Prof. Arief Helmi Resmi Menjabat Rektor Universitas Ekuitas, Targetkan Penguatan Keterampilan SDM
Prof. Dr. Arief Helmi resmi menjabat rektor baru Universitas Ekuitas Indonesia dengan rencana transformasi kurikulum OBE, penguatan kolaborasi industri, dan dukungan pertumbuhan ekonomi Jawa Barat melalui pengembangan SDM unggul.

Pelantikan Rektor Baru Universitas Ekuitas Indonesia: Mulai Era Transformasi
Selasa (20 Januari 2026), Prof. Dr. Arief Helmi resmi menjabat sebagai rektor baru Universitas Ekuitas Indonesia dalam upacara pelantikan yang berlangsung di Aula Kampus Ekuitas Jalan P.H.H Mustofa Kota Bandung. Acara ini menjadi titik awal bagi serangkaian rencana transformasi yang diharapkan dapat meningkatkan peran universitas dalam pengembangan sumber daya manusia (SDM) dan ekonomi daerah Jawa Barat.
Sebagai akademisi berpengalaman, Arief Helmi membawa visi yang jelas untuk mengubah Universitas Ekuitas Indonesia dari institusi yang hanya fokus pada penyerahan gelar menjadi pusat pendidikan yang menghasilkan mahasiswa dengan keterampilan praktis yang sesuai dengan kebutuhan industri dan masyarakat.
"Di awal saya akan ‘belanja masalah’ atau tantangan. Ternyata di balik tantangan ada banyak opportunity yang bisa digali untuk perkembangan Universitas Ekuitas ke depan," kata Arief usai pelantikan kepada wartawan.
Kurikulum OBE: Prioritas Utama untuk Penguatan Keterampilan Mahasiswa
Salah satu fokus utama dari program rektor baru ini adalah implementasi penuh kurikulum Outcome Based Education (OBE). Menurut Arief, sistem pendidikan di Indonesia seringkali terlalu terfokus pada teori, sementara pasar kerja membutuhkan tenaga kerja yang memiliki keterampilan praktis dan dapat langsung berkontribusi.
"Indonesia bukan hanya butuh gelar, namun keterampilan. Kurikulum OBE menekankan mahasiswa bisa apa setelah kuliah, bukan sekadar pintar teori. Karena, orang terampil pasti paham teori," tandasnya.
Dengan kurikulum OBE, mahasiswa Universitas Ekuitas Indonesia akan diajarkan dengan fokus pada hasil pembelajaran yang jelas, seperti kemampuan menyelesaikan masalah nyata, berkomunikasi efektif, dan bekerja dalam tim. Hal ini diharapkan dapat meningkatkan daya saing mahasiswa di pasar kerja lokal dan nasional.
Fakultas Informatika: Menjawab Tantangan Transformasi Digital Jawa Barat
Sejalan dengan perkembangan teknologi digital yang cepat, Arief menyambut baik pembukaan Fakultas Informatika di Universitas Ekuitas Indonesia sejak November 2025. Menurutnya, keberadaan fakultas ini sangat relevan dengan kebutuhan industri di Jawa Barat yang semakin bergantung pada teknologi digital.
"Setiap perusahaan saat ini wajib berbasis digital agar memiliki masa depan, sehingga kehadiran fakultas baru ini sangat relevan dengan kebutuhan industri di Jawa Barat," ujarnya.
Fakultas Informatika akan menawarkan program studi yang fokus pada pengembangan perangkat lunak, data science, dan keamanan cyber, yang diharapkan dapat menghasilkan tenaga ahli digital yang dapat mendukung pertumbuhan industri di wilayah ini.
Riset Akademik: Mendorong Kontribusi yang Berdampak pada Masyarakat
Selain pengembangan kurikulum, Arief juga berencana mendorong dosen-dosen di Universitas Ekuitas Indonesia untuk lebih proaktif dalam melakukan riset yang memiliki dampak nyata pada masyarakat. Ia akan memfasilitasi akses dosen ke berbagai skema pendanaan riset, seperti dari Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) dan anggaran kementerian.
"Tujuan riset bukan hanya untuk publikasi ilmiah, namun juga untuk menyelesaikan masalah nyata yang dihadapi masyarakat Jawa Barat," jelas Arief.
Contoh riset yang dapat dilakukan adalah penelitian tentang pengembangan teknologi pertanian digital, solusi pengelolaan limbah kota, atau strategi peningkatan kesejahteraan masyarakat di kawasan industri baru.
Peran Universitas dalam Pertumbuhan Ekonomi Jawa Barat
Arief juga menekankan pentingnya peran Universitas Ekuitas Indonesia dalam mendukung pertumbuhan ekonomi Jawa Barat. Salah satu rencananya adalah mendukung pengembangan kawasan industri baru Rebana yang meliputi Kabupaten Subang dan Purwakarta.
Universitas ini akan berperan dalam menyediakan SDM terampil untuk bekerja di kawasan tersebut, serta melakukan riset yang dapat meningkatkan efisiensi dan produktivitas industri di kawasan Rebana.
Selain itu, Arief juga berencana mengevaluasi efektivitas penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) melalui Bank BJB. Tujuannya adalah memastikan bahwa KUR benar-benar dapat membantu pengusaha kecil dan menengah di Jawa Barat untuk mengembangkan usahanya dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
"Kehadiran kami harus berdampak bagi Jawa Barat, baik di bidang perbankan maupun secara umum, terutama dalam menyiapkan SDM unggul untuk menghadapi tantangan ekonomi ke depan," tandasnya.
Visi Panjang untuk Universitas Ekuitas Indonesia
Dengan semua rencana transformasi ini, Arief berharap Universitas Ekuitas Indonesia dapat menjadi institusi pendidikan unggulan di Jawa Barat yang tidak hanya menghasilkan lulusan berkualitas, tetapi juga berkontribusi secara signifikan pada pembangunan daerah.
Ia juga mengajak seluruh komponen universitas, mulai dari dosen, mahasiswa, hingga staf, untuk bekerja sama dalam mewujudkan visi ini. Dengan kolaborasi yang erat, Universitas Ekuitas Indonesia dapat menjadi motor penggerak pembangunan SDM dan ekonomi Jawa Barat di masa depan.