Pintuberita.com — Portal Berita Bandung Raya & Jawa Barat

Ribuan Pendukung Kawal Pendaftaran H. Luky Setiawan Jadi Cabup Desa Bojongsari

Jabar · Oleh Tasya Oktaviani ·

Ribuan pendukung mengawal pendaftaran H. Luky Setiawan sebagai bakal calon Kepala Desa Bojongsari, Kabupaten Bekasi, jelang Pilkades 2026.

Ribuan Pendukung Kawal Pendaftaran H. Luky Setiawan Jadi Cabup Desa Bojongsari

Ribuan Pendukung Kawal Pendaftaran H. Luky Setiawan Sebagai Calon Kepala Desa Bojongsari

BEKASI – Geliat demokrasi di tingkat desa kembali mencuri perhatian publik. Menjelang Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) 2026, Desa Bojongsari, Kecamatan Kedungwaringin, Kabupaten Bekasi, menjadi sorotan setelah kehadiran bakal calon kepala desa yang mendapat sambutan masif dari ribuan pendukungnya.

H. Luky Setiawan secara resmi mendaftarkan diri sebagai Calon Kepala Desa Bojongsari pada Kamis, 30 Juli 2026 pagi, di Kantor Desa Bojongsari. Kedatangannya tidak sendiri—diriwayatkan oleh ratusan bahkan ribuan massa pendukung yang memadati area kantor desa, menunjukkan gelombang dukungan yang begitu kuat mengiringi langkahnya.

Dukungan Massa Bukan Sekadar Seremoni

Berdasarkan informasi yang dihimpun di lapangan, massa yang hadir saat proses pendaftaran hanyalah sebagian kecil dari keseluruhan pendukung H. Luky Setiawan. Banyak di antara mereka yang tidak bisa hadir karena masih harus bekerja dan mencari nafkah untuk memenuhi kebutuhan keluarga.

"Yang hadir mengantarkan pendaftaran ini sebenarnya hanya sebagian kecil dari pendukung beliau. Banyak yang tidak bisa hadir karena harus bekerja dan mencari nafkah untuk keluarganya. Tetapi secara moral, mereka tetap memberikan dukungan kepada H. Luky," jelas Muktar, salah seorang pendukung.

Modal Kepemimpinan di Mata Pendukung

Muktar turut menjelaskan mengapa keluarga besarnya memilih mendukung H. Luky Setiawan. Baginya, figur muda, cerdas, dan memiliki latar belakang keluarga yang baik menjadi pertimbangan utama.

Ia menegaskan bahwa dukungan tersebut bukan tanpa alasan. H. Luky dipandang memiliki potensi besar untuk membawa energi baru dalam pembangunan desa.

"Keluarga besar kami juga merupakan pendukung beliau. Kami melihat H. Luky sebagai sosok muda dan cerdas yang memiliki potensi untuk memimpin Desa Bojongsari dan membawa perubahan ke arah yang lebih baik," tutur Muktar.

Seruan untuk Memilih dengan Cerdas

Muktar berharap momentum Pilkades menjadi ruang bagi masyarakat untuk menggunakan hak pilih secara cerdas, rasional, dan bertanggung jawab. Ia menekankan bahwa masyarakat tidak cukup sekadar melihat popularitas seorang calon, tetapi juga perlu mempertimbangkan beberapa aspek penting:

"Masyarakat harus semakin cerdas dalam menentukan pilihan. Lihat latar belakang, kapasitas, rekam jejak, dan komitmen setiap calon," imbau Muktar.

Pilkades sebagai Momen Menentukan Masa Depan Desa

Pendaftaran H. Luky Setiawan menandai dimulainya babak penting dalam perjalanan Pilkades Desa Bojongsari. Setelah tahapan pencalonan tuntas, masyarakat akan menjadi penentu utama arah kepemimpinan desa melalui pilihan yang diberikan secara langsung, bebas, dan bertanggung jawab.

Pilkades sejatinya bukan semata-mata kompetisi antarkandidat, melainkan momentum untuk menentukan gagasan, arah pembangunan, kualitas pelayanan publik, serta masa depan desa. Karena itu, perbedaan pilihan seyogianya tidak menjadi alasan untuk memecah belah masyarakat.

Harapan untuk Demokrasi Desa yang Bermartabat

Antusiasme yang mengiringi pendaftaran H. Luky Setiawan diharapkan menjadi energi positif bagi demokrasi Desa Bojongsari. Pada akhirnya, masyarakatlah yang memiliki hak penuh untuk menentukan siapa figur terbaik memimpin desa.

Seluruh kandidat dan pendukung diharapkan tetap mengedepankan sportivitas, persatuan, serta komitmen menjaga suasana Pilkades yang aman, damai, dan bermartabat. Dengan semangat demokrasi yang dewasa, Pilkades diharapkan tidak berhenti pada seremoni pergantian kepemimpinan, melainkan menjadi momentum menghadirkan perubahan nyata yang dirasakan langsung oleh masyarakat—melalui pemerintahan desa yang transparan, pembangunan berkelanjutan, dan kebijakan yang menempatkan kepentingan masyarakat sebagai orientasi utama.