Pintuberita.com — Portal Berita Bandung Raya & Jawa Barat

Program Mudik Gratis Pemkot Bandung: 259 Peserta Jelang Idulfitri

Bandung · Oleh Salsa Maharani ·

Pemkot Bandung meluncurkan program mudik gratis dengan 259 peserta dan lima armada bus jelang Idulfitri. Wali Kota Farhan menjelaskan program ini juga mendukung perputaran ekonomi antarwilayah.

Program Mudik Gratis Pemkot Bandung: 259 Peserta Jelang Idulfitri

Program Mudik Gratis Pemkot Bandung: Fasilitasi Mobilitas Warga Jelang Idulfitri

Pemerintah Kota Bandung telah secara resmi melepas 259 peserta program mudik gratis pada Selasa (17/3) sore di halaman Balai Kota Bandung. Kegiatan ini menyiapkan lima unit armada bus dengan rute perjalanan khusus untuk membantu warga kota yang ingin pulang ke kampung halaman merayakan Hari Raya Idulfitri tanpa beban biaya transportasi.

Rute Perjalanan yang Tersedia

Untuk memenuhi kebutuhan berbagai kelompok peserta, pemkot menyiapkan empat rute mudik gratis yang mencakup beberapa kota tujuan di Pulau Jawa:

Setiap rute dirancang untuk mengakomodasi peserta dari berbagai wilayah asal, sehingga memudahkan mereka untuk pulang dengan aman dan nyaman.

Profil Peserta Program Mudik Gratis

Kepala Dinas Perhubungan Kota Bandung, Rasdian Setiadi, melaporkan bahwa total peserta program tahun ini mencapai 259 orang. Mayoritas peserta berasal dari kalangan pelajar dan mahasiswa yang sedang menuntut ilmu di Bandung, selain itu terdapat juga peserta dari kelompok ibu rumah tangga, buruh, dan wiraswasta yang bekerja di kota ini.

Wali Kota Farhan: Mudik Gratis sebagai Dukungan Ekonomi Antarwilayah

Wali Kota Bandung Muhammad Farhan dalam sambutannya menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya program mudik gratis ini. Ia menegaskan bahwa program ini bukan hanya sekadar layanan transportasi tanpa biaya, melainkan bagian dari upaya pemerintah untuk mendorong perputaran ekonomi antarwilayah.

"Alhamdulillahi, di sore hari yang sejuk ini kita akan melepas lima bus untuk mudik gratis dari Dinas Perhubungan Kota Bandung," ucap Farhan.

Menurutnya, tradisi mudik memiliki nilai strategis dalam menggerakkan ekonomi masyarakat. Para perantau yang bekerja di Bandung selama setahun akan membawa sebagian penghasilannya ke kampung halaman, yang membantu meningkatkan aktivitas ekonomi di daerah asal mereka.

"Mudik gratis bukan hanya sekadar menyediakan bus free sampai tujuan. Ini juga bentuk dukungan terhadap mobilitas warga Kota Bandung yang menunjukkan adanya perputaran sumber-sumber ekonomi," paparnya.

"Mereka bekerja di Kota Bandung dan kemudian memindahkan sebagian pendapatannya ke kampung halaman. Inilah pentingnya nilai ekonomi dari mudik," tambahnya.

Prakiraan Jumlah Pemudik dan Catatan Keselamatan

Farhan juga menyampaikan bahwa berdasarkan perkiraan Kementerian Perhubungan, jumlah pemudik secara nasional pada tahun ini bisa mencapai hampir 200 juta orang di wilayah Jawa dan Sumatra. Angka ini dianggap sebagai indikator meningkatnya aktivitas ekonomi masyarakat di seluruh negeri.

Meski demikian, ia mengingatkan bahwa perjalanan mudik juga memiliki risiko dari sisi keselamatan dan kesehatan. Oleh karena itu, ia meminta semua pihak untuk tetap menjaga keamanan dan kondisi kesehatan selama perjalanan, sehingga para pemudik dapat tiba di tujuan dengan selamat dan sehat.

"Kita harus menjaga agar para pemudik selalu dalam keadaan sehat dan selamat hingga sampai ke tujuan," tandasnya.

Penutup

Program mudik gratis ini menjadi salah satu upaya Pemkot Bandung untuk mendukung warganya yang ingin merayakan Idulfitri bersama keluarga di kampung halaman. Selain memfasilitasi mobilitas, program ini juga berperan dalam mempertahankan dinamika ekonomi antarwilayah yang menjadi bagian integral dari tradisi mudik di Indonesia.