Selama Ramadan, SPPG Bandung Tetap Jalan dengan Skema Penyesuaian
Pemkot Bandung memastikan SPPG tetap berjalan selama Ramadan 2026 dengan mekanisme distribusi dibawa pulang. Saat ini ada sekitar 200 titik layanan dan ditargetkan bertambah 63 titik.

SPPG Bandung Tetap Berjalan Selama Ramadan 2026, Distribusi Disesuaikan
KOTA BANDUNG — Pemerintah Kota Bandung memastikan Program Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) tetap berjalan selama bulan Ramadan 2026.
Penyesuaian dilakukan pada mekanisme distribusi, di mana makanan akan diserahkan pada siang hari untuk dibawa pulang oleh penerima manfaat agar tidak mengganggu pelaksanaan ibadah puasa.
Mekanisme Fleksibel Sesuai Kondisi Lapangan
Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, menegaskan bahwa program SPPG tetap menjadi prioritas karena menyasar kelompok rentan yang membutuhkan kepastian asupan gizi secara berkelanjutan.
"Puasa tetap berjalan. Makanan akan diserahkan pada siang hari untuk dibawa pulang. Bentuk dan teknisnya menyesuaikan kemampuan masing-masing SPPG," ujar Farhan, Selasa (10/2/2026).
Menurutnya, fleksibilitas teknis diberikan kepada setiap titik layanan agar pelaksanaan di lapangan tetap efektif tanpa mengurangi kualitas dan kecukupan gizi penerima manfaat.
Pendekatan adaptif dinilai penting karena karakteristik wilayah dan kesiapan operasional tiap SPPG berbeda-beda. Kebijakan yang terlalu seragam justru berpotensi menghambat pelayanan.
Sekitar 200 Titik Layanan Beroperasi
Hingga saat ini, jumlah SPPG di Kota Bandung telah mencapai sekitar 200 titik yang tersebar di berbagai wilayah, baik kawasan padat penduduk maupun lingkungan permukiman skala kecil.
Keberadaan ratusan titik tersebut menjadi tulang punggung pelaksanaan program pemenuhan gizi berbasis kewilayahan yang selama ini dijalankan pemerintah daerah.
Meski demikian, Pemkot Bandung masih menargetkan penambahan titik layanan guna memperluas jangkauan program dan memastikan distribusi manfaat semakin merata.
Target Tambahan 63 Titik SPPG
Berdasarkan evaluasi kebutuhan di lapangan, Kota Bandung masih memerlukan sekitar 63 titik SPPG tambahan agar cakupan pelayanan dapat lebih optimal.
Dari jumlah tersebut:
- 45 titik telah mengantongi izin operasional dan siap beroperasi dalam waktu dekat
- 18 titik masih dalam proses administrasi dan perizinan
Farhan menegaskan proses perizinan dilakukan secara tertib untuk memastikan setiap SPPG memenuhi standar pelayanan, keamanan pangan, serta akuntabilitas program.
Komitmen Jaga Pelayanan Dasar
Keberlanjutan program SPPG selama Ramadan menjadi bagian dari komitmen pemerintah kota dalam menjaga pelayanan publik esensial.
Di tengah perubahan aktivitas selama bulan suci, kebutuhan gizi masyarakat, khususnya kelompok rentan, tetap menjadi perhatian utama.
Dengan penyesuaian mekanisme distribusi dan penambahan titik layanan, Pemkot Bandung berharap program pemenuhan gizi dapat terus berjalan optimal tanpa mengurangi kekhusyukan ibadah Ramadan.