Pintuberita.com — Portal Berita Bandung Raya & Jawa Barat

Pria 59 Tahun Tewas di Saluran Irigasi Cianjur, Polisi: Tidak Ada Tanda Kekerasan

Jabar · Oleh Nayla Putri ·

Pria 59 tahun di Cianjur ditemukan tewas di saluran irigasi. Polisi tidak menemukan tanda kekerasan, korban miliki riwayat penyakit.

Pria 59 Tahun Tewas di Saluran Irigasi Cianjur, Polisi: Tidak Ada Tanda Kekerasan

Seorang pria berusia 59 tahun berinisial MIF ditemukan meninggal dunia di dalam saluran irigasi Kelurahan Sayang, Kecamatan Cianjur, Jawa Barat, Jumat. Jasad korban ditemukan warga dengan posisi tersungkur dan kepala terbenam dalam air.

Kronologi Penemuan Jasad

Kejadian bermula ketika salah seorang warga bernama Ajat tengah pulang dari sawah dan melihat sepatu boot di atas saluran irigasi. Merasa penasaran, dia mencoba memastikan dan menemukan tubuh korban dalam posisi tersungkur dengan kepala terbenam di dalam air.

"Saya awalnya hanya melihat ada sepatu boot di atas saluran irigasi, merasa penasaran setelah dekat ternyata ada tubuh korban tersungkur di dalam saluran irigasi dengan kepala terbenam ke dalam air," tutur saksi mata.

Setelah menemukan jasad tersebut, Ajat segera melaporkan kejadian kepada warga lain dan melapor ke Polsek Cianjur untuk ditangani lebih lanjut.

Investigasi Lapangan

Kasat ReskrimPolres Cianjur, Jawa Barat, menjelaskan bahwa saat dihubungi, petugas langsung meluncur ke lokasi bersama relawan PMI Cianjur untuk mengevakuasi jasad korban. Proses evakuasi dilakukan dengan prosedur khusus mengingat lokasi kejadian yang sulit diakses.

"Tidak ada tanda kekerasan yang ditemukan di tubuh korban, dugaan sementara berdasarkan keterangan warga dan pihak keluarga korban memiliki riwayat penyakit, sehingga saat bekerja penyakitnya kumat," jelas Kasat Reskrim.

Riwayat Kesehatan Korban

Berdasarkan keterangan warga sekitar, korban MIF sehari-hari bekerja mengatur debit air ke kolam pancing yang letaknya bersebelahan dengan saluran irigasi. Selama ini, korban sering mengeluhkan sakit kepala yang dianggap sebagai penyakit bawaan.

Meskipun kesehatannya tidak pernah stabil, korban tetap bekerja karena kebutuhan ekonomi keluarga. Kondisi ini yang kemudian menjadi salah satu hipotesis penyebab kematian.

Hasil Visum dan Prosedur

Jasad korban dibawa ke RSUD Cianjur untuk dilakukan pemeriksaan visum. Hasilnya tidak menemukan adanya tanda-tanda kekerasan fisik. Pihak kepolisian menyimpulkan bahwa korban kemungkinan besar meninggal dunia akibat penyakit yang diderita tiba-tiba kumat saat sedang bekerja.

Setelah proses visum selesai, jasad korban diserahkan kembali kepada pihak keluarga untuk dimakamkan sesuai tradisi setempat.

Kesimpulan Sementara

Meskipun hasil visum mengindikasikan korban meninggal karena penyakit, pihak kepolisian tetap melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk memastikan penyebab kematian secara pasti. Polisi juga telah melakukan olah tempat kejadian dan pengambilan keterangan saksi untuk melengkapi proses investigasi.

Kasus ini menjadi pengingat bagi masyarakat yang memiliki riwayat penyakit untuk lebih memprioritaskan kondisi kesehatan dan tidak memaksakan diri bekerja dalam kondisi tidak memungkinkan, terlebih di area yang berpotensi membahayakan jika terjadi hal-hal tidak diinginkan.