Pintuberita.com — Portal Berita Bandung Raya & Jawa Barat

Prabowo Gelar Ratas di Hambalang Tindaklanjuti Kerja Sama Pembangunan Unversitas dengan Inggris

Bandung · Oleh Salsa Maharani · · Diperbarui 2 Maret 2026

Presiden Prabowo menggelar rapat terbatas di Hambalang Bogor untuk bahas kolaborasi dengan universitas Inggris membangun 10 kampus STEM dan kesehatan, sebagai solusi kekurangan dokter yang hanya 9.000 orang per tahun di Indonesia.

Prabowo Gelar Ratas di Hambalang Tindaklanjuti Kerja Sama Pembangunan Unversitas dengan Inggris

Latar Belakang Kekurangan Dokter di Indonesia

Indonesia menghadapi tantangan serius dalam layanan kesehatan akibat kekurangan dokter yang signifikan. Setiap tahun, negara ini hanya mampu menghasilkan sekitar 9.000 dokter baru, angka yang dinilai tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan layanan kesehatan masyarakat yang terus berkembang. Presiden Prabowo Subianto bahkan menekankan kekhawatiran akan kekurangan yang lebih parah di masa depan, seiring dengan meningkatnya jumlah dokter yang memasuki masa pensiun.

Rapat Terbatas di Hambalang: Kolaborasi dengan Universitas Inggris sebagai Solusi

Untuk mengatasi masalah ini, Presiden Prabowo menggelar rapat terbatas (ratas) di Hambalang, Bogor, Jawa Barat, pada Selasa (27/1). Rapat ini dihadiri oleh sejumlah menteri penting, antara lain Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto, Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Wakil Panglima TNI Jenderal TNI Tandyo Budi Revita, dan Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya.

"Pertemuan tersebut fokus membahas perkembangan kerja sama pendidikan antara Indonesia dan sejumlah universitas ternama di Inggris Raya," demikian dikutip dari akun Instagram Sekretariat Kabinet (@sekretariat.kabinet).

Tujuan utama rapat ini adalah menyusun strategi kolaborasi dengan universitas Inggris untuk membangun kampus-kampus baru yang fokus pada bidang pendidikan kesehatan dan STEM (Sains, Teknologi, Teknik, dan Matematika).

Rencana Pembangunan 10 Kampus Fokus STEM dan Kesehatan

Rencana pembangunan 10 kampus baru ini pertama kali diumumkan oleh Presiden Prabowo pada forum UK-Indonesia Education Roundtable di Lancaster House, London, Inggris, pada Selasa (20/1). Kampus-kampus ini akan difokuskan pada:

Presiden Prabowo menjelaskan bahwa kolaborasi ini bukan hanya tentang membangun infrastruktur, tetapi juga mengadopsi standar pendidikan tinggi dari universitas ternama Inggris. Hal ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas lulusan yang dihasilkan, sehingga mampu bersaing di tingkat internasional dan memenuhi kebutuhan tenaga profesional di Indonesia.

Perlu diperhatikan bahwa universitas Inggris sudah memiliki sejarah kolaborasi dengan institusi pendidikan di Indonesia, seperti Universitas Indonesia (UI), Universitas Gadjah Mada (UGM), serta memiliki kampus cabang di Singosari dan Bandung dalam bidang digital dan teknologi. Kolaborasi ini akan memperluas jangkauan dan fokus ke bidang yang lebih strategis untuk pembangunan negara.

Tanggapan Menteri Pendidikan terhadap Rencana Kolaborasi

Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto menyatakan bahwa usulan rencana pembangunan kampus ini mendapatkan respons positif dari pihak universitas Inggris. Menurutnya, kolaborasi ini akan memberikan manfaat ganda:

  1. Meningkatkan akses pendidikan berkualitas di Indonesia
  2. Memperkuat hubungan bilateral antara Indonesia dan Inggris dalam bidang pendidikan

Dampak Potensial Kolaborasi untuk Jawa Barat dan Seluruh Indonesia

Dengan lokasi rapat yang diadakan di Bogor, Jawa Barat, rencana ini juga memiliki dampak positif bagi wilayah tersebut. Kampus-kampus baru yang akan dibangun di berbagai daerah di Indonesia, termasuk Jawa Barat, akan memberikan akses pendidikan tinggi berkualitas bagi masyarakat lokal. Hal ini diharapkan dapat mengurangi kesenjangan pendidikan antara daerah besar dan daerah terpencil, serta menciptakan lapangan kerja baru di bidang pendidikan dan kesehatan.

Selain itu, peningkatan jumlah dokter dan tenaga medis yang dihasilkan dari kampus-kampus ini akan langsung meningkatkan kualitas layanan kesehatan di seluruh Indonesia. Dengan adanya lebih banyak dokter, masyarakat akan mendapatkan akses yang lebih mudah dan cepat ke layanan kesehatan, terutama di daerah yang kurang terlayani.

Kesimpulannya, kolaborasi antara Indonesia dan Inggris dalam pembangunan 10 kampus STEM dan kesehatan merupakan langkah strategis untuk mengatasi kekurangan dokter dan tenaga profesional di Indonesia. Dengan mengadopsi standar pendidikan internasional, kampus-kampus ini diharapkan dapat menghasilkan lulusan yang berkualitas dan siap berkontribusi pada pembangunan negara.