Polrestabes Bongkar Fakta: Kasus Begal yang Viral di Bandung Bukan Tindak Kriminal
Polrestabes Bandung pastikan kasus begal yang viral di medsos sebagian besar bukan tindak kriminal. Remaja sengaja mengaku korban karena takut dimarahi orang tua.

Polrestabes Bandung secara resmi angkat bicara menanggapi keresahan masyarakat terkait maraknya informasi tentang aksi begal yang beredar di media sosial. Dalam konferensi pers, Selasa (21/7/2026), pihak kepolisian memastikan bahwa tidak semua kasus yang viral tersebut merupakan tindakan kriminal yang sebenarnya.
Patroli Siber untuk Verifikasi Informasi
Kepala Polrestabes Bandung, Komisaris Besar Dedi, mengungkapkan bahwa kepolisian kini rutin melakukan patroli siber untuk memverifikasi berbagai laporan yang beredar di media sosial. Tujuannya adalah memastikan keakuratan informasi sebelum masyarakat menyebarkannya lebih luas.
Baca Juga: Ridho Choirul Umam Kumpulkan Pengurus PSI Bekasi untuk Perkuat Jaringan hingga ke Tingkat Desa
"Tidak semuanya seperti yang diberikan masyarakat itu mengandung nilai kebenaran," tegas Dedi dalam konferensi pers tersebut.
Kasus Remaja yang Viral Karena Takut Dimarahi Orang Tua
Salah satu peristiwa yang sempat mencuri perhatian publik terjadi ketika seorang remaja mengaku menjadi korban begal setelah sepeda motornya mengalami kerusakan. Kasus ini pun Viral di berbagai platform media sosial dan membuat sebagian masyarakat menilai Kota Bandung tidak aman.
Baca Juga: Mourinho Kembali Latih Real Madrid Usai 13 Tahun Pergi Ganti Arbeloa
Namun setelah dilakukan penyelidikan dan olah tempat kejadian perkara, polisi memastikan peristiwa tersebut sebenarnya merupakan kecelakaan tunggal. Dedi menjelaskan, remaja tersebut sengaja mengaku menjadi korban begal karena takut dimarahi orang tuanya akibat kerusakan sepeda motor yang dikendarainya.
"Anak ini takut karena motornya rusak oleh orang tuanya, jadi mengaku begal. Hal itu menjadi viral seakan-akan Kota Bandung mencekam terhadap aksi kejahatan jalanan," jelas Dedi.
Klarifikasi Kasus Penganiayaan yang Keliru Diartikan
Polrestabes Bandung juga meluruskan informasi lain yang sempat ramai diperbincangkan masyarakat. Ada kasus penganiayaan berat yang menyebabkan korban meninggal dunia, namun kemudian berkembang di media sosial seolah-olah merupakan aksi kejahatan jalanan.
Padahal, hasil penyelidikan menunjukkan kasus tersebut memiliki motif berbeda dan bukan merupakan begal. Pihak kepolisian berencana menghadirkan testimoni langsung dari orang tua maupun kerabat korban untuk meluruskan informasi yang keliru.
"Nanti teman-teman akan mendengar langsung testimoni daripada orang tua maupun kerabat korban, sehingga apa yang berkembang di masyarakat bahwa Bandung mencekam itu seluruhnya tidak benar," tegas Dedi.
Peta Zona Merah Kejahatan yang Tidak Resmi
Dedi juga membantah beredarnya peta digital yang mengelompokkan wilayah Kota Bandung menjadi zona merah, kuning, maupun hijau berdasarkan tingkat kerawanan kejahatan. Ia menegaskan peta tersebut bukan berasal dari kepolisian sehingga masyarakat diminta tidak menjadikannya sebagai acuan.
Menurut Dedi, seluruh wilayah Kota Bandung tetap berada dalam pengawasan aparat melalui patroli rutin dan kehadiran personel di lapangan.
"Untuk peta yang tersebar itu bukan dari institusi kepolisian. Saya akan menjaga setiap jengkal wilayah Kota Bandung dengan menghadirkan Polri di tengah-tengah masyarakat untuk menjamin rasa aman," tegas orang nomor satu di Polrestabes Bandung ini.
Imbauan untuk Masyarakat
Menutup conferencia pers, Dedi imbau masyarakat agar tetap waspada terhadap potensi kejahatan, namun tidak mudah mempercayai setiap informasi yang beredar di media sosial tanpa adanya verifikasi dari pihak berwenang.
Masyarakat diimbau untuk:
- Tidak langsung percaya terhadap informasi tanpa sumber jelas
- Melaporkan setiap kejadian mencurigakan kepada pihak berwajib
- Mengikuti informasi resmi dari akun media sosial Polrestabes Bandung
- Tidak ikut-ikutan menyebarkan informasi yang belum terverifikasi
Dengan sinergi antara kepolisian dan masyarakat, keamanan Kota Bandung dapat tetap terjaga dengan baik.