Puncak Mudik 2026: Penumpang Tertahan di Terminal Leuwipanjang Bandung
Ratusan penumpang mudik tertahan di Terminal Leuwipanjang Bandung akibat sistem one way dan kemacetan jalur, pihak terminal menyiagakan armada tambahan sebagai strategi darurat.

Puncak Arus Mudik 2026: Ratusan Penumpang Tertahan di Terminal Leuwipanjang Bandung
Pada hari Kamis pekan ini, ratusan penumpang mudik terjebak dan tertahan di Terminal Leuwipanjang, Bandung. Kejadian ini terjadi bersamaan dengan puncak arus mudik 2026, yang diprediksi membawa lonjakan jumlah penumpang di terminal tersebut. Masalah utama yang menyebabkan tertahannya penumpang adalah keterlambatan armada bus akibat penerapan sistem satu arah (one way) dan kemacetan parah di jalur arteri.
Penyebab Utama Tertahannya Penumpang
Kepala Terminal Leuwipanjang Asep Hidayat mengkonfirmasi bahwa penumpukan massal mulai terjadi sejak pagi hari. Menurutnya, bus yang datang dari arah barat—khususnya dari Jakarta—terlambat tiba karena adanya sistem one-way di rute tersebut. Selain itu, kemacetan di titik krusial jalur Sukabumi-Bandung, mulai dari Gekbrong, Cipatat, hingga Pasar Padalarang, juga memperparah keterlambatan jadwal kedatangan bus.
"Di sini terjadi penumpukan penumpang Sukabumi dan Jakarta dikarenakan memang dari arah Jakarta itu ada one way, sehingga telat datang dan penumpang menumpuk di sini," ujar Asep di Bandung, Kamis.
Data terminal mencatat bahwa pada hari sebelum kejadian, sekitar 5.543 penumpang telah diberangkatkan, sedangkan 5.629 penumpang tiba di terminal. Angka ini diprediksi akan terus meningkat pada hari Kamis saat masalah terjadi, mengingat masuknya puncak arus mudik tahun ini.
Strategi Darurat untuk Mengatasi Kepadatan
Untuk mengurai kepadatan penumpang yang terus bertambah, pihak terminal segera mengambil langkah darurat. mereka menambahkan armada tambahan dari trayek lain, seperti Bogor dan Cileungsi, untuk membantu mengangkut penumpang yang tertahan. Selain itu, sebanyak 600 armada telah disiagakan secara permanen untuk melayani pemudik secara bertahap, guna mengurangi antrian dan menunda penumpukan lebih lanjut.
Banyak calon penumpang yang mengaku telah menunggu lebih dari tiga jam tanpa kepastian jadwal keberangkatan. Salah satu di antaranya adalah Usep (52), pemudik tujuan Cianjur, yang mulai menunggu sejak pukul 07.00 WIB. Ia menyampaikan:
"Saya nunggu dari pukul 7, ini sudah tiga jam lebih. Katanya sih macet di Padalarang. Belum ada info berangkatnya jam berapa."
Imbauan untuk Seluruh Pemudik
Dalam menghadapi situasi kepadatan puncak mudik 2026 ini, pihak otoritas terminal memberikan beberapa imbauan penting kepada para pemudik:
- Tetap waspada dan menjaga barang bawaan agar tidak hilang atau dicuri
- Hindari menerima tawaran tiket murah dari pihak tidak resmi, guna menghindari praktik percaloan tiket yang merugikan
Analisis Tantangan Pengelolaan Arus Mudik
Kejadian di Terminal Leuwipanjang ini menjadi salah satu contoh tantangan yang dihadapi dalam mengelola arus mudik tahunan, terutama saat puncak perjalanan. Penerapan sistem one-way yang bertujuan untuk mengurangi kemacetan ternyata memiliki efek samping berupa penundaan jadwal, yang mempengaruhi kenyamanan pemudik. Namun, langkah darurat yang diambil oleh pihak terminal diharapkan dapat membantu mengatasi masalah ini dan memastikan pemudik bisa pulang ke kampung halaman dengan aman dan tepat waktu.