Pintuberita.com — Portal Berita Bandung Raya & Jawa Barat

Rencana Relokasi Terminal Cicaheum untuk Dukung BRT dan Kurangi Kemacetan di Kota Bandung

Bandung · Oleh Fikri Ramadhan ·

Pemerintah Kota Bandung merencanakan relokasi operasional Terminal Cicaheum ke Terminal Leuwipanjang sebagai bagian pengembangan BRT, untuk mengurai kemacetan dan meningkatkan integrasi transportasi publik.

Rencana Relokasi Terminal Cicaheum untuk Dukung BRT dan Kurangi Kemacetan di Kota Bandung

Pendahuluan

Kota Bandung sedang menyiapkan langkah transformatif dalam sistem transportasi publik, dengan rencana relokasi operasional Terminal Cicaheum ke Terminal Leuwipanjang. Langkah ini bukan hanya sekadar perpindahan lokasi, melainkan bagian dari upaya besar untuk mengatasi kemacetan kronis dan meningkatkan integrasi layanan transportasi umum di wilayah ini.

Latar Belakang dan Tujuan Pemindahan

Kepala Terminal Cicaheum Kota Bandung, Asep Supriyadi, mengkonfirmasi bahwa rencana ini masih dalam tahap perencanaan, namun arahnya sudah jelas. Terminal Leuwipanjang dipilih karena memiliki kapasitas dan fasilitas yang lebih memadai untuk menunjang sistem transportasi terintegrasi berbasis Bus Rapid Transit (BRT). Menurut Asep, pemindahan ini akan memungkinkan pengelolaan arus penumpang dan kendaraan yang lebih optimal, sesuai dengan skema pengembangan BRT yang sedang disiapkan.

"Dengan adanya pengembangan BRT, kemungkinan layanan dari Terminal Cicaheum akan dialihkan ke Leuwipanjang. Ini bagian dari penyesuaian ke terminal yang lebih besar," ujar Asep pada Rabu (18/3/2026).

Manfaat untuk Mengurai Kemacetan

Pengembangan BRT di Bandung membutuhkan penyesuaian infrastruktur yang mendukung, termasuk terminal yang mampu menampung volume kendaraan dan penumpang dalam jumlah besar. Pemindahan terminal adalah komponen penting dari skema ini, yang diharapkan dapat mendistribusikan arus kendaraan lebih merata di seluruh kota. Khususnya, kawasan timur Kota Bandung yang sering mengalami kemacetan parah akan mendapatkan keuntungan dari pengurangan kepadatan lalu lintas, karena operasional bus tidak lagi terpusat di Terminal Cicaheum. Selain itu, sistem BRT yang didukung oleh terminal yang lebih baik juga berpotensi mengurangi ketergantungan masyarakat pada kendaraan pribadi, yang berdampak positif pada kualitas udara dan lingkungan kota. Beberapa manfaat utama dari rencana ini meliputi:

Edukasi dan Tindakan untuk Masyarakat

Untuk memastikan transisi berjalan lancar, pemerintah mengimbau masyarakat untuk mulai beradaptasi dengan perubahan sistem transportasi yang akan datang. Salah satu poin penting yang ditekankan adalah untuk selalu membeli tiket melalui jalur resmi, guna menghindari potensi penipuan dan memastikan keamanan perjalanan. Asep menegaskan bahwa pengawasan sistem tiket akan diperketat seiring dengan perubahan layanan, guna menciptakan sistem transportasi yang lebih tertib dan profesional. Hal ini juga bertujuan untuk meningkatkan kenyamanan penumpang selama perjalanan, serta meningkatkan minat masyarakat untuk menggunakan angkutan umum.

"Masyarakat diminta untuk tetap membeli tiket melalui jalur resmi guna menghindari potensi penipuan dan memastikan keamanan perjalanan. Pengawasan sistem tiket akan diperketat seiring dengan perubahan layanan," ucapnya.

Harapan dan Tantangan Ke Depan

Jika rencana ini terealisasi, fasilitas di Terminal Leuwipanjang diharapkan akan jauh lebih baik dibandingkan Terminal Cicaheum, baik dari sisi sarana fisik maupun kualitas pelayanan kepada masyarakat. Perbaikan ini diharapkan dapat meningkatkan minat warga untuk menggunakan angkutan umum, yang pada gilirannya akan mengurangi beban lalu lintas di jalan-jalan utama Kota Bandung. Namun, implementasi kebijakan ini masih bergantung pada beberapa faktor, termasuk kesiapan infrastruktur dan respons masyarakat terhadap perubahan sistem transportasi. Jika berjalan sesuai rencana, pemindahan Terminal Cicaheum akan menjadi titik awal transformasi besar transportasi publik di Kota Bandung, yang memberikan dampak jangka panjang bagi mobilitas, kenyamanan, dan kualitas lingkungan warga.