Pintuberita.com — Portal Berita Bandung Raya & Jawa Barat

Riset Internasional: Bahaya Kekerasan Verbal pada Anak Setara Kekerasan Fisik untuk Kesehatan Mental

Jabar · Oleh · · Diperbarui 4 Agustus 2026

Riset Liverpool John Moores University reveal kekerasan verbal pada anak memiliki dampak kesehatan mental hampir setara kekerasan fisik, dengan risiko 64% lebih tinggi.

Riset Internasional: Bahaya Kekerasan Verbal pada Anak Setara Kekerasan Fisik untuk Kesehatan Mental

Mengapa Kekerasan Verbal Perlu Dipandang Serius?

Banyak orang tua beranggapan bahwa membentak, menghina, atau merendahkan anak merupakan bentuk disiplin yang lazim dilakukan. Namun, penelitian terbaru dari Liverpool John Moores University mengungkap fakta yang mengkhawatirkan: kekerasan verbal terhadap anak-anak memiliki dampak kesehatan mental jangka panjang yang hampir setara dengan kekerasan fisik.

Studi yang dipublikasikan dalam jurnal BMJ Open ini menganalisis data lebih dari 20.000 orang dewasa di Inggris dan Wales yang lahir sejak tahun 1950-an. Para peneliti menelusuri pengalaman masa kecil partisipan, termasuk paparan terhadap kekerasan fisik maupun verbal, lalu mengaitkannya dengan kondisi kesehatan mental saat dewasa.

Baca Juga: Paman Bacok Keponakan hingga Tewas di Warung Banyuresmi, Ancam 10 Tahun Penjara

Temuan Utama: Risiko Kesehatan Mental Meningkat Drastis

Hasil penelitian menunjukkan bahwa baik kekerasan fisik maupun verbal sama-sama meningkatkan risiko seseorang mengalami kesejahteraan mental yang rendah ketika dewasa. Secara spesifik:

"Kekerasan verbal bukan sekadar menyakiti perasaan anak sesaat. Dampaknya terhadap perkembangan otak dan sistem biologis anak bisa bertahan bertahun-tahun setelah peristiwa tersebut," jelas peneliti dalam laporan studinya.

Kekerasan Verbal sebagai Sumber Stres Beracun

Para ahli menjelaskan bahwa kekerasan verbal dapat menjadi sumber toxic stress atau stres beracun yang memengaruhi perkembangan otak anak. Berbeda dengan kekerasan fisik, luka akibat kata-kata keras sering kali tidak terlihat secara kasat mata, sehingga sering luput dari perhatian.

Baca Juga: Danantara Setuju Tagihan Utang KCIC Ditanggung Kemenkeu, Bukan Lagi di Laporan Investasi

Dalam jangka panjang, pengalaman kekerasan verbal pada masa kecil dapat meningkatkan risiko berbagai gangguan kesehatan, antara lain:

Dampak pada Kehidupan Sosial dan Emosional

Penelitian ini juga mengungkap dampak nyata kekerasan verbal terhadap kualitas hidup seseorang di masa dewasa. Dibandingkan dengan individu yang tidak pernah mengalami kekerasan verbal saat kecil, mereka yang mengalaminya cenderung:

Tren yang Perlu Diwaspadai

Meskipun kasus kekerasan fisik terhadap anak cenderung menurun, penelitian ini menunjukkan bahwa kekerasan verbal justru semakin meningkat. Kondisi ini menjadikan edukasi kepada orang tua tentang bahaya kata-kata kasar menjadi sangat mendesak.

Langkah Preventif yang Dapat Dilakukan

Bagi orang tua yang ingin menerapkan disiplin tanpa kekerasan, terdapat beberapa pendekatan alternatif yang terbukti efektif:

Penutup

Kekerasan verbal mungkin tidak meninggalkan bekas fisik, namun dampaknya terhadap jiwa anak sangat nyata dan berlangsung jangka panjang. Dengan meningkatnya kesadaran akan bahaya ini, diharapkan orang tua dapat menemukan cara mendisiplinkan anak yang lebih sehat dan konstruktif, tanpa melukai mental maupun emosional mereka.

Membangun lingkungan rumah yang aman secara emosional bukan hanya tanggung jawab orang tua, tetapi juga investasi penting bagi kesehatan mental generasi mendatang.