Rosi Kader JKN Bandung: 10 Tahun Mengabdi Rumah ke Rumah untuk Warga
Kisah Rosi Rahmawati, kader JKN Bandung yang 10 tahun mengabdi mendampingi warga melalui kunjungan rumah ke rumah, edukasi, dan bantuan administrasi JKN.

Bandung, 10 Maret 2026 – Setiap hari, Rosi Rahmawati berjalan dari satu rumah ke rumah di tiga kelurahan di wilayah Cibaduyut, Kota Bandung, untuk membawa informasi dan bantuan terkait Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Selama 10 tahun terakhir, ia telah menjadi salah satu kader JKN paling berdedikasi di Kota Bandung, yang bertindak sebagai jembatan antara BPJS Kesehatan dan masyarakat akar rumput.
Latar Belakang Program Kader JKN
BPJS Kesehatan Cabang Bandung telah memperbarui kerja sama dengan 50 Kader JKN yang bertugas di 151 kelurahan se-Kota Bandung. Setiap kader bertanggung jawab atas 1 hingga 3 kelurahan, dengan tugas utama melakukan edukasi, pendaftaran, dan bantuan administrasi program JKN kepada warga. Tujuan dari program ini adalah untuk memperluas jangkauan informasi JKN hingga ke pelosok kota, sehingga setiap warga dapat memanfaatkan perlindungan kesehatan yang tersedia.
10 Tahun Mengabdi Sejak Awal Program
Rosi Rahmawati adalah salah satu kader JKN yang telah bergabung sejak peluncuran program ini. Saat ini, ia bertugas di tiga kelurahan di wilayah Cibaduyut: Situsaeur, Cibaduyut, dan Mekarwangi. Menurutnya, ia memutuskan untuk bergabung karena merasakan langsung manfaat JKN, dan ingin memastikan setiap warga Kota Bandung mendapatkan perlindungan kesehatan tanpa khawatir biaya berobat.
"Saya bergabung dari awal adanya program Kader JKN. Alhamdulillah tahun ini genap 10 tahun dan masih ingin terus berlanjut setiap tahunnya. Karena saya merasakan sendiri manfaatnya, jadi saya ingin masyarakat juga tertolong ketika sakit ada perlindungan tanpa harus bingung mikirin biaya berobat, yaitu JKN. Selain itu, ada kebahagiaan tersendiri ketika bisa membantu orang lain,"
ujar Rosi dengan senyum tulus.
Aktivitas Sehari-hari dan Tantangan yang Dihadapi
Dalam sehari, Rosi melakukan 3 hingga 5 kunjungan rumah ke rumah untuk mengedukasi warga tentang manfaat dan prosedur JKN. Saat akhir pekan, jadwalnya semakin padat dengan kunjungan hingga 10 hingga 15 kali. Meskipun banyak warga yang menyambutnya dengan baik, Rosi mengakui bahwa tantangan terbesar muncul saat ia harus mendatangi perumahan elit.
Selain akses yang tertutup, ia seringkali hanya diterima oleh assistant rumah tangga (ART) atau bahkan dikejar oleh anjing penjaga. Meskipun demikian, Rosi tidak pernah menyerah, karena ia memahami bahwa keberlanjutan program JKN juga didukung oleh gotong royong masyarakat mampu yang sehat melalui pembayaran iuran secara teratur.
"Sebenarnya edukasi tentang BPJS Kesehatan itu sudah banyak, cuman terkadang literasinya kurang, mereka tidak mau baca, tidak mau lihat, tidak mau mencari tahu. Jadi Kader JKN yang jemput bola, kunjungan ke rumah warga atau ketika ada kegiatan di balai desa seperti posyandu pun saya sisipkan untuk edukasi JKN,"
jelasnya sambil menunjukkan buku catatan berisi catatan kunjungan warga.
Proses Edukasi yang Tidak Segera Membuah Hasil
Upaya yang dilakukan Rosi tidak selalu menghasilkan hasil instan. Sebagian warga baru tertarik untuk mendaftar atau melunasi iuran JKN saat mereka benar-benar membutuhkan layanan kesehatan, sementara sebagian lainnya cenderung mengabaikan informasi karena merasa belum membutuhkannya. Kondisi ini menuntut kesabaran ekstra dari setiap Kader JKN, karena mereka harus terus-menerus mengingatkan warga bahwa risiko sakit dapat datang kapan saja, tanpa peringatan sebelumnya.
Manfaat di Balik Semua Tantangan
Meskipun menghadapi berbagai tantangan, Rosi menilai bahwa manfaat menjadi Kader JKN jauh melampaui kesulitan yang ia alami. Bagi dirinya, peran ini memberinya kesempatan untuk berdaya di luar perannya sebagai ibu rumah tangga, sementara bagi masyarakat, ia menjadi titik kontak yang andal untuk segala hal terkait JKN.
"Kalau ada warga yang sakit, biasanya mereka panik karena tidak punya biaya. Kadang saya di telepon perangkat desa untuk bantu, bahkan beberapa kali mendampingi sampai ke IGD agar mereka tenang dan tahu prosedur JKN yang sebenarnya mudah asal ikuti alurnya. Alhamdulillah, dengan BPJS Kesehatan semua jadi aman,"
ujarnya dengan syukur.
Di akhir wawancara, Rosi mengajak semua warga Kota Bandung yang masih menunggak iuran JKN untuk segera melunasi, dengan menekankan bahwa tersedia solusi keringanan seperti Program REHAB, dan pelayanan administrasi sekarang lebih mudah diakses tanpa harus datang ke kantor BPJS Kesehatan.
"Sekarang kan sudah serba mudah. Kalau ada tunggakan, tersedia solusi keringanan seperti Program REHAB, bahkan pelayanan administrasi pun bisa diakses lebih dekat tidak harus ke kantor BPJS Kesehatan. Kami sebagai Kader JKN siap membantu agar warga Kota Bandung tetap kuat dan sehat bersama,"
tutup Rosi.