Pintuberita.com — Portal Berita Bandung Raya & Jawa Barat

Revitalisasi Pendidikan Ujung Negeri: Wamendikdasmen Bahas Hardiknas 2026

Bandung · Oleh Fikri Ramadhan ·

Wakil Menteri Pendidikan Fajar Riza Ul Haq bahas strategi pendidikan bermutu, termasuk revitalisasi sekolah dan digitalisasi, sampai wilayah ujung negeri Indonesia di Hardiknas 2026

Revitalisasi Pendidikan Ujung Negeri: Wamendikdasmen Bahas Hardiknas 2026

Pada momentum Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026 yang jatuh pada 2 Mei, Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen) Fajar Riza Ul Haq mengajak seluruh elemen masyarakat untuk merefleksikan perjalanan pendidikan Indonesia hingga ke wilayah terluar kepulauan. Dalam pernyataannya, ia menekankan bahwa keterbatasan geografis tidak boleh menjadi hambatan untuk mencapai pendidikan bermutu bagi semua siswa, terlepas dari lokasi sekolah mereka.

Konteks Tema Hardiknas 2026

Tema yang diusung untuk Hardiknas tahun ini adalah Menguatkan Partisipasi Semesta Mewujudkan Pendidikan Bermutu untuk Semua, yang menegaskan kolaborasi dan gotong royong sebagai kunci keberhasilan. Fajar menegaskan bahwa ia telah mengomunikasikan semangat ini saat bertemu dengan kepala daerah, dinas pendidikan, kepala sekolah, guru, orang tua murid, dan pemangku kepentingan pendidikan di berbagai wilayah Indonesia.

Intervensi Terintegrasi Sumber Daya Manusia Pemerintah

Ia menekankan bahwa intervensi kebijakan Presiden Prabowo Subianto di sektor SDM bersifat terintegrasi dan holistik. Menurutnya, kualitas proses pembelajaran akan berkembang hanya jika didukung oleh ekosistem pendidikan yang menjamin kesejahteraan sosial siswa (well-being student).

Keterlibatan di Wilayah Ujung Negeri

Setelah menghadiri Puncak Hardiknas 2025 di Manokwari, Papua Barat, Fajar menyempatkan diri mengunjungi SDN Inpres 10 Mansinam di Pulau Mansinam. Salah satu murid bernama Amir mengajaknya menengok ruang kelas menjelang senja, sambil kepala sekolah menceritakan bahwa sekolah ini dibangun sejak tahun 1980 sebagai bagian dari program SD Inpres era Presiden Soeharto.

Sekolah di Pulau Mansinam termasuk salah satu penerima bantuan Papan Interaktif Digital (PID) dari Kementerian Pendidikan. Selain itu, Fajar juga terharu saat menyaksikan para guru di Kabupaten Sintang menyambut kenaikan Tunjangan Profesi Guru (TPG) dari Rp1,5 juta menjadi Rp2 juta per bulan. Saat mengunjungi kegiatan MPLS di Kota Ambon, ia merasakan komitmen kuat para guru untuk menjadikan sekolah sebagai rumah kedua bagi peserta didik.

Ia juga berbagi cerita tentang PAUD Indo Tionghoa di Tarakan yang bersemangat mengikuti permainan edukatif menggunakan PID, serta pengelola yayasan di Kota Ende yang menyampaikan rasa syukur atas kebijakan redistribusi guru ASN ke sekolah swasta.

Program Revitalisasi dan Digitalisasi Pendidikan

Fajar menjelaskan bahwa jika dahulu tantangan utama adalah memperluas akses pendidikan dasar dengan membangun sekolah baru, kini fokusnya beralih ke memastikan anak-anak datang ke sekolah dalam kondisi sehat, belajar di ruang yang layak, dan mendapatkan pengalaman pembelajaran yang menyenangkan.

Dalam kerangka ini, beberapa program diimplementasikan sebagai intervensi kebijakan yang terintegrasi untuk mendukung tercapainya standar proses pembelajaran yang holistik sebagaimana amanat Permendikdasmen No 1 Tahun 2026:

Menurut data Kementerian Pendidikan, pada tahun 2025 telah disalurkan bantuan revitalisasi sebesar Rp16,9 triliun untuk 16.167 satuan pendidikan. Tahun 2026, alokasi anggaran mencapai Rp14 triliun yang akan menyasar 11.474 satuan pendidikan, dengan Presiden berjanji akan menambah anggaran agar mencakup hingga 71.000 satuan pendidikan di seluruh Indonesia.

Selain itu, sebanyak 288.865 unit PID telah disalurkan pada tahun 2025 sebagai bagian dari program digitalisasi pembelajaran. Cerita dari PAUD Indo Tionghoa di Tarakan dan SD Kanisius di Wonogiri juga membuktikan bahwa perangkat PID telah menghidupkan suasana pembelajaran yang lebih interaktif dan menarik bagi siswa. Studi Shi dkk. (2021) menunjukkan bahwa pembelajaran berbasis papan interaktif dapat meningkatkan capaian kognitif siswa jika digunakan dengan pendekatan pedagogis yang tepat.

Peningkatan Profesionalisasi dan Tunjangan Guru

Salah satu fokus utama Presiden adalah meningkatkan kompetensi guru, dengan memerintahkan Mendikdasmen Abdul Mu’ti untuk mempercepat program sertifikasi guru sesuai amanat UU No 14 Tahun 2005. Hasilnya, persentase guru yang tersertifikasi meningkat dari sekitar 65% (1,9 juta guru) pada tahun 2024 menjadi 92% (2,7 juta guru) pada tahun 2025.

Fajar juga berbagi cerita tentang para guru dari Pulau Ende, Flores, yang meneminya akhir Desember 2025. Mereka menyampaikan kebahagiaan saat menerima TPG yang langsung disalurkan ke rekening bank mereka, menepati janji Presiden yang diucapkan saat Perayaan Hari Guru Nasional 2024.

"Pendidikan tidak dibangun dalam satu malam dan tidak bisa dinilai dari satu program, namun kerja panjang yang membutuhkan konsistensi, keberanian mengambil risiko, dan memastikan kehadiran negara sampai ke titik paling jauh."

Dalam kesimpulannya, Fajar menegaskan bahwa upaya meningkatkan pendidikan bermutu di seluruh Indonesia membutuhkan komitmen jangka panjang dari seluruh elemen masyarakat. Dengan intervensi kebijakan yang terintegrasi, kolaborasi antar pemangku kepentingan, dan perhatian khusus pada wilayah ujung negeri, Indonesia dapat mewujudkan sistem pendidikan yang adil dan berkualitas untuk semua siswa.