Pintuberita.com — Portal Berita Bandung Raya & Jawa Barat

Pakar Psikologi Sebut Enam Ciri yang Membedakan Pembohong Mahir dari yang Biasa

Jabar · Oleh ·

Pakar psikologi sebut pembohong mahir punya enam ciri: ekspresi terkontrol, bangun citra positif, jaga kontak mata, intonasi otoritatif, bahasa tubuh tenang, dan mampu manipulasi emosi.

Pakar Psikologi Sebut Enam Ciri yang Membedakan Pembohong Mahir dari yang Biasa

Tidak semua pembohong menunjukkan gelagat yang mudah dikenali. Sebaliknya, mereka yang paling piawaia menyamarkan kebohongan justru tampil tenang dan meyakinkan.

Profesor psikologi dari Texas Woman's University, Christian L. Hart, menyatakan bahwa pembohong mahir tidak ragu melakukan manipulasi. Mereka percaya diri, dominan, dan santai saat mengeksploitasi orang lain. Riset Hart menunjukkan ada sejumlah karakteristik utama yang melekat pada individu yang pandai berbohong.

Ekspresi Emosional Terkendali

Pembohong mahir tidak hanya menjaga kata-kata, tetapi juga piawai mengatur respons emosional. Ekspresi seperti terkejut, bahagia, atau sedih dapat dimanipulasi agar selaras dengan cerita yang dikarang. Hart menyebutnya sebagai cara menutupi emosi sebenarnya demi memastikan lawan bicara tidak menaruh curiga.

Baca Juga: Edi Dadang Chandra Terpilih Aklamasi Pimpin FORKABI Depok 2026-2031

Mampu Bangun Citra Positif

Kemampuan beradaptasi dengan lingkungan menjadi kunci. Pembohong ulung membangun citra positif dan menyesuaikan diri dengan lawan bicaranya agar lebih mudah dipercaya. Hart menggambarkan, "Pembohong yang baik naik ke panggung dan memainkan peran sebagai orang yang jujur."

Kontak Mata yang Terjaga

Anggapan bahwa pembohong selalu menghindari tatapan mata ternyata tidak sepenuhnya benar. Drew A. Curtis dari Angelo State University menyebut pembohong mahir justru sering mempertahankan atau meningkatkan kontak mata untuk memperkuat kesan jujur pada ceritanya.

Baca Juga: Romo Bayu Suryo Ubah Lahan Kosong di Subang Jadi Destinasi Wisata Budaya yang Didatangi Wisatawan Mancanegara

Intonasi Suara Terkendali

Alih-alih terbata-bata, mereka mengontrol intonasi suara agar terdengar otoritatif dan meyakinkan. Curtis menjelaskan bahwa mereka berusaha memiliki nada suara yang terdengar percaya diri, menggunakan nada serius, dan tidak menaikkan nada suara.

Bahasa Tubuh Tenang

Kepanikan jarang terlihat pada pembohong profesional. Mereka menjaga bahasa tubuh tetap wajar, seperti mempertahankan postur santai untuk menyamarkan kegelisahan yang mungkin muncul. Curtis menambahkan bahwa mereka mampu memanipulasi ekspresi untuk menampilkan reaksi yang dianggap paling sesuai dengan konteks situasi.

Verifikasi Tetap Kunci

Curtis menyarankan untuk membiarkan subjek terus berbicara. Semakin banyak detail yang diberikan, semakin besar peluang untuk melakukan verifikasi. Meminta mereka mengulangi cerita juga bisa efektif, karena menjaga konsistensi narasi fiktif jauh lebih sulit daripada mengarang secara spontan. Namun ia menegaskan, tanda-tanda fisik seperti kontak mata atau nada bicara bukan bukti absolut kebohongan. Karakteristik ini hanyalah indikator yang sering ditemukan pada pembohong mahir, sehingga verifikasi informasi tetap menjadi langkah krusial.