RSUD KHZ Musthafa Tasikmalaya Sukses Lakukan Trombolisis Pertama di Priangan Timur, Selamatkan 3 Pasien Stroke Infark
RSUD KHZ Musthafa Tasikmalaya Sukses Lakukan Trombolisis Pertama di Priangan Timur, Selamatkan 3 Pasien Stroke Infark dengan Respons Kurang dari 10 Menit

stroke Infark di Priangan Timur Bisa Ditangani Lebih Cepat, Begini Solusinya
stroke infark di wilayah Priangan Timur kini bisa ditangani lebih cepat berkat kehadiran layanan trombolisis di Kabupaten Tasikmalaya. Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) KHZ Musthafa mencatatkan pencapaian medis signifikan dengan berhasil menyelamatkan tiga pasien stroke infark melalui terapi ini.
Apa Itu Terapi Trombolisis?
Terapi trombolisis merupakan prosedur medis untuk melarutkan sumbatan pada pembuluh darah otak. Metode ini sangat krusial bagi pasien stroke infark, yaitu kondisi ketika aliran darah ke otak terhambat oleh gumpalan darah. Jika tidak ditangani segera, stroke infark dapat menyebabkan kerusakan otak permanen.
Baca Juga: FB (19) di Kuningan Diduga Bunuh dan Buang Bayinya Karena Takut Aib Kehamilan
"Layanan trombolisis adalah bentuk cepat tanggap bagi pasien stroke infark. Terapi ini berfungsi memulihkan aliran darah di otak sebelum terjadi kerusakan permanen. Peluang kesembuhan pasien akan jauh lebih besar jika ditangani dalam hitungan jam sejak gejala pertama muncul," jelas Eli Hendalia, Direktur RSUD KHZ Musthafa.
Sistem Code Stroke: Respons Cepat dalam Hitungan Menit
RSUD KHZ Musthafa kini dilengkapi sistem peringatan dini melalui aktivasi code stroke. Sistem ini dirancang agar setiap pasien stroke yang datang ke Instalasi Gawat Darurat (IGD) mendapatkan penanganan maksimal dalam waktu sesingkat mungkin.
Baca Juga: Bulan Purnama Sturgeon Puncaknya 28 Agustus 2026
Petugas medis ditargetkan melakukan identifikasi awal dalam waktu kurang dari 10 menit setelah pasien tiba. Selanjutnya, pasien akan menjalani pemeriksaan CT scan untuk memastikan diagnosis sebelum menjalani terapi trombolisis di ruang khusus yang telah disiapkan.
"Kami telah membentuk sistem terintegrasi yang melibatkan dokter spesialis saraf, bedah saraf, tim IGD, perawat, laboratorium, radiologi, hingga farmasi untuk memastikan penanganan stroke akut berjalan optimal," tutur Eli.
Kisah Nyata: Pasien 50 Tahun Bisa Berbicara Kembali
Kisah nyata keberhasilan terapi ini dialami Nia, 50 tahun, warga Leuwisari, Kabupaten Tasikmalaya. Ayahnya yang mengalami stroke infark hingga kehilangan kemampuan berbicara berhasil diselamatkan.
"Alhamdulillah, setelah ditangani sekitar satu jam, ayah saya sudah bisa berbicara kembali. Awalnya dokter menyatakan ada penyumbatan pembuluh darah di otak, tetapi setelah terapi trombolisis, kondisinya kembali normal," cerita Nia.
Imbangi Gaya Hidup Tidak Sehat dengan Penanganan Cepat
Stroke infark merupakan salah satu penyakit pembunuh tertinggi di Indonesia. Dengan adanya layanan trombolisis di Priangan Timur, masyarakat Tasikmalaya dan sekitarnya tidak perlu lagi dirujuk ke rumah sakit di kota besar untuk mendapatkan penanganan stroke akut.
Keberhasilan ini diharapkan meningkatkan standar pelayanan kesehatan di Kabupaten Tasikmalaya, khususnya dalam penanganan kasus darurat saraf yang membutuhkan tindakan cepat dan presisi. Masyarakat diimbau untuk mengenali gejala stroke dan segera ke rumah sakit terdekat jika mengalami tanda-tanda seperti:
- Wajah tersenyum tidak simetris
- Kaki atau tangan terasa lemah atau mati rasa
- Bicara tidak jelas atau cadel
- Kesadaran menurun
- Gangguan penglihatan
Semakin cepat pasien ditangani, semakin besar peluang kesembuhannya. Waktu adalah faktor kunci dalam penanganan stroke infark.
Dampak Positif bagi Masyarakat Priangan Timur
Pencapaian ini menandai langkah maju dalam pelayanan kesehatan di wilayah Priangan Timur. Masyarakat tidak perlu lagi menempuh perjalanan jauh ke rumah sakit di Bandung atau Jakarta untuk mendapatkan penanganan stroke akut.
Peningkatan kapasitas tenaga medis dan fasilitas kesehatan di tingkat kabupaten kini semakin memadai untuk menangani kasus darurat saraf yang membutuhkan respons cepat dan presisi.