Pintuberita.com — Portal Berita Bandung Raya & Jawa Barat

Potensi Besar Kertajati: Tapi Wisatawan Asing ke Jawa Barat Masih Jauh dari Target

Jabar · Oleh · · Diperbarui 22 Agustus 2026

Kertajati resmi jadi bandara internasional utama Jawa Barat sejak 2023, tapi baru 8 wisatawan asing per hari. Kenaikan bulanan 11% masih dibayangi penurunan tahunan 6%, dengan 48% pengunjung dari Singapura.

Potensi Besar Kertajati: Tapi Wisatawan Asing ke Jawa Barat Masih Jauh dari Target

Bandara Internasional Kertajati di Kabupaten Majalengka resmi ditetapkan sebagai pintu masuk penerbangan internasional utama Jawa Barat sejak Oktober 2023. Perpindahan fungsi dari Bandara Husein Sastranegara Bandung seharusnya menjadi momentum strategis untuk mendongkrak kunjungan wisatawan mancanegara. Namun, realitas di lapangan menunjukkan kenyataan yang jauh panggang dari api.

Geliat Pariwisata Internasional Jawa Barat yang Perlu Dikritisi

Data Badan Pusat Statistik Jawa Barat mencatatkan jumlah wisatawan mancanegara yang datang langsung melalui Bandara Kertajati pada Mei 2026 mencapai 241 kunjungan. Angka ini menunjukkan kenaikan 11,06 persen dibanding April 2026 yang sebanyak 217 kunjungan. optimistis memang, tapi perlu dicermati bahwa secara tahunan justru terjadi kontraksi.

Baca Juga: Barcelona Tebus Rodri dari Manchester City Senilai 65 Juta Pound

Dibanding Mei 2025 yang menyentuh 257 kunjungan, angka Mei 2026 turun 6,23 persen. Artinya, dalam tren satu tahun terakhir, animo wisatawan asing untuk terbang langsung ke Kertajati justru mengalami penyusutan.

"Kenaikan bulanan menunjukkan perbaikan arus kedatangan, namun pemanfaatan Kertajati sebagai gerbang internasional belum menunjukkan pertumbuhan yang kuat secara tahunan."

Komposisi Pasar: Singapura Mendominasi, Negara Lain Tertinggal

Profil wisatawan asing yang masuk melalui Kertajati sangat timpang. Hampir separuh pengunjung, yakni 48,96 persen, berasal dari Singapura. Sisanya tersebar dari berbagai negara dengan jumlah yang relatif kecil.

Baca Juga: Sopir Rumah Tangga Indonesia Gagal Pulang dari Riyadh Akibat Majikan Menolak Bayar Biaya 27.000 Riyal

Kondisi ini mengindikasikan dua hal penting:

Dominasi Singapura sebenarnya bisa dipahami karena kedekatan geografis dan ketersediaan penerbangan. Namun, ketimpangan ini menunjukkan belum optimalnya upaya promosi ke pasar-pasar potensial lain seperti Australia, Eropa, dan Asia Timur.

Dampak Ekonomi: Rata-rata 8 Wisatawan Per Hari, Sangat Memprihatinkan

Dengan 241 kunjungan dalam satu bulan, rata-rata hanya sekitar delapan wisatawan asing yang tiba di Kertajati setiap harinya. Angka ini terlalu kecil untuk menciptakan efek berganda bagi ekonomi pariwisata lokal.

Margaretha Ari Anggorowati, Kepala BPS Jawa Barat, menjelaskan bahwa rendahnya arus wisatawan asing membuat kontribusi ekonomi dari sektor pariwisata belum berkembang optimal. Potensi belanja di sektor:

semuanya belum mendapat penggerak utama dari wisatawan mancanegara.

Tantangan Strategis yang Belum Terjawab

Kepala BPS Jawa Barat Margaretha Ari Anggorowati menegaskan, limitednya arus wisatawan asing melalui Kertajati bukan sekadar masalah operasional bandara. Beberapa faktor struktural menjadi penghambat utama:

  1. Konektivitas penerbangan internasional yang terbatas — Jumlah rute dan frekuensi penerbangan dari negara-negara tujuan masih sangat minim
  2. Promosi destinasi wisata yang belum agresif — Branding dan marketing tourism Jawa Barat di pasar internasional masih kalah dari provinsi kompetitor
  3. Belum terintegrasinya paket perjalanan — Kurangnya kolaborasi antara maskapai, operator wisata, dan pemerintah daerah dalam menawarkan produk wisata terpadu

"Wisatawan yang hendak berkunjung ke Jawa Barat masih memilih masuk melalui bandara lain sebelum melanjutkan perjalanan. Kertajati belum menjadi pilihan utama, melainkan sekadar alternatif."

Membangun Ekosistem Pariwisata Berbasis Kertajati

Transformasi Kertajati menjadi gerbang internasional sejati membutuhkan pendekatan ekosistem, bukan sekadar peningkatan frekuensi penerbangan. Diperlukan sinergi antara tiga pilar utama:

Kondisi saat ini menunjukkan bahwa keberadaan infrastruktur bandara saja tidak cukup. Tanpa diimbangi tingginya permintaan perjalanan dan ekosistem pendukung, Kertajati akan tetap menjadi bandara dengan potensi besar namun minim kontribusi nyata bagi pertumbuhan ekonomi pariwisata Jawa Barat.

Bandara itu sudah siap. Sekarang, tantangannya adalah memastikan wisatawan dunia juga siap meliriknya sebagai destinasi utama, bukan sekadar jalur transit alternatif.