Pintuberita.com — Portal Berita Bandung Raya & Jawa Barat

Sekda Sumedang: Tekankan Akurasi Validasi Data Kemiskinan dan Pengangguran

Bandung · Oleh Fikri Ramadhan · · Diperbarui 2 Maret 2026

Sekretaris Daerah Kabupaten Sumedang Tuti Ruswati menekankan pentingnya data akurat dari Susenas dan Sakernas sebagai dasar kebijakan penurunan kemiskinan dan pengangguran. Tahun 2025, angka kemiskinan turun 0,29 poin dan TPT menjadi 6,08%.

Sekda Sumedang: Tekankan Akurasi Validasi Data Kemiskinan dan Pengangguran

Latar Belakang Rakor Pengentasan Kemiskinan dan Penurunan Pengangguran Sumedang

Pada Selasa (3/2/2026), Pemerintah Kabupaten Sumedang menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) Pengentasan Kemiskinan dan Penurunan Pengangguran di PPS. Acara ini dihadiri oleh sejumlah awak media, dan dibuka oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Sumedang Tuti Ruswati yang menekankan pentingnya fondasi data akurat dalam upaya penanganan masalah kemiskinan dan pengangguran.

Peran Data Akurat dalam Penyusunan Kebijakan Tepat Sasaran

Tuti Ruswati menegaskan bahwa data yang valid dan akurat dari Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) dan Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas) menjadi pijakan utama dalam menyusun kebijakan dan program yang tepat sasaran. Tanpa data yang dapat dipercaya, kebijakan yang diambil berisiko tidak mencapai target atau bahkan tidak memberikan dampak yang diharapkan bagi masyarakat yang membutuhkan.

"Pengentasan kemiskinan dan penurunan pengangguran membutuhkan kolaborasi lintas sektor, perencanaan yang matang, serta dukungan data yang akurat agar kebijakan yang diambil benar-benar berdampak langsung bagi masyarakat," ujar Sekda Tuti kepada awak media.

Data dari Susenas memberikan gambaran lengkap tentang kondisi sosial ekonomi masyarakat, seperti tingkat pendapatan, akses layanan dasar, dan status kemiskinan. Sementara itu, Sakernas memberikan informasi detail tentang kondisi angkatan kerja, termasuk tingkat pengangguran terbuka, jenis pekerjaan, dan tingkat upah. Kombinasi kedua data ini memungkinkan pemerintah untuk mengidentifikasi kelompok masyarakat yang paling membutuhkan bantuan dan menyusun program yang sesuai dengan kebutuhan lokal.

Kemajuan Penurunan Kemiskinan dan Pengangguran di Sumedang Tahun 2025

Berdasarkan data tahun 2025, Kabupaten Sumedang telah menunjukkan kemajuan yang signifikan dalam penurunan angka kemiskinan dan pengangguran terbuka:

Kemajuan ini tidak terlepas dari penggunaan data akurat sebagai dasar penyusunan kebijakan. Program-program seperti bantuan sosial tunai, pelatihan keterampilan kerja, dan pendukung usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) yang diimplementasikan selama tahun 2025 dirancang berdasarkan data Susenas dan Sakernas, sehingga dapat menjangkau kelompok yang tepat.

Peran Kolaborasi Lintas Sektor dan Pemerintah Desa

Sekda Tuti juga menekankan peran penting kolaborasi antara pemerintah kabupaten, kecamatan, dan desa dalam upaya penurunan kemiskinan dan pengangguran. Camat dan kepala desa sebagai garda terdepan pelayanan kepada masyarakat memiliki peran krusial dalam mengumpulkan data lapangan, menyebarkan informasi program pemerintah, dan memastikan bahwa program tersebut berjalan dengan lancar di tingkat desa.

Pemerintah kabupaten memiliki tanggung jawab untuk memobilisasi dan mengoordinasikan seluruh aparat kecamatan dan desa, sehingga program yang dijalankan selaras dan tidak tumpang tindih. Tuti Ruswati mengajak seluruh camat dan kepala desa untuk semakin proaktif, solid, dan berkomitmen dalam mendukung program pengentasan kemiskinan dan penurunan pengangguran di wilayah masing-masing.

Tujuan Rakor: Menyamakan Persepsi dan Memperkuat Sinergi

Rakor yang diadakan pada 3 Februari 2026 bertujuan untuk menyamakan persepsi antara semua pihak terkait tentang pentingnya data akurat dan memperkuat sinergi lintas sektor dalam penanganan kemiskinan dan pengangguran. Acara ini juga menjadi kesempatan untuk mengevaluasi program yang telah dijalankan selama tahun 2025 dan menyusun strategi untuk tahun 2026.

Dengan memperkuat kolaborasi dan menggunakan data akurat sebagai dasar kebijakan, Pemerintah Kabupaten Sumedang berharap dapat terus menurunkan angka kemiskinan dan pengangguran terbuka di tahun mendatang, sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara keseluruhan.