Pintuberita.com — Portal Berita Bandung Raya & Jawa Barat

Ramadan di Bandung: Momentum Kurangi Sampah dan Bangun Karakter

Bandung · Oleh Fikri Ramadhan · · Diperbarui 2 Maret 2026

Wali Kota Bandung Muhammad Farhan mengajak warga manfaatkan Ramadan sebagai momentum kurangi sampah, bangun karakter generasi muda, dan perkuat solidaritas sosial di tengah tantangan pengelolaan sampah kota

Ramadan di Bandung: Momentum Kurangi Sampah dan Bangun Karakter

Pada Rabu (25/2/2025), Wali Kota Bandung Muhammad Farhan mengingatkan masyarakat untuk siap menghadapi potensi lonjakan volume sampah selama Ramadan hingga Idulfitri. Periode ini dinilai sebagai fase paling rawan untuk pengelolaan sampah di Kota Bandung, seiring dengan meningkatnya aktivitas konsumsi rumah tangga, perdagangan, serta kegiatan sosial keagamaan di seluruh wilayah.

Tantangan Pengelolaan Sampah di Musim Ramadan

Kota Bandung saat ini masih mengandalkan pembuangan akhir sampah di TPA Sari Mukti, yang kapasitasnya semakin terbatas dan akses pengangkutan tidak selalu stabil. Pemerintah Kota Bandung menekankan bahwa ketergantungan pada tempat pembuangan akhir tidak bisa terus dipertahankan tanpa perubahan perilaku masyarakat. Jika produksi sampah meningkat tanpa upaya pengurangan dari sumbernya, risiko penumpukan sampah di lingkungan permukiman akan semakin besar.

"Tidak ada jalan pintas. Kota ini hanya bisa bersih jika warganya ikut berubah", ujar Farhan dalam acara rapat pimpinan pemerintah daerah yang menyoroti kondisi pengelolaan sampah kota.

Langkah Praktis untuk Mengurangi Sampah

Farhan menegaskan bahwa persoalan sampah bukan hanya urusan petugas kebersihan, melainkan tanggung jawab bersama seluruh warga Kota Bandung. Ia meminta setiap rumah tangga untuk mulai melakukan langkah kecil yang berdampak besar:

Selain itu, Farhan meminta camat dan lurah untuk memperkuat pengelolaan sampah berbasis kewilayahan. Pendekatan ini menempatkan kelurahan dan RW sebagai garda terdepan pengurangan sampah melalui program bank sampah, komposting mandiri, hingga pengolahan sampah skala lingkungan. Ia juga menekankan peran penggerobak sampah dan petugas kebersihan, yang tidak hanya bertugas mengangkut sampah, tetapi juga menjadi edukator bagi warga mengenai pemilahan dan pengurangan sampah.

Ramadan sebagai Momentum Perubahan Gaya Hidup

Lebih dari sekadar peringatan tentang sampah, Farhan mengajak masyarakat untuk menjadikan Ramadan sebagai momentum perubahan gaya hidup, termasuk dalam pola konsumsi. Ia juga menekankan pentingnya menghidupkan kembali pusat Kota Bandung sebagai ruang kebersamaan warga, bukan hanya berorientasi pada aktivitas ekonomi.

"Kota yang hidup bukan hanya dipenuhi aktivitas perdagangan, melainkan juga interaksi sosial yang sehat antarwarga. Ruang publik, masjid, dan kawasan pusat kota dapat menjadi tempat tumbuhnya solidaritas sosial masyarakat", kata Farhan.

Ia berharap aktivitas Ramadan tahun ini dapat memperkuat silaturahmi sosial dan rasa memiliki terhadap kota, bukan hanya fokus pada kegiatan perdagangan semata.

Pembentukan Karakter Generasi Muda di Era Digital

Selain isu pengelolaan sampah, Farhan juga menyoroti tantangan besar pembinaan generasi muda di era digital. Akses informasi yang terbuka melalui gawai membuat anak-anak mudah terpapar berbagai konten, baik positif maupun negatif.

Farhan menekankan bahwa pendidikan karakter tidak dapat diserahkan sepenuhnya kepada sekolah. Peran keluarga, tokoh agama, dan lingkungan masyarakat dinilai sama pentingnya dalam membentuk moral dan kedisiplinan anak-anak. Ia juga menegaskan bahwa produktivitas manusia tidak ditentukan oleh usia, melainkan sejauh mana seseorang memberi manfaat bagi orang lain.

Sebagai bentuk dukungan konkret, Pemerintah Kota Bandung akan memberikan perhatian khusus kepada guru agama dan para pengajar keagamaan, yang selama ini berperan langsung dalam pembinaan karakter anak-anak. "Guru, para pengajar dinilai menjadi fondasi penting dalam membangun masyarakat yang tidak hanya maju secara ekonomi, tetapi juga kuat secara moral", ungkap Farhan.

Ramadan sebagai Titik Perubahan Kota Bandung

Farhan menjelaskan bahwa Kota Bandung dengan penduduk sekitar 2,6 juta jiwa menghadapi tantangan besar dalam menyiapkan generasi masa depan yang sehat, cerdas, serta memiliki daya saing tinggi sekaligus berkarakter kuat. Melalui penguatan pengelolaan sampah dan pendidikan karakter secara bersamaan, ia menegaskan bahwa Ramadan tahun ini menjadi titik perubahan menuju Kota Bandung yang lebih bersih, tertib, dan berbudaya.

"Keberhasilan menjaga Bandung bukan hanya ditentukan kebijakan pemerintah, melainkan dimulai dari kebiasaan kecil setiap warga di rumahnya masing-masing", tutup Farhan.