Pintuberita.com — Portal Berita Bandung Raya & Jawa Barat

POCARI SWEAT Run 2026 Siap Digelar: Indonesia Membiru Lewat Sport Tourism

Bandung · Oleh Raka Permana · · Diperbarui 2 Maret 2026

Pocari Sweat Run 2026 ke-13 akan berlangsung di Lombok (Juli) dan Bandung (September) dengan dukungan pemerintah. Acara ini mendorong sport tourism, gaya hidup sehat, dan ekonomi lokal, dengan pendaftaran dibuka mulai 26 Januari untuk Lombok dan 2 Februari untuk Bandung.

POCARI SWEAT Run 2026 Siap Digelar: Indonesia Membiru Lewat Sport Tourism

Pocari Sweat Run 2026: Kolaborasi Swasta-Pemerintah Dorong Sport Tourism dan Gaya Hidup Sehat

Pada Kamis (22/1), PT Amerta Indah Otsuka melalui merek Pocari Sweat mengumumkan penyelenggaraan Pocari Sweat Run ke-13 tahun 2026, gelaran lari hybrid terbesar di Indonesia yang akan berlangsung di dua destinasi pariwisata unggulan: Lombok (Nusa Tenggara Barat) dan Bandung (Jawa Barat). Acara ini tidak hanya menjadi ajang untuk berolahraga, tetapi juga bagian dari upaya nasional mengembangkan sport tourism dan meningkatkan partisipasi masyarakat dalam olahraga.

Perubahan Jadwal: Mulai dari Lombok untuk Pengalaman Lebih Nyaman

Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya yang dimulai dari Bandung, tahun ini rangkaian acara dibuka dengan Pocari Sweat Run Lombok 2026 pada 11-12 Juli di Pertamina Mandalika International Circuit. Kemudian, acara mencapai puncaknya dengan Pocari Sweat Run Bandung 2026 pada 19-20 September, yang bertepatan dengan rangkaian Hari Jadi Kota Bandung.

"Kami ingin mengajak lebih banyak orang hidup sehat dengan berolahraga. Perubahan jadwal dimulai dari Mandalika agar cuaca lebih nyaman, dan ditutup dengan Bandung sebagai bagian dari Hari Jadi Kota Bandung," jelas Puspita Winawati (Wina), Marketing Director PT Amerta Indah Otsuka.

Untuk Lombok, peserta dapat memilih empat kategori jarak: 4.3K (satu putaran sirkuit), 10K, Half-Marathon, dan Marathon. Sementara itu, Bandung fokus pada kategori 10K dan Half-Marathon dengan start-finish di area pusat kota.

Kolaborasi Lintas Sektor: Dukungan Pemerintah untuk Ekonomi Lokal

Acara ini mendapatkan dukungan penuh dari Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) serta Kementerian Pariwisata (Kemenpar). Menteri Erick Thohir menyatakan, saat ini hanya 15 persen masyarakat Indonesia yang aktif berolahraga, sehingga kegiatan seperti ini diharapkan mendorong perubahan gaya hidup ke arah lebih sehat.

"Kolaborasi melalui Pocari Sweat Run ini merupakan contoh pengembangan sport tourism yang berkelanjutan. Event ini menjadi magnet bagi pelari domestik dan internasional sekaligus mendorong dampak ekonomi bagi masyarakat lokal," ujar Ni Luh Puspa, Wakil Menteri Pariwisata.

Direktur Utama InJourney, Maya Watono, menambahkan bahwa event berskala besar ini menciptakan multiplier effect yang nyata, mulai dari peningkatan okupansi hotel, transportasi, hingga belanja lokal di sekitar destinasi.

Pertumbuhan Pesat: Dari 5.000 ke 55.435 Pelari dalam 12 Tahun

Selama 12 tahun terakhir, Pocari Sweat Run mengalami pertumbuhan luar biasa. Dimulai dengan 5.000 pelari pada 2014, jumlah peserta meningkat menjadi 55.435 pelari pada 2025. Pertumbuhan ini menunjukkan minat masyarakat yang terus meningkat terhadap olahraga lari.

Pengalaman Lari yang Gabungkan Olahraga, Budaya, dan Alam

Pocari Sweat Run 2026 tidak hanya tentang berlari, tetapi juga merasakan keindahan alam dan budaya lokal:

Raffi Ahmad, Utusan Khusus Presiden Bidang Pembinaan Generasi Muda, mengajak pelari mempromosikan kebudayaan dan keindahan destinasi melalui media sosial untuk menginfluensikan orang lain hidup sehat.

Pendaftaran Dibuka Segera: Informasi Lengkap

Pendaftaran untuk Pocari Sweat Run 2026 dibuka serentak:

Informasi lebih lanjut dapat diakses melalui akun Instagram @pocarisportid. Acara ini didukung oleh sponsor seperti Jenius dari SMBC Indonesia, InJourney, RANS, Blibli, dan banyak lagi.

Dengan kolaborasi lintas sektor yang kuat, Pocari Sweat Run 2026 diharapkan menjadi motor penggerak utama dalam pengembangan sport tourism nasional dan meningkatkan partisipasi masyarakat dalam olahraga di Indonesia.