Pintuberita.com — Portal Berita Bandung Raya & Jawa Barat

Rekayasa Lalu Lintas Satu Arah Jalur Ciherang Kabupaten Bandung untuk Reduksi Kemacetan

Bandung · Oleh Nayla Putri ·

Satlantas Polresta Bandung menerapkan rekayasa lalu lintas satu arah dan buka tutup jalur Ciherang selama 40 menit di Kabupaten Bandung pada 24/3/2026 untuk mengurai kemacetan arus balik dari Garut menuju Bandung dan Jakarta.

Rekayasa Lalu Lintas Satu Arah Jalur Ciherang Kabupaten Bandung untuk Reduksi Kemacetan

Kondisi Lalu Lintas di Jalur Ciherang Saat Penerapan Rekayasa

Pada Selasa, 24 Maret 2026, jalur Ciherang di Kabupaten Bandung, Jawa Barat, menyaksikan pengaturan lalu lintas darurat yang diterapkan oleh Satlantas Polresta Bandung. Langkah ini diambil sebagai respons terhadap arus balik kendaraan yang padat, yang berasal dari Kota Garut menuju Bandung dan Jakarta. Arus balik ini biasanya terjadi setelah periode kunjungan atau liburan, dan pada hari tersebut menyebabkan antrian kemacetan yang cukup panjang di sepanjang jalur utama ini.

Pengendara terlihat mematikan mesin kendaraan mereka sambil menunggu berakhirnya masa rekayasa lalu lintas, yang berlangsung selama 40 menit. Meskipun beberapa pengendara mungkin merasa terganggu dengan penundaan sementara, langkah ini dirancang untuk mengatasi kemacetan jangka panjang yang mungkin terjadi tanpa pengaturan lalu lintas.

Detail Langkah Rekayasa Lalu Lintas

Satlantas Polresta Bandung menerapkan dua langkah utama dalam rekayasa lalu lintas ini:

Kedua langkah ini diimplementasikan secara terkoordinasi untuk memastikan bahwa arus kendaraan dari Garut dapat mengalir lebih lancar menuju tujuan akhir mereka, tanpa terjebak dalam antrian panjang. Waktu pelaksanaan rekayasa lalu lintas ini dipilih pada periode ketika arus balik kendaraan mencapai puncaknya, sehingga langkah ini dapat memberikan dampak maksimal dalam mengurai kemacetan.

Tujuan dan Dampak Langkah Ini

Tujuan utama dari penerapan rekayasa lalu lintas ini adalah untuk mengurangi waktu tempuh bagi pengendara yang melakukan perjalanan balik dari Garut ke Bandung dan Jakarta. Tanpa pengaturan lalu lintas, kemacetan bisa berlangsung selama beberapa jam, menyebabkan ketidaknyamanan bagi ribuan pengendara.

Dengan menerapkan langkah sementara ini, Satlantas Polresta Bandung berharap dapat:

  1. Menghilangkan titik kemacetan yang menyebabkan hambatan arus kendaraan
  2. Mengarahkan arus kendaraan ke jalur yang lebih efisien
  3. Mengurangi risiko kecelakaan lalu lintas yang mungkin terjadi akibat kepadatan kendaraan yang berlebihan

Selain itu, langkah ini juga bertujuan untuk meningkatkan keamanan di sepanjang jalur Ciherang, karena pengaturan lalu lintas dapat mengurangi risiko tabrakan antara kendaraan yang bergerak dalam arah yang berbeda.

Reaksi Pengendara

Meskipun sebagian pengendara mungkin merasa kecewa dengan penundaan sementara, sebagian besar memahami tujuan dari langkah rekayasa lalu lintas ini. Beberapa pengendara yang diwawancarai mengatakan bahwa mereka lebih memilih penundaan singkat daripada kemacetan yang berlangsung selama berjam-jam.

"Saya tahu ini untuk kebaikan bersama, meskipun harus menunggu beberapa menit lebih lama," kata salah satu pengendara yang tidak ingin disebutkan namanya. "Saya hanya berharap langkah seperti ini dapat diterapkan secara lebih terencana di masa depan untuk menghindari kemacetan yang parah."

Para petugas lalu lintas juga terlihat bekerja dengan sigap untuk mengarahkan pengendara dan memastikan bahwa langkah rekayasa lalu lintas berjalan lancar. Tidak ada laporan kecelakaan serius selama pelaksanaan langkah ini, menurut informasi yang diperoleh.