Potensi Krisis Air Bersih Mengintai Tasikmalaya, BPBD Distribusikan 15 Ribu Liter ke Dua Desa
BPBD Tasikmalaya identifikasi sumber air bersih dan distribusikan 15 ribu liter ke dua desa terdampak kemarau sebagai langkah tanggap darurat.

Potensi Krisis Air Bersih Mengintai Tasikmalaya
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, mengidentifikasi potensi krisis air bersih yang mengancam warga sebagai dampak musim kemarau berkepanjangan. Langkah cepat telah diambil dengan mendistribusikan bantuan air bersih ke wilayah-wilayah yang terdampak.
Kabupaten Tasikmalaya Masuk Zona Risiko Tinggi Kekeringan
Berdasarkan pemetaan yang dilakukan, Kabupaten Tasikmalaya tercatat sebagai salah satu daerah dengan risiko tinggi kekeringan pada musim kemarau tahun ini. Kondisi ini menempatkan ribuan warga pada posisi rentan menghadapi kekurangan air bersih.
Baca Juga: Komplotan Pembobol Mess TKA di PT D Majalengka Ditangkap, Tiga Pelaku Masih Buron
"Pada musim kemarau tahun ini Kabupaten Tasikmalaya merupakan daerah berisiko tinggi kekeringan," jelas Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Tasikmalaya, Roni Akhmad Sahroni.
Strategi BPBD dalam Mengatasi Kekeringan
Untuk menghadapi situasi ini, BPBD Tasikmalaya telah menyusun strategi komprehensif yang mencakup:
Baca Juga: Damkar Kuningan Lepas Tiga Komponen Motor dari Jari ODGJ Asal Brebes
- Identifikasi sumber air bersih di setiap kecamatan melalui koordinasi dengan camat setempat
- Pemetaan daerah rawan kesulitan air bersih
- Penguatan armada distribusi air bersih untuk menjangkau warga di wilayah terpencil
- Optimalisasi pemanfaatan sumber air yang masih tersedia di sekitar permukiman warga
"Khusus untuk mengatasi kekurangan air bersih, BPBD telah melaksanakan koordinasi dengan para camat untuk identifikasi sumber air bersih di wilayahnya masing-masing," terang Roni.
Dua Desa Terima Bantuan Air Bersih 15 Ribu Liter
Sejauh ini, dua desa telah mengajukan permohonan distribusi air bersih ke BPBD Tasikmalaya, yakni:
- Desa Kertanegla
- Desa Pedangkamulyan
Keduanya berlokasi di Kecamatan Bojonggambir. Bantuan yang telah disalurkan berupa 15.000 liter air bersih, dengan rencana pengiriman tambahan 10.000 liter melalui Perumda Air Minum (PDAM).
"Khususnya Desa Kertanegla dan Desa Pedangkamulyan sudah didistribusikan kemarin 15.000 liter, dan rencana hari ini akan dikirim lagi melalui PDAM 10 ribu liter," lanjut Roni.
Pemantauan Terus Dilakukan
BPBD Kabupaten Tasikmalaya menyatakan belum ada laporan perluasan kekeringan yang meluas di wilayahnya. Hingga saat ini, only the two villages have requested assistance, indicating that the drought impact remains localized.
"Apabila ada warga desa yang membutuhkan air bersih dapat mengakses air bersih dari tempat terdekat," imbau Roni kepada masyarakat.
Langkah Preparedness Memperkuat Antisipasi
Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya melalui BPBD terus melakukan persiapan matang untuk menghadapi dampak musim kemarau, baik kekeringan lahan maupun kesulitan air bersih. Koordinasi antarinstansi terus dipererat demi memastikan bantuan dapat tersampaikan secara cepat dan tepat sasaran.
Masyarakat diimbau untuk tetap waspada dan melaporkan ke BPBD atau pemerintah desa setempat apabila mengalami kesulitan air bersih agar distribusi bantuan dapat segera dilakukan.