Pintuberita.com — Portal Berita Bandung Raya & Jawa Barat

Ratusan Sekolah di Sumedang Direvitalisasi Tahun 2026

Bandung · Oleh Fikri Ramadhan · · Diperbarui 2 Maret 2026

Kabupaten Sumedang menerapkan strategi ganda pembenahan sekolah tahun 2026, menggabungkan bantuan Pemerintah Pusat untuk 45 SD dan SMP serta Rp20 miliar APBD untuk 100 sekolah lain dari PAUD, SD, dan SMP, guna meningkatkan lingkungan belajar dan kualitas pendidikan daerah.

Ratusan Sekolah di Sumedang Direvitalisasi Tahun 2026

Strategi Ganda Pembenahan Sekolah Sumedang 2026: Bantuan Pusat dan Rp20 Miliar APBD Berpadu

Kualitas pendidikan di daerah tidak hanya bergantung pada tenaga pengajar dan kurikulum, tetapi juga sarana dan prasarana yang mendukung proses belajar mengajar. Tahun 2026, Kabupaten Sumedang mengambil langkah besar untuk meningkatkan kondisi bangunan sekolah melalui program revitalisasi yang menggabungkan sumber dana dari Pemerintah Pusat dan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) lokal. Program ini bertujuan untuk memperbaiki ratusan bangunan sekolah yang rusak, baik ringan maupun berat, sehingga menciptakan lingkungan belajar yang lebih nyaman dan kondusif bagi siswa dan guru.

Detail Program Revitalisasi dari Pemerintah Pusat

Sebagian besar program revitalisasi sekolah di Sumedang tahun ini didukung oleh bantuan dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah. Menurut Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sumedang, Eka Ganjar Kurniawan, sebanyak 20 Sekolah Dasar (SD) dan 25 Sekolah Menengah Pertama (SMP) akan menjadi penerima bantuan ini.

"Program dari Pemerintah Pusat di Kabupaten Sumedang tahun ini ada 20 SD dan 25 SMP yang akan diperbaiki dan direvitalisasi," ujar Eka pada Rabu (28/1).

Eka menekankan bahwa revitalisasi ini tidak sama dengan perbaikan rutin biasa. Revitalisasi seluruh bangunan dalam satu sekolah menjadi fokus utama, bukan hanya memperbaiki satu atau dua ruangan yang rusak. Hal ini membutuhkan pendekatan yang lebih terstruktur dan akseleratif, mengingat banyaknya bangunan sekolah yang membutuhkan perbaikan di daerah. "Perbaikan dan revitalisasi sekolah secara masif memerlukan pendekatan yang berbeda dibandingkan program perbaikan biasa. Karena itu, diperlukan langkah-langkah konkret dan akseleratif dari Pemerintah Pusat untuk mempercepat penanganan kerusakan bangunan sekolah di daerah," tambahnya.

Rp20 Miliar APBD Sumedang untuk Menutup Kebutuhan Sekolah yang Tidak Tercover Bantuan Pusat

Selain bantuan dari pusat, Pemerintah Kabupaten Sumedang juga mengalokasikan Rp20 miliar dari APBD untuk mendukung program pembenahan sekolah. Dana ini akan digunakan untuk memperbaiki sekitar 100 sekolah dari jenjang Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), SD, dan SMP yang tidak mendapatkan bantuan dari Pemerintah Pusat. "Anggaran dari APBD Kabupaten kami alokasikan untuk sekolah-sekolah yang tidak mendapatkan bantuan dari Pemerintah Pusat. Sekolah-sekolah tersebut kami bantu melalui anggaran Pemerintah Daerah," jelas Eka.

Langkah ini menunjukkan komitmen pemerintah lokal untuk tidak meninggalkan sekolah mana pun yang membutuhkan perbaikan. Dengan menggabungkan dua sumber dana, Sumedang berusaha menutup kesenjangan dalam sarana pendidikan di seluruh wilayah kabupaten.

Dampak Revitalisasi Sekolah terhadap Kualitas Pendidikan di Sumedang

Program revitalisasi ini diharapkan memberikan dampak positif yang signifikan terhadap kualitas pendidikan di Sumedang. Beberapa manfaat yang dapat diperoleh antara lain:

Langkah Akseleratif untuk Memastikan Program Berjalan Tepat Waktu

Untuk memastikan program revitalisasi berjalan sesuai jadwal, Pemerintah Kabupaten Sumedang akan melakukan koordinasi erat dengan Pemerintah Pusat dan pihak terkait. Beberapa langkah yang akan diambil antara lain:

Dengan strategi ganda ini, Sumedang berharap dapat menyelesaikan program revitalisasi sekolah tepat waktu dan memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat. Program ini bukan hanya tentang memperbaiki bangunan, tetapi juga tentang investasi dalam masa depan pendidikan daerah.