Polres Cianjur Petakan 18 Titik Rawan Bencana Jalur Mudik Lebaran 2026
Polres Cianjur memetakan 18 titik rawan bencana di jalur mudik Lebaran 2026 dan menyiapkan 23 pos pelayanan serta pengamanan untuk keamanan pemudik.

Polres Cianjur, Jawa Barat, telah menyiapkan 23 pos pelayanan dan pengamanan serta memetakan 18 titik rawan bencana di sepanjang jalur utama daerah menjelang Hari Raya Idul Fitri 2026. Langkah ini merupakan bagian dari persiapan Operasi Ketupat Lodaya 2026, yang bertujuan memberikan rasa aman dan nyaman bagi seluruh pengendara, terutama pemudik yang melintasi wilayah Cianjur.
Struktur Pos Pelayanan dan Pengamanan
Polres Cianjur akan menempatkan total 23 pos yang tersebar dari utara hingga selatan Cianjur. Dari jumlah tersebut, ada 1 Pos Terpadu, 13 Posko Pengamanan, dan 10 Posko Pelayanan yang dapat dimanfaatkan oleh pengendara lokal maupun dari luar kota.
Kepala Kepolisian Resor (Kapolres) Cianjur AKBP Akhmad Alexander Yurikho Hadi menjelaskan bahwa persiapan ini telah dibahas dalam rapat pimpinan lintas sektoral yang dipimpin langsung Kapolri dan diikuti seluruh jajaran Polda dan Polres di Indonesia serta kementerian terkait. "Kami telah membangun sinergitas yang kuat dengan berbagai pihak untuk memastikan kelancaran operasi," kata dia dalam keterangan pers di Cianjur, Senin.
Pemetaan Titik Rawan Bencana
Sebagai bagian dari persiapan, pihak kepolisian bersama Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan Basarnas telah memetakan wilayah rawan bencana alam di sepanjang jalur utama Cianjur. Total ada 18 titik rawan bencana hidrometeorologi yang terkonsentrasi di wilayah selatan Cianjur, termasuk di beberapa pantai di Kecamatan Cidaun, Sindangbarang, dan Agrabinta. Selain itu, beberapa titik blackspot juga diidentifikasi di sepanjang jalur utama, antara lain:
- Puncak
- Gekbrong
- Haurwangi
Kapolres juga menambahkan bahwa wilayah utara Cianjur juga memiliki jalur rawan, seperti Jalur Puncak-Cipanas, Cianjur-Cugenang, dan Jalan Raya Bandung-Cianjur.
Sinergi Antar Instansi dan Pelayanan Tambahan
Operasi ini akan melibatkan berbagai kalangan, mulai dari TNI, Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemkab Cianjur, forum relawan Cianjur, hingga instansi penanggulangan bencana. Posko yang dibangun di sepanjang jalur selatan Cianjur tidak hanya melayani pemudik, tetapi juga wisatawan yang melintasi wilayah untuk berkunjung ke tempat wisata di Cianjur. Hal ini bertujuan untuk memberikan dukungan penuh kepada masyarakat yang sedang melakukan mudik maupun libur bersama selama Lebaran 2026.