Pintuberita.com — Portal Berita Bandung Raya & Jawa Barat

Longsor di Selacai Ciamis Menutup Jalan Kabupaten Sepanjang 100 Meter

Jabar · Oleh ·

Longsor tebing di Selacai Ciamis切断akses jalan kabupaten alternatif Kawali-Sukadana-Cisaga sepanjang 100 meter, tidak ada korban jiwa

Longsor di Selacai Ciamis Menutup Jalan Kabupaten Sepanjang 100 Meter

Jalan alternatif yang menghubungkan tiga kecamatan di Kabupaten Ciamis lumpuh total sejak Sabtu pagi. Tebing setinggi 20 meter di sisi jalan longsor dan menimbun badan jalan kabupaten di Desa Selacai, Cipaku, hingga menutup akses selama berjam-jam.

Material tanah dari tebing bergerak sekitar pukul 05.00 WIB. Panjang longsoran mencapai 100 meter dengan lebar 2,5 meter dan kedalaman 10 meter. Saluran irigasi Nanggela yang melintas di dekat lokasi juga ikut tertutup reruntuhan.

BPBD Ciamis menerima laporan bahwa rembesan air dari saluran irigasi Nanggela memicu pergerakan tanah di tebing. Kondisi tanah yang jenuh air membuat struktur tebing tidak mampu menahan bebannya.

Baca Juga: 500 Ribu Genteng dari Plered dan Majalengka Gerakkan Ekonomi Pengrajin dan Sopir Truk Jawa Barat

"Longsor terjadi sekitar pukul 05.00 WIB akibat resapan air dari saluran irigasi Nanggela. Material longsoran kemudian menutup dan memutus jalan kabupaten," kata Kepala Pelaksana BPBD Ciamis Ani Supiani.

Jalan kabupaten yang tertimbun merupakan akses alternatif routes Kawali-Sukadana-Cisaga melalui Gardu. Ribahanrw warga dari tiga kecamatan yang biasa menggunakan jalur ini kini harus mencari jalan memutar. Jarak tempuh mereka menjadi lebih jauh akibat akses yang terputus.

Tidak ada warga yang menjadi korban dalam kejadian ini. BPBD Ciamis juga memastikan tidak ada korban jiwa dari longsoran yang terjadi di dusun yang sama.

Baca Juga: MT Balwan Kota Depok Jalin Silaturahmi dengan Rutan Depok untuk Program Keagamaan Warga Binaan

Kondisi tanah di sekitar lokasi masih labil. Warga diimbau menghindari area tersebut hingga proses pembersihan selesai.

"Untuk sementara kondisi tanah masih perlu diwaspadai karena ada potensi longsor susulan. Kami bersama aparat setempat melakukan asesmen untuk mengetahui kondisi di lapangan," kata Ani.

Penanganan awal terus dilakukan. Alat berat diperlukan untuk menyingkirkan material yang menimbun jalan dan saluran irigasi. Koordinasi juga dilakukan dengan DPUPRP Kabupaten Ciamis dan BBWS untuk menentukan langkah berikutnya.

Masyarakat yang biasa melintasi jalur Kawali-Sukadana-Cisaga diminta menggunakan jalan alternatif selama proses penanganan berlangsung. Proses pembersihan diperkirakan memakan waktu beberapa hari mengingat volume material yang cukup besar.