Pintuberita.com — Portal Berita Bandung Raya & Jawa Barat

PSEL Legok Nangka: Harapan Baru Atasi Krisis Sampah di Jawa Barat

KDM · Oleh Nayla Putri ·

PSEL Legok Nangka resmi groundbreaking, investasi Rp7,2 triliun untuk olah 2.000 ton sampah/hari dari 6 kab/kota Jawa Barat. Target beroperasi 2029.

PSEL Legok Nangka: Harapan Baru Atasi Krisis Sampah di Jawa Barat

Proyek Strategis Nasional yang Dinantikan Puluhan Tahun

Akhirnya, penantian panjang masyarakat Jawa Barat akan solusi pengelolaan sampah memasuki babak baru. Pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PSEL) Legok Nangka resmi dimulai, menandai tonggak bersejarah dalam penanganan krisis sampah yang selama ini menjadi masalah klasik di kawasan Bandung Raya.

Proyek yang berlokasi di Kabupaten Bandung ini bukan sekadar infrastruktur energi, melainkan jawaban atas keluhan puluhan tahun masyarakat terkait pengelolaan sampah yang selama ini masih didominasi pendekatan konvensional melalui Tempat Pembuangan Akhir (TPA).

Investasi Jumbo untuk Masalah Klasik Jawa Barat

PSEL Legok Nangka menggunakan dana sebesar 400 juta dolar Amerika Serikat atau setara Rp7,2 triliun. Angka fantastis ini mencerminkan keseriusan pemerintah daerah dan pusat dalam menangani masalah sampah yang selama ini seolah tidak pernah menemukan titik temu.

Proyek ini dirancang memiliki kapasitas pengolahan惊人的 2.000 ton sampah per hari dari enam kabupaten dan kota di Jawa Barat. Dengan kata lain, sekitar 730.000 ton sampah per tahun akan diolah menjadi energi listrik yang bermanfaat.

"Kita ini sedang menghadapi bencana sampah. Jadi ini merupakan upaya yang sangat baik sebagai jalan keluar," tegas Ketua DPRD Jawa Barat Buky Wibawa Karya Guna.

Enam Wilayah Terdampak Langsung

Keberadaan PSEL Legok Nangka akan melayani wilayah:

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mengungkapkan bahwa proyek ini membawa "tiga berkah" bagi masyarakat. Selain menyelesaikan проблема sampah, pembangunan ini juga membuka peluang lapangan kerja dan meningkatkan kapasitas energi daerah.

Kapasitas Energi dan Manfaat Lingkungan

Dari aspek energi, PLTSa Legok Nangka dirancang memiliki kapasitas sebesar 40,79 megawatt (MW). Listrik yang dihasilkan akan memasuki jaringan nasional, berkontribusi pada target bauranan energi nasional.

Aspek lingkungan juga menjadi keunggulan utama proyek ini. Proyek diproyeksikan dapat mengurangi emisi gas rumah kaca sebesar 311.000 ton karbon dioksida ekuivalen per tahun. Angka ini setara dengan menanam jutaan pohon atau mengurangi ribuan kendaraan bermotor dari jalan.

Timeline dan Tantangan Ahead

Pembangunan akan berlangsung selama 41 bulan dengan target operasional pada tahun 2029. Artinya, masyarakat Jawa Barat harus bersabar sedikit lebih lama untuk merasakan manfaat langsung dari proyek ini.

Chairman Buky Wibawa menekankan pentingnya penyelesaian sesuai jadwal. "Sudah cukup lama ditunggu, akhirnya hari ini dilakukan groundbreaking," katanya saat acara peletakan batu pertama.

Tantangan ke depan tidak ringan. Sistem pengelolaan sampah dari berbagai daerah harus dimaksimalkan agar bahan bakar PLTSa tersedia secara kontinu. Diperlukan koordinasi intensif antar pemerintah daerah untuk memastikan suplai sampah sesuai target.

Langkah Menuju Indonesia Bersih 2045

PSEL Legok Nangka bukan sekadar proyek lokal, melainkan bagian dari visi besar pengelolaan sampah nasional. Keberhasilannya nanti akan menjadi referensi bagi proyek serupa di berbagai daerah.

Masyarakat dapat mendukung program ini dengan memulai langkah sederhana: memilah sampah dari rumah. Kesadaran kolektif ini akan memastikan PLTSa mendapat pasokan sampah yang layak diolah menjadi energi.

Bagi warga Jawa Barat, terutama yang bermukim di kawasan Bandung Raya, proyek ini menawarkan secercah harapan. Dalam tiga tahun ke depan, krisis sampah yang selama ini menjadi Momok bisa mulai terurai. Dan pada 2029, mimpi memiliki lingkungan bersih tanpa harus bergantung pada TPA akan mulai menjadi kenyataan.