langkah pembentukan tim seleksi ini merupakan tindak lanjut dari legal opinion yang diterbitkan oleh Kejaksaan Tinggi Jawa Barat. Pendapat hukum tersebut merekomendasikan agar pengelolaan kawasan Bandung Zoo dilakukan melalui skema kerja sama pemanfaatan dengan pihak ketiga, yang sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku di Indonesia. Farhan menegaskan bahwa keputusan ini bukan semata-mata inisiatif pemerintah daerah, melainkan bagian dari upaya untuk menjalankan ketentuan hukum yang berlaku dan menghindari pelanggaran yang dapat berdampak pada keberlangsungan kebun binatang tersebut.
Evaluasi Berdasarkan Peristiwa Terkini
Selain itu, Wali Kota Farhan juga menyebut bahwa peristiwa kematian dua anak harimau Benggala sebelumnya menjadi momentum evaluasi penting untuk meningkatkan standar pengelolaan Bandung Zoo, khususnya dalam aspek biosekuriti dan perawatan satwa. Ia memastikan bahwa proses seleksi akan tetap dilakukan secara terbuka dan transparan untuk mencari mitra terbaik yang dapat mendukung upaya konservasi satwa di Kota Bandung dan meningkatkan kualitas layanan bagi pengunjung.
Konteks Sebelumnya: Pencabutan Izin Pengelola Lama
Sebelumnya, izin Yayasan Margasatwa Tamansari (YMT) sebagai lembaga konservasi yang mengelola Bandung Zoo telah dicabut secara resmi oleh Kementerian Kehutanan pada 5 Februari 2025. Pencabutan ini membuat Kota Bandung kehilangan pengelola resmi untuk kebun binatang yang menjadi salah satu daya tarik wisata dan pusat konservasi satwa di wilayah Jawa Barat. Sebelum pencabutan izin, YMT telah mengelola Bandung Zoo selama beberapa tahun, namun keputusan pemerintah pusat ini diambil berdasarkan evaluasi kinerja dan kepatuhan hukum.
Tujuan Akhir dari Proses Seleksi
Farhan juga menegaskan bahwa proses penunjukan pengelola baru berjalan tanpa hambatan, dan tujuan utama dari seleksi ini adalah untuk mendapatkan mitra yang dapat mengelola Bandung Zoo dengan baik, menjaga kesejahteraan satwa, dan meningkatkan kualitas layanan bagi pengunjung. Ia berharap bahwa dengan proses seleksi yang transparan, Bandung Zoo dapat kembali beroperasi dengan standar yang lebih tinggi dan memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat, khususnya dalam hal edukasi konservasi dan pariwisata.
Analisis Dampak Perubahan Pengelolaan
Perubahan pengelola Bandung Zoo ini juga diharapkan dapat membawa dampak positif bagi konservasi satwa di Jawa Barat. Dengan melibatkan berbagai pihak terkait, termasuk ahli dan pemerintah, diharapkan pengelolaan Bandung Zoo dapat lebih terarah dan sesuai dengan standar internasional. Selain itu, proses seleksi yang transparan juga dapat meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap pengelolaan kebun binatang di Kota Bandung, yang sebelumnya sempat dipertanyakan setelah pencabutan izin YMT. Dengan adanya evaluasi berdasarkan peristiwa kematian harimau, diharapkan Bandung Zoo dapat menjadi contoh pengelolaan konservasi satwa yang baik di Indonesia.