Ratusan Driver Ojol Kawal Aksi di Senayan Sambil Kehilangan Pesanan
Ratusan driver ojol di Jakarta mengorbankan jam sibuk Jumat untuk menjaga lalu lintas di kawasan Senayan saat aksi AMPB berlangsung. Mereka kehilangan orderan demi menjaga kelancaran.

Jumat sore diJl. Gatot Subroto, puluhan driver ojol berjaga di bahu jalan. Mereka tidak mengambil penumpang. Keramaian massa yang lewat membuat aplikasi ihnen mati sendiri karena area terdampak aksi.
Para driver itu bukan bagian dari massa AMPB yang berunjuk rasa. Mereka hadir secara sukarela untuk menjaga kelancaran lalu lintas di sekitar titik yang bakal dilalui prosesi.
Koordinator lapangan jaga, Usep, mengatakan driver dari berbagai platform komunikasi sudah saling mengatur sejak pagi. Mereka membagi tugas di tiga titik, mulai dari lampu merah Bundaran Senayan hingga pintu masuk Gedung DPR.
Baca Juga: DPD NasDem Purwakarta Adakan Turnamen Voli Putri untuk Ratusan Warga Desa Galumpit
"Mau bagaimana lagi, kalau kawasan ini macet parah ya driver juga yang kena," kata Usep. "Setidaknya kalau jaga di sini, Arus bisa lebih lancar."
Keputusan untuk menghabiskan Jumat sore di jalan berarti mengorbankan jam ramai. Biasanya waktu itu orderan melimpah karena pulang kerja dan aksi saling silang.
Di sela jaga, para driver menghampiri massa yang baru tiba. Mereka menyampaikan imbauan agar aspirasi disampaikan dengan tenang dan tidak terprovokasi.
Baca Juga: Rocky Balboa Hadapi Ivan Drago di Moskow untuk Balas Kejatuhan Apollo Creed dalam Rocky IV
"Kami ojol selalu ingin wilayah aman dan damai. Mari jaga ketertiban bersama," bunyi salah satu pesan yang disuarakan.
Aksi AMPB sendiri berlangsung di kompleks parlemen. Massa tiba secara bergelombang menggunakan berbagai kendaraan. Beberapa ruas jalan di sekitarnya resmi ditutup polisi mulai sore hari.
Warga yang melintas apresiasi kehadiran driver penjaga. Mereka menilai situasi lebih tertata dibanding aksi serupa yang pernah terjadi tanpa koordinasi warga.
Puluhan driver itu kembali keangkotanya masing-masing setelah massa AMPB fully masuk kompleks. Mereka membuka aplikasi dan mulai menerima orderan lagi.
Pertanyaan muncul di grup driver online seusai kejadian. Banyak yang mempertanyakan siapa yang mengoordinasikan jagaan dan apakah bisa dijadikan tradisi saat ada aksi besar di Jakarta.
Hingga berita ini ditulis, belum ada pernyataan resmi dari Asosiasi Driver Online mengenai mekanisme penjagaan serupa untuk aktivitas massa berikutnya.