Sekda Cianjur Bertakziah ke Rumah Duka Korban Tertimpa Pohon Tumbang di Cugenang
Sekda Cianjur Ahmad Rifa'i Azhari bertakziah ke rumah duka korban meninggal tertimpa pohon tumbang di Cugenang, serta imbau masyarakat waspada cuaca ekstrem.

Kronologi Peristiwa Tragis Pohon Tumbang di Cianjur
Musibah pohon tumbang kembali menelan korban meninggal dunia di wilayah Kabupaten Cianjur, Jawa Barat. Pada Jumat, 3 April 2026, seorang pengendara motor meninggal dunia setelah tertimpah pohon besar di ruas Jalan Raya Cianjur-Cipanas, tepatnya di Kampung Cangklek, Desa Sukamanah, Kecamatan Cugenang. Peristiwa tragis ini terjadi saat korban sedang berteduh dari hujan deras yang disertai angin kencang yang melanda wilayah tersebut.
Menurut keterangan Kasatlantas Polres Cianjur Ajun Komisaris Aang Andi Suhandi, cuaca di sekitar lokasi kejadian saat itu tergolong ekstrem, dengan curah hujan tinggi dan angin yang berhembus kencang. Korban yang merupakan warga setempat sedang menepi di pinggir jalan untuk menghindari hujan. Tanpa disadari, salah satu pohon besar yang tumbang di dekat area tersebut menimpa korban hingga menyebabkan luka fatal. Tim medis yang tiba di lokasi kemudian mengkonfirmasi bahwa korban telah meninggal dunia sebelum mendapat perawatan medis lanjutan.
Peristiwa ini datang dalam waktu yang berdekatan dengan beberapa insiden pohon tumbang lainnya di wilayah Jawa Barat baru-baru ini. Misalnya, di Lembang, seorang pengendara motor hampir tertimpah pohon tumbang beberapa hari sebelumnya, dan angin kencang juga merusak 10 rumah di dua kecamatan di Bandung Barat. Hal ini menunjukkan bahwa potensi bencana hidrometeorologi semakin tinggi seiring dengan perubahan cuaca ekstrem yang terjadi saat ini.
Kunjungan Takziah dari Sekda Cianjur
Keesokan harinya, Sabtu 4 April 2026, Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Cianjur Ahmad Rifa'i Azhari melakukan kunjungan takziah ke rumah duka korban. Ia didampingi oleh Kepala Pelaksana BPBD Cianjur Iwan Karyadi dan Kepala Bagian Kesra Setda Cianjur Selamet Riyadi. Lokasi kunjungan berada di Kampung Pasirkalapa RT 003/006 Desa Peuteuycondong, Kecamatan Cibeber, yang merupakan lokasi rumah duka keluarga korban.
Dalam kunjungannya, Rifa'i menyampaikan bela sungkawa sedalam-dalamnya atas meninggalnya almarhum.
"Kami mengucapkan bela sungkawa sedalam-dalamnya atas almarhum yang meninggal dunia setelah tertimpa pohon tumbang di Kecamatan Cugenang kemarin (Jumat)," kata Rifa'i saat wawancara dengan awak media.
Ia juga berdoa agar almarhum ditempatkan di sisi-Nya dan meminta keluarga korban untuk bersabar menghadapi musibah ini. Selain menyampaikan bela sungkawa, Rifa'i juga memberikan imbauan penting kepada masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai potensi bencana hidrometeorologi. Ia menegaskan bahwa cuaca ekstrem berupa hujan deras dan angin kencang masih berpeluang terjadi di wilayah Cianjur dalam waktu dekat.
Untuk pengendara motor, ia menyarankan untuk memilih tempat berteduh yang aman, seperti:
- Tempat yang tidak dekat dengan pohon besar atau struktur yang mudah roboh
- Hindari area di dekat tiang listrik atau kabel daya
- Pastikan tempat berteduh memiliki struktur yang kokoh dan aman dari bahaya jatuhnya benda.
Upaya Antisipasi dari Pemkab Cianjur
Menanggapi peristiwa tragis ini, Pemerintah Kabupaten Cianjur melalui dinas terkait akan melakukan pemantauan ulang terhadap kondisi pohon-pohon yang rawan tumbang di seluruh wilayah. Upaya ini dilakukan sebagai langkah antisipasi untuk mencegah terulangnya insiden serupa yang dapat menimbulkan korban jiwa atau kerusakan properti.
Kepala Pelaksana BPBD Cianjur Iwan Karyadi menambahkan bahwa tim pemantauan akan fokus pada area di sepanjang jalan raya, dekat permukiman warga, dan lokasi yang sering dilalui oleh pengendara. Selain itu, pemerintah juga akan menggelar sosialisasi tentang cara menghadapi cuaca ekstrem dan bahaya pohon tumbang kepada masyarakat di seluruh kecamatan di Cianjur.
Peristiwa meninggalnya korban tertimpa pohon tumbang ini menjadi pengingat penting bagi seluruh masyarakat untuk selalu waspada terhadap perubahan cuaca ekstrem. Dengan mengikuti imbauan dari pihak berwenang dan mengambil langkah-langkah pencegahan yang tepat, diharapkan insiden serupa dapat dihindari. Selain itu, pemerintah juga diharapkan untuk terus melakukan pemeliharaan dan pemangkasan pohon-pohon yang berisiko untuk menjamin keamanan warga selama musim hujan dan sepanjang tahun.